Cara Memilih Tanggal Pernikahan Menggunakan BaZi, Beda dengan Shio
Menentukan tanggal pernikahan bukanlah hal yang mudah dalam tradisi China. Menurut kepercayaan Tiongkok, ada metode astrologi yang digunakan untuk mencari waktu yang dianggap paling sesuai dengan pasangan, yaitu BaZi.
Berbeda dengan shio yang umumnya hanya melihat tahun kelahiran, BaZi menggunakan data yang lebih lengkap. Tanggal, bulan, tahun, hingga jam kelahiran kedua calon pengantin diperhitungkan dalam analisis.
Data tersebut kemudian digunakan untuk melihat hubungan antara karakter masing-masing pasangan dengan tanggal dan waktu yang akan dipilih untuk menikah.
BaZi tidak digunakan untuk memastikan sebuah pernikahan akan bahagia atau tidak. Dalam tradisi astrologi Tiongkok, metode ini lebih ditujukan untuk mencari waktu yang dianggap selaras dengan kondisi kedua pasangan.
Karena itu, memilih tanggal pernikahan dengan BaZi tidak cukup hanya dengan mencari “hari baik”. Tanggal yang dianggap baik secara umum belum tentu cocok untuk semua pasangan.
BaZi Tidak Sama dengan Shio
BaZi dan shio sama-sama berasal dari tradisi astrologi Tiongkok, tetapi cara membacanya berbeda.
Shio biasanya ditentukan berdasarkan tahun kelahiran. Misalnya, seseorang yang lahir pada tahun tertentu akan masuk ke dalam salah satu dari 12 shio, seperti Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, hingga Babi.
BaZi memiliki perhitungan yang lebih panjang. Sistem ini menggunakan tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran. Keempatnya disebut sebagai empat pilar atau Four Pillars of Destiny.
Setiap pilar memiliki dua bagian, yaitu Heavenly Stem dan Earthly Branch. Jika seluruh bagian tersebut digabungkan, akan terbentuk delapan karakter yang menjadi dasar pembacaan BaZi.
Dalam urusan pernikahan, salah satu bagian yang diperhatikan adalah Day Pillar atau pilar hari. Di dalamnya terdapat Day Master, yang digunakan untuk menggambarkan diri seseorang, serta Day Branch, yang dalam tradisi BaZi sering disebut Spouse Palace atau bagian yang berkaitan dengan pasangan dan hubungan.
Itulah sebabnya BaZi membutuhkan data kelahiran yang lebih lengkap. Dua orang yang memiliki shio sama belum tentu memiliki hasil pembacaan BaZi yang sama.
Cara Memilih Tanggal Pernikahan Menggunakan BaZi
Pemilihan tanggal pernikahan menggunakan BaZi dilakukan dengan membandingkan bagan kelahiran kedua calon pengantin dengan tanggal yang akan dipilih.
Menurut panduan Deep Oracle, prosesnya dapat dimulai dari menyusun bagan BaZi kedua pasangan, kemudian memilih bulan, mencari tanggal yang sesuai, menentukan jam, dan memeriksa kembali berbagai kemungkinan benturan atau kombinasi dalam bagan.
Berikut gambaran prosesnya.
1. Siapkan Data Kelahiran Kedua Pasangan
Hal pertama yang diperlukan adalah data kelahiran kedua calon pengantin. Data tersebut meliputi tanggal, bulan, tahun, jam, dan lokasi kelahiran.
Data ini digunakan untuk membuat bagan BaZi masing-masing. Dari bagan tersebut kemudian dilihat Day Master dan Day Branch yang menjadi bagian penting dalam membaca hubungan.
Day Master dapat dipahami sebagai unsur yang mewakili diri seseorang. Sementara Day Branch merupakan bagian yang dalam tradisi BaZi berkaitan dengan pasangan atau kehidupan pernikahan.
Setelah kedua bagan tersedia, keduanya dibandingkan dengan tanggal yang akan digunakan untuk pernikahan. Dari sini dapat dilihat apakah terdapat hubungan yang dianggap mendukung atau justru menimbulkan benturan.
Jam kelahiran juga tidak boleh dianggap sepele. Dalam BaZi, perubahan waktu kelahiran dapat mengubah bagian tertentu dari bagan. Karena itu, penggunaan jam lahir yang hanya berdasarkan perkiraan dapat membuat hasil pembacaan berbeda.
2. Tentukan Bulan Pernikahan
Setelah bagan kedua pasangan dibuat, langkah berikutnya adalah menentukan bulan yang dianggap paling sesuai.
Dalam BaZi, setiap bulan memiliki unsur dan Earthly Branch tertentu. Unsur tersebut kemudian dibandingkan dengan bagan kedua calon pengantin.
Salah satu hal yang diperiksa adalah kemungkinan terjadinya clash atau benturan. Bulan yang dianggap terlalu banyak menimbulkan benturan dengan bagian penting dalam bagan pasangan biasanya tidak menjadi pilihan utama.
Jika sudah seperti ini, praktisi dari Deep Oracle menyarankan pasangan untuk menggunakan Yong Shen. Secara sederhana, Yong Shen dapat dipahami sebagai unsur yang dianggap paling membantu menyeimbangkan bagan seseorang. Jika unsur tersebut mendapat dukungan dari bulan yang dipilih, periode tersebut dapat dinilai lebih baik.
Ada pula istilah seperti Hong Luan dan Tian Xi, yang dalam astrologi Tiongkok dikaitkan dengan urusan percintaan dan pernikahan. Kehadiran unsur tersebut pada waktu tertentu dapat menjadi salah satu pertimbangan tambahan.
Namun, tidak ada bulan yang otomatis cocok untuk semua pasangan. Bulan yang dianggap baik bagi satu pasangan belum tentu memberikan hasil yang sama bagi pasangan lain.
3. Pilih Tanggal yang Sesuai
Setelah bulan yang dianggap cocok ditemukan, barulah tanggal pernikahan dipilih.
Setiap tanggal juga memiliki Heavenly Stem dan Earthly Branch. Keduanya dibandingkan dengan bagan kelahiran kedua pasangan.
Salah satu hal yang paling diperhatikan adalah kemungkinan clash dengan Day Branch. Dalam pembacaan BaZi, bagian ini berkaitan dengan kehidupan pasangan sehingga benturan dengannya biasanya menjadi hal yang ingin dihindari.
Selain clash, ada pula interaksi lain seperti punishment, harm, dan combination. Setiap hubungan memiliki arti yang berbeda dalam pembacaan BaZi.
Karena itu, memilih tanggal pernikahan tidak cukup hanya melihat kalender yang mencantumkan “hari baik”. Hari yang dianggap baik untuk masyarakat secara umum belum tentu cocok dengan bagan calon pengantin tertentu.
Tanggal yang terlihat baik secara umum bisa saja justru memiliki benturan dengan salah satu pasangan.
4. Tentukan Jam Pernikahan
Dalam BaZi, bukan hanya tanggal yang diperhatikan. Jam pelaksanaan pernikahan juga dapat dianalisis.
Waktu tersebut berkaitan dengan Hour Pillar, yaitu pilar yang menggambarkan unsur pada waktu tertentu dalam satu hari. Sama seperti tanggal, jam juga memiliki Heavenly Stem dan Earthly Branch.
Jam yang dipilih kemudian dibandingkan dengan bagan kedua pasangan. Praktisi biasanya menghindari waktu yang dianggap menimbulkan benturan dan mencari waktu yang dinilai dapat mendukung unsur yang dibutuhkan dalam bagan.
Hal ini membuat waktu pelaksanaan menjadi bagian penting dalam metode BaZi. Dua pasangan yang menikah pada tanggal yang sama tetapi pada jam berbeda bisa mendapatkan hasil pembacaan yang berbeda.
Jangan Hanya Mengandalkan BaZi untuk Menentukan Tanggal Pernikahan
BaZi memang menawarkan cara yang lebih rinci dibandingkan sekadar melihat shio. Namun, metode ini tetap merupakan bagian dari astrologi tradisional Tiongkok.
Artinya, hasil pembacaan BaZi tidak bisa digunakan untuk menjamin bahwa sebuah pernikahan akan berjalan harmonis atau bebas dari masalah.
Panduan Deep Oracle juga menekankan bahwa tanggal yang dianggap baik tidak dapat memperbaiki masalah mendasar dalam hubungan. Jika pasangan memiliki persoalan serius, memilih tanggal tertentu tentu tidak serta-merta menyelesaikan masalah tersebut.
Karena itu, BaZi sebaiknya hanya menjadi salah satu pertimbangan. Hal yang jauh lebih penting adalah kesiapan kedua pasangan untuk menikah, kondisi keluarga, kemampuan finansial, serta kesepakatan mengenai kehidupan setelah menikah.
Faktor praktis juga tidak kalah penting. Ketersediaan gedung, jadwal keluarga, anggaran, vendor, dan waktu yang memungkinkan tamu datang tetap perlu diperhitungkan.
Jika pasangan tetap ingin menggunakan BaZi, konsultasi dengan praktisi yang memahami sistem tersebut dapat membantu. Pembacaan yang lengkap tidak cukup hanya melihat tahun kelahiran atau shio karena setiap bagan memiliki susunan yang berbeda.

