Apa itu Desil 9 dan 10? Ini Penjelasan dan Kaitannya dengan Pembelian Pertalite

Anggi Mardiana
14 Agustus 2026, 16:24
Apa itu Desil 9 dan 10
Freepik
Apa itu Desil 9 dan 10
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Belakangan ini istilah apa itu desil 9 dan 10 ramai diperbincangkan setelah pemerintah membahas kemungkinan pembatasan penyaluran BBM subsidi, khususnya Pertalite, bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi lebih tinggi. Pembahasan tersebut muncul dalam rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada 11 Agustus 2026.

Pemerintah menilai subsidi BBM yang mencapai ratusan triliun rupiah seharusnya diberikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang memang memenuhi kriteria sebagai penerima subsidi.

"Ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," ujar Bahlil usai pertemuannya dengan Purbaya.

Berdasarkan keterangan yang dibagikan melalui akun Instagram Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) Kementerian Sosial, @pusdatinkesos, desil merupakan klasifikasi tingkat kesejahteraan keluarga. Pembagian tersebut dimulai dari desil 1 yang mencerminkan kelompok paling tidak mampu hingga desil 10 yang menjadi kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Apa Itu Desil 9 dan 10 dalam DTSEN?

Apa itu Desil 9 dan 10
Apa itu Desil 9 dan 10 (Freepik)

Apa itu desil 9 dan 10? Secara sederhana, desil 9 merupakan kelompok yang berada di bagian atas tingkat kesejahteraan, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.Setiap desil secara umum merepresentasikan sekitar 10 persen keluarga dalam tingkat kesejahteraan. Dengan demikian, desil 9 dan 10 mencakup sekitar 20 persen kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. 

Namun, penentuan seseorang masuk desil tertentu tidak semata-mata berdasarkan besarnya gaji bulanan. Data sosial ekonomi yang digunakan mencakup berbagai variabel, seperti:

  • Kondisi pekerjaan.
  • Pendidikan.
  • Kondisi tempat tinggal.
  • Daya listrik.
  • Kepemilikan aset.
  • Kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga.

Artinya, seseorang tidak bisa langsung menyimpulkan dirinya masuk desil 9 atau 10 hanya berdasarkan nominal penghasilan. Posisi desil ditentukan melalui pengolahan data sosial dan ekonomi yang lebih luas. 

Desil 9 termasuk kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi atau kelompok ekonomi menengah atas. Sementara desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi dalam pembagian tersebut. 

Karena desil menggambarkan posisi relatif dalam tingkatan kesejahteraan, istilah tersebut sebaiknya tidak dipahami sebagai batas gaji tetap. Data keluarga dapat diperbarui sehingga posisi desil seseorang juga dapat berubah apabila kondisi sosial ekonominya berubah.

Apakah Kelompok ini Bakal Dilarang Beli Pertalite?

Pertanyaan ini menjadi penting setelah pemerintah mulai membahas pembatasan subsidi Pertalite bagi kelompok ekonomi atas.bPemerintah baru mengkaji dan menyiapkan kemungkinan pembatasan Pertalite bagi masyarakat yang masuk desil 9 dan 10. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pembatasan dapat dilakukan secara bertahap setelah sistem dan mekanismenya siap.

Purbaya juga menyebut implementasi kebijakan tersebut kemungkinan dilakukan beberapa bulan setelah persiapan sistem, dengan target sebelum 2027. Dengan kata lain, masyarakat yang saat ini masuk desil 9 atau 10 belum otomatis dilarang membeli Pertalite berdasarkan kebijakan baru tersebut. 

Pemerintah masih perlu menentukan mekanisme teknis, termasuk bagaimana data desil akan digunakan saat masyarakat melakukan pembelian BBM. 

Mengapa Pertalite untuk Desil 9 dan 10 Dibahas?

Pembahasan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah agar subsidi BBM lebih tepat sasaran. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi seharusnya tidak menjadi penerima utama subsidi pemerintah.

Pemerintah juga tengah menyiapkan sistem yang dapat digunakan untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut. Selain kategori desil, sejumlah laporan menyebut klasifikasi kendaraan juga menjadi salah satu aspek yang masih dibahas. Karena itu, belum tepat jika menyimpulkan bahwa hanya berdasarkan jenis atau merek kendaraan tertentu seseorang pasti tidak dapat membeli Pertalite.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang dilarang membeli Pertalite mulai Juni 2026 adalah tidak benar. Pertamina menyatakan pada saat itu belum ada aturan atau arahan pemerintah terkait pembatasan berdasarkan merek maupun kapasitas mesin kendaraan.

Cara Mengetahui Seseorang Masuk Desil Berapa

Masyarakat yang ingin mengetahui posisi desilnya dapat menggunakan layanan Cek Bansos Kemensos yang menggunakan data DTSEN. Pengecekan dilakukan dengan memasukkan NIK sesuai KTP dan kode verifikasi yang tersedia pada layanan tersebut. 

Informasi mengenai desil sebaiknya digunakan sebagai gambaran posisi kesejahteraan dalam basis data pemerintah, bukan sebagai satu-satunya ukuran untuk menentukan kondisi ekonomi seseorang.

Selain itu, status desil dapat berubah seiring pemutakhiran data. Karena itu, apabila hasil yang ditampilkan dirasa tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat perlu mengikuti mekanisme pemutakhiran atau perbaikan data yang disediakan pemerintah.

Jadi, apa itu desil 9 dan 10? Desil 9 dan 10 adalah kelompok yang berada pada sekitar 20 persen teratas dalam tinkat kesejahteraan berdasarkan DTSEN, dengan desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Terkait Pertalite, kelompok desil 9 dan 10 belum resmi dilarang membeli Pertalite saat ini, tetapi pemerintah sedang mengkaji pembatasan subsidi bagi kelompok tersebut dan menyiapkan kemungkinan penerapannya secara bertahap sebelum 2027. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan