Apa itu The Great Reset 2030? Tujuan, Asal Usul, dan Faktanya
Apa itu The Great Reset 2030? Istilah ini kerap muncul dalam diskusi di media sosial yang membahas masa depan ekonomi dunia, perubahan sosial, teknologi, hingga dugaan agenda global untuk mengendalikan kehidupan masyarakat.
Istilah tersebut menggabungkan dua hal yang perlu dibedakan, yaitu inisiatif The Great Reset yang diperkenalkan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) pada 2020 dan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan yang disepakati negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2015. Keduanya memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda, sehingga penting untuk memahami fakta sebelum mempercayai berbagai klaim yang beredar.
Apa itu The Great Reset 2030 dan Bagaimana Asal Usulnya?
Pandemi COVID-19 menjadi salah satu momentum penting yang mengubah tatanan ekonomi dan sosial global. Krisis tersebut tidak hanya mengakibatkan disrupsi di berbagai sektor kehidupan, tetapi juga memunculkan pemikiran baru mengenai upaya membangun kembali dunia setelah pandemi (Bolt & Zanden, 2025).
Melansir Kpm.umy.ac.id, salah satu gagasan yang berkembang adalah Great Reset 2030, sebuah inisiatif yang diperkenalkan oleh World Economic Forum (WEF). Gagasan ini mendorong transformasi mendasar terhadap sistem global, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan tujuan menciptakan tatanan yang lebih tangguh, inklusif, serta berkelanjutan.
Dalam penerapannya, pemanfaatan teknologi digital, seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain, dan mata uang kripto (cryptocurrency), menjadi salah satu elemen penting yang dinilai berpotensi mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-9 yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, pengembangan industri, dan inovasi (Fura et al., 2025; Raman et al., 2025).
Tujuan utama The Great Reset Initiative adalah mendorong pembangunan kembali berbagai sektor penting di dunia setelah terjadinya krisis akibat pandemi COVID-19. Untuk memperluas pembahasan mengenai inisiatif tersebut, World Economic Forum (WEF) menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mengangkat tema The Great Reset.
Sebagai informasi, World Economic Forum (WEF) merupakan organisasi internasional yang berkantor pusat di Swiss. Organisasi ini menjadi wadah bagi para pemimpin pemerintahan, pelaku bisnis, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berdialog serta membahas persoalan global. WEF dikenal luas melalui pertemuan tahunannya di Davos, Swiss, yang mempertemukan tokoh politik, pengusaha terkemuka, jurnalis, dan berbagai figur publik untuk mendiskusikan isu-isu strategis yang memengaruhi dunia.
Dalam penjelasan resminya, WEF mengangkat sejumlah isu, seperti ketimpangan sosial, keberlanjutan lingkungan, investasi, perkembangan teknologi, serta peran pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan global.
Gagasan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas karena melibatkan forum internasional yang dihadiri pemimpin pemerintahan, pengusaha, akademisi, dan berbagai tokoh dunia.
Namun, perlu dipahami bahwa The Great Reset merupakan gagasan atau inisiatif yang dipromosikan WEF, bukan bukti bahwa seluruh negara telah menyepakati satu rencana terpusat untuk mengatur kehidupan masyarakat dunia. Sementara itu, penyebutan tahun 2030 sering dikaitkan dengan Agenda 2030 PBB dan berbagai prediksi mengenai perubahan kehidupan pada masa mendatang.
Tujuan The Great Reset Menurut Forum Ekonomi Dunia
Secara umum, inisiatif The Great Reset mengajak pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya mempertimbangkan kembali cara membangun perekonomian setelah krisis pandemi. Beberapa gagasan yang diangkat dalam inisiatif tersebut meliputi:
Pemulihan Ekonomi
Mendorong pemulihan ekonomi dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, bukan hanya pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Mengurangi Ketimpangan
Membahas kesenjangan ekonomi dan sosial, serta pentingnya kesempatan yang lebih merata.
Keberlanjutan Lingkungan
Mendorong perhatian terhadap perubahan iklim, penggunaan sumber daya, dan dampak aktivitas ekonomi terhadap lingkungan.
Pemanfaatan Teknologi
Membahas bagaimana perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan membantu mengatasi berbagai persoalan sosial.
Perubahan Dunia Usaha
Mendorong perusahaan mempertimbangkan dampak kegiatan bisnis terhadap pekerja, masyarakat, dan lingkungan.
Gagasan tersebut merupakan arah pembahasan yang dipromosikan WEF. Implementasinya bergantung pada kebijakan, keputusan, dan tindakan masing-masing pemerintah maupun organisasi yang terlibat.
Apa Hubungan The Great Reset 2030 dengan Agenda 2030 PBB?
Pembahasan mengenai apa itu The Great Reset 2030 juga sering dikaitkan dengan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. Padahal, keduanya merupakan inisiatif yang berbeda.
Agenda 2030 PBB disepakati oleh negara-negara anggota PBB pada 2015. Agenda ini memuat 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi kerangka kerja global untuk menangani berbagai persoalan pembangunan.
Tujuan tersebut mencakup penghapusan kemiskinan, pengurangan kelaparan, peningkatan kesehatan dan pendidikan, kesetaraan gender, akses terhadap air bersih, energi berkelanjutan, pekerjaan layak, serta perlindungan lingkungan.
Agenda 2030 juga menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, sekaligus menjaga keberlanjutan planet. Adapun The Great Reset diperkenalkan WEF pada 2020 sebagai ajakan untuk memikirkan kembali sistem ekonomi dan sosial, terutama dalam konteks pemulihan setelah pandemi COVID-19.
Benarkah The Great Reset 2030 Akan Menghilangkan Kepemilikan Pribadi?
Salah satu klaim yang sering muncul dalam pembahasan The Great Reset adalah dugaan bahwa masyarakat akan kehilangan hak untuk memiliki rumah, kendaraan, dan barang pribadi.
Klaim ini kerap dikaitkan dengan ungkapan berbahasa Inggris, “You’ll own nothing and be happy”, yang berarti seseorang tidak akan memiliki apa pun dan tetap merasa bahagia.
Ungkapan tersebut berkaitan dengan sebuah tulisan skenario masa depan yang diterbitkan melalui platform WEF pada 2016. Tulisan itu menggambarkan kemungkinan kehidupan pada 2030 ketika sebagian kebutuhan masyarakat dipenuhi melalui layanan, bukan kepemilikan barang secara langsung.
Tulisan tersebut merupakan gambaran skenario masa depan, bukan dengan sendirinya bukti adanya kebijakan resmi untuk menghapus kepemilikan pribadi di seluruh dunia.
Jadi, apa itu The Great Reset 2030? Istilah ini umumnya digunakan untuk membahas inisiatif The Great Reset yang diperkenalkan Forum Ekonomi Dunia pada 2020 dan dikaitkan dengan berbagai gagasan mengenai perubahan ekonomi, sosial, serta pembangunan berkelanjutan menuju 2030. Namun, The Great Reset berbeda dari Agenda 2030 PBB yang memiliki 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

