Daftar Profil Taman Nasional yang Kena Kebakaran Hutan Periode Agustus 2026

Anggi Mardiana
27 Oktober 2026, 16:07
Profil Taman Nasional yang kena kebakaran Hutan
Katadata
Profil Taman Nasional yang Kena Kebakaran Hutan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Profil Taman Nasional yang kena kebakaran hutan menjadi perhatian di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Hingga Agustus 2026, sejumlah taman nasional di berbagai wilayah tercatat mengalami kebakaran dengan luas area terdampak bervariasi. 

Taman nasional di Papua, Nusa Tenggara, Sumatra, Jawa, hingga Kalimantan masuk dalam daftar kawasan konservasi yang terdampak. Data tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan karhutla untuk melindungi ekosistem serta keanekaragaman hayati di kawasan taman nasional.

Profil Taman Nasional yang Kena Kebakaran Hutan

Profil Taman Nasional yang kena kebakaran
Profil Taman Nasional yang kena kebakaran (Katadata)

Taman Nasional yang kena kebakaran hutan menjadi sorotan setelah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan konservasi Indonesia. Berikut profilnya:

1. Taman Nasional Wasur

Taman Nasional Wasur merupakan kawasan konservasi yang terletak di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), luas kawasan ini mencapai sekitar 431.425 hektare. Taman nasional tersebut dikenal sebagai salah satu kawasan lahan basah penting di Papua dengan bentang alam berupa rawa, savana, padang rumput, dan hutan musim. 

Keberadaan Taman Nasional Wasur penting untuk melindungi habitat berbagai jenis burung, mamalia, dan tumbuhan khas Papua. Salah satu satwa yang menjadi perhatian konservasi di kawasan ini adalah mambruk ubiaat (Goura cristata). Ekosistem savana dan padang rumputnya juga memiliki karakteristik yang membuat kawasan ini rentan terhadap kebakaran, terutama ketika musim kemarau berlangsung.

Berdasarkan data BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026, TN Wasur menempati urutan pertama dalam daftar 10 taman nasional dengan kebakaran terluas pada 2026, yaitui sekitar 8.708 hektare. 

2. Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz merupakan kawasan konservasi yang membentang di wilayah Papua dengan luas sekitar 2,35 juta hektare. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu taman nasional terbesar di Asia Tenggara dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1999.

Keunikan Taman Nasional Lorentz terletak pada keragaman ekosistemnya, mulai dari puncak gunung bersalju, hutan pegunungan, hutan hujan tropis dataran rendah, lahan basah, hingga kawasan pesisir. Perbedaan bentang alam tersebut menjadikan Lorentz sebagai habitat berbagai spesies tumbuhan dan satwa, termasuk sejumlah spesies endemik Papua. 

Kawasan ini memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem Papua. Kebakaran hutan berpotensi mengganggu habitat satwa, merusak vegetasi, serta memengaruhi fungsi ekologis kawasan.

Menurut data BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026, luas area terbakar di Taman Nasional Lorentz mencapai sekitar 6.532 hektare. Angka tersebut menempatkannya di urutan kedua dalam daftar taman nasional dengan kebakaran terluas pada periode tersebut.

3. Taman Nasional Gunung Tambora

Taman Nasional Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan informasi Direktorat Jenderal KSDAE, luas kawasan konservasi ini mencapai sekitar 78.724 hektare. Kawasan tersebut mencakup bentang alam Gunung Tambora yang terkenal karena letusan dahsyatnya pada tahun 1815. 

Taman Nasional Gunung Tambora memiliki ekosistem hutan pegunungan, hutan musim, dan kawasan savana. Vegetasi dan kondisi alamnya mendukung kehidupan berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar. Kawasan ini juga memiliki nilai penting bagi penelitian geologi, konservasi, dan pengembangan wisata alam.

Ketika musim kemarau berlangsung, vegetasi yang mengering dapat meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di kawasan yang ditumbuhi rumput dan semak. Kebakaran berpotensi mengganggu habitat satwa, serta merusak tutupan vegetasi yang berfungsi menjaga kestabilan tanah.

Berdasarkan data BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026, luas kebakaran di Taman Nasional Gunung Tambora mencapai sekitar 6.138 hektare. Luas tersebut menempatkannya di urutan ketiga dalam daftar 10 taman nasional dengan kebakaran terluas pada 2026. 

4. Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai merupakan kawasan konservasi yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kawasan ini memiliki luas sekitar 105.194 hektare dan ditetapkan sebagai taman nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan pada 17 Desember 1990.

Taman nasional ini memiliki bentang alam yang beragam, antara lain rawa, savana, hutan mangrove, hutan tropis, dan perbukitan. Keragaman ekosistem tersebut menjadikannya kawasan penting bagi pelestarian flora dan fauna, termasuk satwa liar yang bergantung pada habitat lahan basah.

Rawa Aopa Watumohai juga berperan dalam menjaga keseimbangan tata air dan mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya. Ekosistem rawa dan vegetasinya memiliki fungsi ekologis yang penting sehingga kerusakan akibat kebakaran dapat mengganggu habitat satwa dan mengurangi kualitas lingkungan.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai tercatat mengalami kebakaran seluas 4.673 hektare. 

5. Taman Nasional Manupeu Tanah Daru

Taman Nasional Manupeu Tanah Daru terletak di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini memiliki luas sekitar 50.009,53 hektare berdasarkan data Direktorat Jenderal KSDAE. Taman nasional tersebut, menjadi salah satu benteng terakhir bagi kelestarian habitat alami flora dan fauna endemik Sumba. 

Ekosistem Taman Nasional Manupeu Tanah Daru didominasi hutan musim dan kawasan perbukitan. Kawasan ini menyimpan beragam jenis tumbuhan, termasuk tumbuhan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan obat. Sejumlah burung endemik Sumba, seperti julang Sumba dan kakatua jambul jingga, juga menjadi bagian penting dari kekayaan keanekaragaman hayatinya. 

Selain melindungi satwa dan tumbuhan, taman nasional ini berperan dalam menjaga sistem hidrologi Pulau Sumba. Hutan di kawasan tersebut membantu mempertahankan fungsi daerah aliran sungai, serta mendukung ketersediaan air bagi lingkungan dan masyarakat.

Menurut data BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026 luas area terbakar di Taman Nasional Manupeu Tanah Daru mencapai sekitar 2.839 hektare. 

6. Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas terletak di Provinsi Lampung dan memiliki luas sekitar 125.621 hektare berdasarkan data Direktorat Jenderal KSDAE. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat konservasi satwa liar penting di Sumatra. 

Taman Nasional di atas Way Kambas memiliki ekosistem hutan dataran rendah, rawa, padang rumput, dan kawasan hutan rawa. Taman nasional ini menjadi habitat berbagai satwa yang terancam punah, antara lain gajah Sumatra, badak Sumatra, dan harimau Sumatra.

Kawasan ini memiliki nilai strategis bagi pelestarian satwa liar karena menyediakan habitat alami bagi spesies yang membutuhkan ruang hidup luas. Kebakaran hutan dapat mengurangi ketersediaan pakan, merusak tempat berlindung, serta mengganggu pergerakan satwa di dalam kawasan.

Berdasarkan laporan BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026, kebakaran di Taman Nasional Way Kambas mencapai sekitar 1.756 hektare. Luas tersebut menempatkannya di urutan keenam dalam daftar 10 taman nasional dengan kebakaran terluas pada periode tersebut. 

7. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi yang berada di Jawa Timur, meliputi wilayah Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Berdasarkan data Direktorat Jenderal KSDAE, luasnya mencapai sekitar 50.276 hektare. Kawasan ini dikenal dengan Gunung Bromo, Gunung Semeru, Laut Pasir Tengger, dan hamparan savana yang menjadi daya tarik wisata alam. 

Ekosistem Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencakup hutan pegunungan, kawasan vulkanik, padang rumput, dan savana. Kawasan ini memiliki fungsi penting dalam konservasi keanekaragaman hayati, perlindungan daerah tangkapan air, serta pelestarian bentang alam pegunungan.

Kebakaran di kawasan savana menjadi ancaman karena vegetasi rumput dan semak yang mengering dapat mempercepat penyebaran api. Selain merusak tumbuhan, kebakaran juga dapat mengganggu satwa liar dan kegiatan wisata apabila api mendekati jalur pendakian atau destinasi wisata.

Kementerian Kehutanan melaporkan kebakaran di kawasan TN Bromo Tengger Semeru mulai terdeteksi pada 10 September 2026 di Savana Pengol, kemudian berkembang ke arah Gunung Kursi. Pada 12 September, api kembali membesar dan bergerak hingga mencapai Pos Jemplang. Penanganan dilakukan oleh petugas bersama berbagai unsur terkait. 

Data BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026, mencatat luas kebakaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sekitar 1.259 hektare. 

8. Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting terletak di Provinsi Kalimantan Tengah dan memiliki luas sekitar 412.548 hektare berdasarkan data Direktorat Jenderal KSDAE. Taman nasional ini merupakan salah satu kawasan konservasi yang terkenal karena perannya dalam perlindungan orangutan Kalimantan. 

Taman Nasional Tanjung Puting memiliki ekosistem hutan rawa gambut, hutan dataran rendah, hutan rawa air tawar, dan hutan mangrove. Kawasan tersebut menyediakan habitat bagi orangutan, bekantan, berbagai jenis burung, serta satwa liar lainnya.

Ekosistem gambut di taman nasional ini memiliki peran penting dalam menyimpan karbon dan mengatur keseimbangan tata air. Ketika gambut mengering pada musim kemarau, kebakaran dapat terjadi di permukaan maupun di bawah tanah. Api yang menjalar di lapisan gambut cenderung sulit dipadamkan dan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem dalam jangka panjang.

Menurut data BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026 luas kebakaran di TN Tanjung Puting mencapai sekitar 604 hektare. 

9. Taman Nasional Sebangau

Taman Nasional Sebangau merupakan kawasan konservasi di Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas sekitar 537.299,72 hektare. Kawasan ini memiliki peran penting dalam melindungi ekosistem hutan rawa gambut yang menjadi salah satu kekayaan lingkungan utama Kalimantan. 

Taman Nasional Sebangau dikenal sebagai habitat orangutan Kalimantan dan berbagai jenis satwa liar lainnya. Hutan rawa gambut di dalamnya juga berfungsi menyimpan karbon, menjaga tata air, serta membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

Kebakaran menjadi ancaman serius bagi kawasan ini karena gambut yang mengering dapat terbakar hingga lapisan bawah permukaan tanah. Selain merusak vegetasi, kebakaran gambut dapat menghasilkan asap dalam jumlah besar, mengganggu kesehatan masyarakat, serta melepaskan karbon yang tersimpan selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026, luas kebakaran di Taman Nasional Sebangau mencapai sekitar 369 hektare. 

10. Taman Nasional Danau Sentarum

Taman Nasional Danau Sentarum terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan data Direktorat Jenderal KSDAE, luas kawasan ini mencapai sekitar 127.393 hektare. Taman Nasional Danau Sentarum merupakan kawasan lahan basah penting yang dikenal dengan sistem danau musiman, rawa, dan hutan rawa air tawar. 

Danau Sentarum memiliki karakteristik hidrologi yang unik. Pada musim hujan, air menggenangi sebagian besar kawasan danau, serta dataran banjir di sekitarnya. Ketika musim kemarau tiba, permukaan air menyusut sehingga sebagian wilayah yang sebelumnya tergenang menjadi kering.

Perubahan kondisi air tersebut mendukung kehidupan berbagai jenis ikan, burung air, dan satwa lainnya. Kawasan ini berperan dalam menjaga keseimbangan tata air di daerah aliran Sungai Kapuas. Namun, saat musim kemarau panjang menyebabkan vegetasi mengering, sejumlah bagian kawasan dapat menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.

Berdasarkan data data.goodstats.id BNPB dan MapBiomas Indonesia per Agustus 2026, luas kebakaran di TN Danau Sentarum tercatat sekitar 301 hektare. Profil Taman Nasional yang kena kebakaran hutan dengan luas tersebar yaitu Taman Nasional Wasur. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa perlindungan taman nasional membutuhkan pengawasan berkelanjutan, pencegahan kebakaran, serta penanganan yang cepat dan tepat.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan