Sisa Dana IPO Bukalapak Masih Rp 13,5 Triliun, Untuk Apa Saja?
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyampaikan realisasi penggunaan dana hasil initial public offering (IPO) saham per 31 Desember 2022. Di mana, saat ini, emiten teknologi yang bergerak di sektor e-commerce tersebut masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 13,5 triliun.
Direktur Bukalapak Natalia Firmansyah mengungkapkan tanggal efektif IPO Bukalapak adalah 6 Agustus 2021. Di mana, dari periode tersebut hingga akhir tahun lalu, perseroan baru menggunakan Rp 7,81 triliun dari dana IPO. Sedangkan sisa dana hasil penawaran umum perdana sahamnya masih Rp 13,5 triliun.
Adapun sisa dana dari IPO ini ditempatkan perseroan ke dalam instrumen deposito, giro, reksadana, dan obligasi. Yaitu, di obligasi sejumlah Rp 2,73 triliun dengan tingkat bunga antara 4,13-8,38 persen atau bagi hasil. Lalu, di reksadana Rp 577 miliar dengan tingkat bunga 2,27-2,96 persen. Selanjutnya di deposito Rp 10,14 triliun dengan tingkat bunga 4,75-6 persen. Kemudian sisanya terakhir berada di giro Rp 50,71 miliar.
Sebagai informasi, nilai penawaran saham perdana BUKA mencapai Rp 21,9 triliun atau terbesar sepanjang sejarah. Nilai IPO Bukalapak berasal dari penawaran sebanyak 25,76 miliar unit saham biasa yang mewakili 25% dari seluruh modal setelah IPO. Kala itu, harga saham yang ditawarkan kepada masyarakat senilai Rp 850 per saham.
Berdasarkan prospektus, dana yang berhasil diraup tersebut sekitar 66% akan digunakan untuk keperluan modal kerja. Sisanya digunakan untuk modal kerja entitas anak, yaitu sekitar 15% dialokasikan kepada PT Buka Mitra Indonesia dan sekitar 15% untuk PT buka Usaha Indonesia.
Lalu sekitar 1% untuk PT Buka Investasi Bersama, sekitar 1% untuk PT Buka Pengadaan Indonesia, sekitar 1% untuk Bukalapak Pte. Ltd, dan 1% untuk PT Five Jack.
Adapun rencana penggunaan dana adalah untuk modal kerja. Yakni, untuk modal kerja perseroan Rp 7,03 triliun, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia Rp 3,19 triliun, modal kerja PT Buka Usaha Indonesia Rp 3,19 triliun, modal kerja PT Buka Investasi Bersama Rp 213,25 miliar, dan modal kerja PT Buka Pengadaan Indonesia Rp 213,25 miliar.
Selanjutnya untuk modal kerja Bukalapak Pte Ltd Rp 213,25 miliar, modal kerja PT Five Jack Rp 21,25 miliar, dan pertumbuhan dan atau pengembangan usaha perseroan dan entitas anak dan modal kerja entitas anak selain yang sudah disebutkan Rp 7,03 triliun. Secara total, mencapai Rp 21,32 triliun.
Sedangkan realisasinya mengutip keterbukaan informasi, Senin (16/1) baru terpakai untuk modal kerja Rp 3,36 triliun, modal kerja PT Buka Mitra Indonesia Rp 964,88 miliar, modal kerja PT Buka Usaha Indonesia Rp 3,45 miliar, modal kerja PT Buka Pengadaan Indonesia Rp 33,11 miliar.
Selanjutnya untuk modal kerja Bukalapak Pte Ltd Rp 1,05 miliar, modal kerja PT Five Jack Rp 10,64 miliar, dan pertumbuhan dan atau pengembangan usaha perseroan dan entitas anak dan modal kerja entitas anak selain yang sudah disebutkan Rp 3,44 triliun.
Berdasarkan data RTI pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (16/1), BUKA ditutup di zona merah dengan penurunan 0,76% atau ke Rp 262 per saham. Adapun volume perdagangan mencapai 23 juta dengan frekuensi 1.128 kali. Sedangkan kapitalisasi pasar BUKA mencapai Rp 27 triliun.
