AAUI Catat Pembayaran Klaim Rp 30,7 Triliun per Kuartal III 2023
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia atau AAUI mencatatkan pembayaran klaim industri asuransi umum mengalami pertumbuhan 12,2% atau Rp 30,7 triliun per kuartal III 2023 dari periode yang sama di 2022. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pembayaran klaim asuransi umum yakni Rp 27,4 triliun.
Ketua AAUI Budi Herawan mengatakan, klaim yang telah dilaporkan pada periode ini mengalami pertumbuhan pada mayoritas lini usaha, namun ada juga enam lini usaha yang mencatatkan adanya penurunan pembayaran klaim pada periode ini. Enam lini usaha diantaranya yakni asuransi properti, asuransi aviasi, asuransi energi on shore, asuransi energi off shore, asuransi penjaminan kapal, dan asuransi aneka.
Selain itu Budi menyebut rasio klaim pada periode meningkat 41,8%, jika dibandingkan dengan triwulan III 2023 yang tercatat 41%. Pangsa pasar perolehan premi masih didominasi paling besar oleh asuransi properti.
"Lini usaha kendaraan bermotor masih mendominasi pangsa pasar industri asuransi umum dengan jumlah proporsi kedua lini usaha ini mencapai 45,1%," kata Budi dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (28/11).
Selain itu, pangsa pasar terbesar selanjutnya diisi oleh asuransi kredit dan asuransi kesehatan yang mana asuransi kredit dengan proposi sebesar 18,8% dan asuransi kesehatan 7,2%.
Selain itu, asuransi harta benda berada di posisi pertama untuk pangsa pasar terbanyak pada pencatatan premi triwulan III 2023 ini. Meski demikian, pencatatan premi asuransi harta benda ini terkontraksi 9,3% jika dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya.
Hal ini difaktori diantaranya hardening market yang berdampak pada menurunnya kapasitas dari reasuransi yang dapat diserap, oleh karena itu banyak yang melakukan self insured atau asuransi mandiri. Hardening market merupakan kondis industri asuransi maupun reasuransi global mencatatkan peningkatann klaim signifikan yang dapat mempengaruhi profitabilitas.
"Lalu lini usaha asuransi kendaraan bermotor dicatatkan tumbuh 11,9 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelum," kata ia.
Melansir data AAUI, perolehan premi dari asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp 14,5 triliun dibandingkan triwulan III 2022 lalu yang hanya Rp 13 triliun. Selanjutnya pangsa pasar ketiga yang juga mendominasi perolehan premi industri asuransi umum adalah lini usaha asuransi kredit.
Total perolehan premi yang dicatat adalah sebesar Rp 10,7 triliun. Namun pada periode ini lini usaha asuransi kredit mengalami pertumbuhan positif yang mana total perolehan preminya Rp 13,8 triliun.
Faktor pendukung utama dari tumbuhnya pencatatan premi asuransi kredit tak lepas dari penyaluran kredit dari Bank Indonesia yang juga tumbuh pada seluruh jenis kredit yang disalurkan.
