Bertemu Kelompok Taliban, Menlu Retno Ingatkan Soal Teroris

Retno Marsudi juga meminta Taliban untuk menghormati hak-hak perempuan yang tinggal di negara tersebut.
Image title
27 Agustus 2021, 12:31
Taliban, Retno Marsudi
ANTARA FOTO/REUTERS/Courtesy of Indonesia's Ministry of Foreign Affairs/Handout /WSJ/dj
T. . . S./WSJ/ Menlu Indonesia Retno Marsudi berbicara pada rapat tak resmi secara virtual dengan sejumlah menteri luar negeri dan perwakilan Perbara (ASEAN), di Jakarta, Indonesia, Selasa (2/3/2021).

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.Marsudi  mengunjungi kantor Taliban di Doha, Qatar, dan bertemu dengan perwakilan kelompok tersebut di sela-sela kunjungannya ke Qatar, Kamis (26/8).  Dalam pertemuan itu, Retno menyampaikan sejumlah pesan dan harapan kepada Taliban.

"Di sela sela kunjungan saya ke Qatar, saya bertemu dengan perwakilan Taliban. Saya menyampaikan akan pentingnya pemerintahan yang inklusif di Afganistan serta pentingnya menghormati hak -hak kaum perempuan," tutur Retno melalui akun twitter pribadinya.

Secara khusus, mantan Duta Besar RI untuk Belanda tersebut juga mengingatkan kepada perwakilan Taliban agar tidak membiarkan Afganistan menjadi tempat berkembang biaknya organisasi ataupun aktivis teroris.
"Afganistan jangan sampai menjadi sarang bagi teroris,"tambahnya.

Taliban mengambilalih pemerintahan Afganistan sejak 15 Agustus lalu menyusul kaburnya Presiden Ashraf Ghani ke Uni Emirat Arab. Kembalinya Taliban ke puncak pimpinan membuat ribuan orang melarikan diri dari negara itu. Di tengah hiruk pikuk evakuasi ribuan warga, dua bom meledak di dekat bandara Kabul, pusat dari evakuasi. Serangan bom ini setidaknya menewaskan 60 warga sipil dan 13 tentaar AS.

Advertisement

Menanggapi serangan bom di Kabul, Kementerian Luar Negeri telah menyampaikan kecamannya.
"Indonesia mengecam keras serangan teroris di dekat bandara Kabul yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak orang lainnya," tulis Kementerian Luar Negeri RI melalui akun Twitter resminya, Jumat (27/8).

 Dua serangan bom terjadi di dekat Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afganistan, Kamis (26/8). Serangan  tersebut menewaskan setidaknya 60 warga sipil serta 13 tentara Amerika Serikat (AS) yang tengah melakukan misi evakuasi. Korban jiwa dipastikan akan terus bertambah mengingat banyaknya warga yang mengalami luka parah.

 Reuters melaporkan serangan bom pertama terjadi di Abbey Gate, yang dijadikan titik awal evakuasi oleh tentara AS dan koalisinya. Beberapa menit setelah bom pertama meledak, guncangan bom juga terjadi di Hotel Baron yang terletak sekitar 200 meter dari Abbey Gate.  Guncangan bom di Abbey Gate diikuti oleh serangan tembakan dari sejumlah pria bersenjata ISIS yang berada di sekitar bandara.

 Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom. Dilansir dari the Guardian, pelaku pengeboman kemungkinan adalah afiliasi ISIS yakni ISIS-Khorasan (ISIS-K). Khorasan merupakan wilayah historis pada masa Persia Kuno yang kini merujuk pada Pakistan, Iran, Afghanistan, serta Asia Tengah. Kelompok ISIS-K dibentuk oleh anggota Taliban cabang Pakistan sekitar enam tahun lalu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam konferensi pers di Gedung Putih menegaskan AS akan mengejar pelaku serangan dan dia sudah memperintahkan Pentagon untuk merencanakan serangan balik kepada ISIS, kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait