Singapura Catat Rekor Kasus Covid 1.939, Lebih Banyak dari Indonesia

Singapura mencatat lebih dari 1.000 kasus Covid-19 baru selama enam hari berturut-turut.
Image title
27 September 2021, 09:00
Singapura, Indonesia, Covid-19
ANTARA FOTO/ REUTERS/Edgar Su/hp/dj
Edgar Su Pemandangan perahu yang nyaris kosong dekat Merlion Park, saat pariwisata harus menghadapi penurunan curam akibat mewabahnya virus corona (COVID-19), di sepanjang Marina Bay, Singapura, Kamis (26/3/2020).

Singapura mencatat rekor tambahan kasus Covid-19 sebanyak 1.939,  pada Minggu (26/9). Angka tersebut  lebih tinggi dibandingkan yang dilaporkan Indonesia pada hari yang sama yakni 1.760.

Singapura juga mencatat lebih dari 1.000 kasus selama enam hari berturut-turut. Padahal,  sejak awal Pandemi pada Maret 2020 lalu hingga 18 September 2021, negara tersebut tidak pernah mencatat kasus baru di atas 1.000.

Dalam seminggu terakhir, Singapura melaporkan adanya tambahan kasus sebanyak 7.277  sementara Indonesia sebanyak 17.240.  Namun, populasi Singapura hanyalah 5,69 juta sementara Indonesia lebih dari 270 juta jiwa. Total kasus Covid-19 yang dilaporkan Singapura sejak pandemi mencapai 87.892 kasus.

Dilansir dari Channel News Asia, dari kasus baru yang dilaporkan pada hari Minggu (26/9), sebanyak 1.934 kasus di antaranya merupakan infeksi lokal.

Sebanyak 1.536 kasus merupakan kasus komunitas dan 398 warga asrama. Di antara kasus lokal yang dilaporkan tersebut, sebanyak 417 merupakan orang berusia di atas 60 tahun. Selain itu, Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menambahkan, ada lima kasus impor.

 “Ada dua kematian baru pada hari Minggu (26/9), ini menjadikan jumlah kematian nasional menjadi 78 kematian. Sejauh ini, Singapura mencatat 23 kematian pada bulan September 2021,” kata Kementerian tersebut dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/9).

Kematian pertama yang dilaporkan pada hari Minggu (26/9) adalah seorang wanita Singapura berusia 97 tahun yang dites positif terinfesi Covid-19 pada 18 September lalu dan meninggal karena komplikasi akibat penyakit tersebut pada hari Sabtu (25/9).

Wanita tersebut dikenal sebagai Kasus 82792. MOH mengatakan, wanita tersebut tidak divaksinasi Covid-19 dan memiliki riwayat hiperlipidemia.

Sementara itu, hingga Minggu siang, sebanyak 1.203 pasien dirawat di rumah sakit. Sebagian besar dalam kondisi baik dan dalam pengawasan.

 MOH menjelaskan, ada 172 kasus penyakit berat yang membutuhkan suplementasi oksigen, dan 30 kasus dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif (ICU). Di antara mereka yang jatuh sakit parah ada 168 pasien yang berusia di atas 60 tahun.

Selama 28 hari terakhir, 98% kasus lokal tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. Pada periode tersebut, sebanyak 356 kasus membutuhkan suplementasi oksigen dan 39 berada di ICU. Dari jumlah tersebut, 51,6% telah divaksinasi penuh dan 48,4% telah divaksinasi satu dosis atau tidak divaksinasi.

 Klaster Besar di Pusat Grosir Pasir Panjang

Singapura juga melaporkan adanya klaster Covid-19 besar di Pusat Grosir Pasir Panjang dengan total 64 kasus. Penularan di pusat grosir terjadi di antara pekerja dan pengunjung. Dari 64 kasus, 59 di antaranya adalah pekerja di pasar, tiga pengunjung dan dua anggota rumah tangga.

Saat ini, kasus-kasus baru dari klaster tersebut sudah mendapat penanganan. Kemudian, Pusat Grosir Pasir Panjang akan ditutup selama tiga hari mulai Senin sore (27/9) untuk pembersihan mendalam dan disinfeksi.

Badan Pangan Singapura (SFA) mengatakan, penutupan sementara diperkirakan akan menyebabkan beberapa gangguan pada pasokan buah dan sayuran di Singapura. Pusat perdagangan itu akan tutup pada pukul 3 sore pada hari Senin (27/9) dan dibuka kembali pada pukul 3 sore pada hari Kamis (30/9).

 Selain klaster di Pusat Grosir Pasir Panjang, kasus penularan baru juga terjadi di asrama yakni adanya klaster Covid-19 di Blue Stars Dormitory yang melonjak menjadi 283 kasus. Dua puluh kasus lagi juga terkait dengan klaster Asrama Woodlands, yang kini memiliki 104 kasus.

Sebagai informasi, pada Sabtu (25/9), sebanyak 82% populasi Singapura telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, sementara 85% lainnya telah menerima setidaknya satu dosis.

Lebih dari 9,09 juta dosis telah diberikan di bawah program vaksinasi nasional, dengan lebih dari 4,47 juta orang telah menyelesaikan vaksinasi lengkap.

Sementara itu, 191.709 dosis vaksin lain yang diakui dalam daftar penggunaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah diberikan dengan mencakup 88.301 orang.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait