Bandung Ekspor 2 Juta Ekor Ikan Hias ke 33 Negara, Termasuk ke Amerika

Dari ke-33 negara tujuan ekspor, Jepang, Amerika Serikat dan Singapura merupakan pasar terbesar.
Image title
6 Oktober 2021, 13:55
Ikan hias, ekspor, Bandung
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Ikan hias dari Bandung yang diekspor ke 33 negara

Kota Bandung, Jawa Barat, semakin mengukuhkan diri sebagai pengekspor ikan hias tertinggi di Indonesia. Kota Kembang bahkan sanggup mengekspor dua juta ekor ikan hias ke 33 negara pada bulan September.

"Ekspor ikan hias dari Bandung telah menjangkau 33 negara di dunia, tentu ini prestasi yang patut kita jaga dan tingkatkan," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina  dalam siaran pers, Rabu (6/10).

Selama periode 1-24 September, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKIPM di Bandung juga telah menerbitkan 95 health certificate atau sertifikat kesehatan ikan. Nilai ekspor yang dihasilkan dari komoditas ikan hias tersebut mencapai Rp 9,2 miliar.

"Ikan-ikan yang diekspor berasal dari unit usaha uang telah tersertifikasi IKI dan CKIB grade A dan B. Jadi bisa dipastikan bahwa ikan-ikannya memang kualitas bagus," katanya

Dari ekspor tersebut, terdapat 118 jenis hias yang menembus pasar global. Kendati demikian, posisi 3 besar ikan hias favorit pasar ekspor ialah tetra, rasbora, dan udang hias.

Sementara itu, dari ke-33 negara tujuan ekspor, Jepang, Amerika Serikat dan Singapura merupakan pasar terbesar.

Potensi besar kota Bandung ini tentu saja harus dijaga. Untuk menjaga tren positif ini, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan para pelaku usaha.

Pencapaian kota Bandung juga diharapkan bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah pandemi Covid-19.

"Ini akan terus kita jaga, bahkan kita upayakan untuk meningkat. Semoga ikhtiar ini berdampak positif bagi Bandung, Jawa Barat dan Indonesia," tutupnya.

 Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya untuk mengoptimalkan potensi produksi dan ekspor ikan hias Indonesia ke pasar dunia.

Kendati demikian, Menteri Trenggono mengingatkan pengembangannya harus tetap memperhatikan perlindungan dan pelestarian. Sertifikasi, registrasi dan prinsip kehati-hatian harus menjadi perhatian.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai ekspor ikan hias di Indonesia terus meningkat sejak 2015. Puncaknya terjadi pada 2019 lalu yang berhasil mengantongi US$ 33,1 juta atau Rp 466,7 miliar dengan kurs Rp 14.100/USD. Dalam tahun yang sama, volume ekspornya sebesar 1.482,8 ton.

Adapun, beberapa jenis ikan hias Indonesia yang selalu menjadi langganan pasar internasional, seperti arwana merah dan botia.

Arwana merah biasanya dikirimkan ke Tiongkok dan Taiwan. Sementara, botia telah mempunyai pasarnya sendiri di Amerika Serikat.

Dalam laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia setidaknya memiliki 3.567 jenis ikan air laut dan 1.226 jenis ikan air tawar, sehingga memiliki potensi untuk melakukan budi daya ikan hias. Tak hanya laku untuk pasar internasional, namun juga banyak diminati pasar domestik.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait