Kasus Covid di Jerman Catat Rekor 65.371, 163 Kali Lipatnya Indonesia

Angka vaksinasi yang rendah serta merebaknya varian Delta menjadi salah satu penyebab tingginya kasus Covid-19 di Jerman.
Image title
19 November 2021, 15:33
Covid-19, Jerman, Eropa, pandemi
ANTARA FOTO/REUTERS/Fabian Bimmer/NZ/sa.
Fabian Bimmer Pemandangan "Hans Albers Place" di distrik red-light terkenal "Reeperbahn" selama penguncian, di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19) di Hamburg, Jerman, Sabtu (3/4/2021). Gambar diambil pada (3/4/2021).

Penyebaran kasus Covid-19 di Jerman makin mengganas. Jumlah kasus baru yang tercatat di Jerman menembus 65.371 pada Kamis (18/11), atau menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat negara tersebut.

Jumlah tersebut bertambah 12.545 dibandingkan hari sebelumnya. Bila dibandingkan dengan tambahan kasus Covid-19 di Indonesia pada Kamis (18/11) yang mencapai 400, tambahan kasus di Jerman mencapai 163 kali lipat lebih tinggi.

Semakin tingginya angka kasus Covid-19 di Jerman membuat Kanselir Angela Merkel khawatir.  Menurutnya, gelombang ke empat Covid-19 yang Jerman dihadapi saat ini sangat dramatis.

"Gelombang keempat menghantam negara kita dengan kekuatan penuh," kata Merkel dikutip dari BBC, Kamis (18/11).

Parlemen Jerman akan menentukan kebijkan pada hari ini, Jumat (19/11), untuk menekan penyebaran.
Beberapa kebijakan yang akan diputuskan di antaranya terkait penggunaan masker,  bukti vaksinasi, dan hasil negatif Covid-19.

Ketiga hal tersebut akan menjadi syarat perjalanan bis dan kereta ataupun beraktivitas di luar.

 Jerman bukanlah satu-satunya negara Eropa yang tengah menghadapi kenaikan kasus.

Sejumlah negara Eropa juga tengah berjuang meredam penyebaran kasus Covid-19 seperti Austria, Belanda, dan Belgia.

Namun, tambahan kasus yang dilaporkan Jerman merupakan salah satu yang tertinggi di kawasan tersebut.

Sebelumnya,  pada Kamis (11/11), Jerman memecahkan rekor kenaikan angka kasus harian positif sebanyak 50.196. Angka tersebut terus naik hingga menembus 60 ribu pada Kamis (18/11).

Rekor tambahan sebanyak 65. 371 pada Kamis (18/11) bahkan dinilai belum mencakup semuanya. 

Lothar Wieler, Kepala Badan pengendalian penyakit Jerman, Robert Koch Institute (RKI), meyakini tambahan kasus baru mencapai dua hingga tiga kali lipat dari angka resmi yang dilaporkan.

 Tidak hanya tambahan kasus, Jerman juga melaporkan kenaikan kasus kematian tinggi yakni 264 jiwa pada Kamis (18/11). Dengan demikian, total kasus kematian mencapai 98 ribu sejak pandemi melanda dunia.

Berdasarkan data RKI, rata-rata kasus positif per 100 ribu orang juga melonjak dari 3249,1 kasus per 100 ribu orang menjadi 336,9 kasus per 100 ribu orang.

Angka vaksinasi yang rendah serta varian Delta menjadi salah satu penyebab tingginya kasus Covid-19 di Jerman.

Dibandingkan negara Eropa lainnya, tingkat vaksinasi di Jerman termasuk rendah yakni 67% sementara rata-rata negara Eropa sudah di atas 70%.

 

"Vaksinasi di Jerman dimulai pada awal tahun sehingga kelompok orang tua dan banyak orang sudah kehilangan imunitasnya," tutur Tobias Kurth, profesor kesehatan masyarakat dan epidemiolog di Charité university hospital, seperti dilansir CNN.

Jerman tengah mempercepat upaya vaksinasi, termasuk pemberian dosis booster untuk menekan kasus.

Pada Kamis (18/11), jumlah penduduk yang divaksin mencapai 500 ribu. Angka tersebut adalah yang tertinggi sejak Agustus.

 

Ahli virologi Jerman terkemuka Christian Drosten meminta pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan pencegahan.

Dia memperingatkan bahwa kematian akibat Covid-19 di negara itu bisa mencapai 100 ribu lebih jika tidak ada yang dilakukan untuk mengatasi penyebaran.



News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait