Hampir 4 Juta Orang Akan Bepergian ke Jawa Tengah Saat Libur Nataru

Pengawasan prokes di Jawa Tengah akan diperketat menyusul banyaknya masyarakat yang bepergian ke wilayah tersebut.
Image title
17 Desember 2021, 10:22
Nataru, Jawa tengah, syarat perjalanan
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.
Pemudik sepeda motor memadati jalur pantura Widasari, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021) malam. Memasuki H-2 jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, volume kendaraan yang melintas di jalur pantura Indramayu dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah mengalami peningkatan.

Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), hampir empat juta orang diperkirakan akan menuju Jawa Tengah (Jateng). Jumlah tersebut hampir setengah dari total orang yang diprediksi melakukan perjalan selama Nataru.

Sebagai catatan, survei Kementerian Perhubungan menunjukan sekitar 10 juta orang masih berkeinginan untuk melakukan perjalanan selama libur Nataru.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Jateng merupakan daerah tujuan favorit masyarakat untuk melakukan perjalanan di masa libur Nataru.

“Pada libur Nataru kali ini, hampir 4 juta orang diprediksi akan menuju Jateng, untuk itu kita harus bisa mengelola pergerakan ini dengan baik,” kata Budi dalam keterangan resminya, Kamis (16/12).

Hal tersebut disampaikan Budi saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat mempimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Penanganan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021/2022, dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan para pemangku kepentingan terkait.

 Budi mengingatkan kepada jajaran Pemerintah Daerah Jateng beserta pemangku kepentingan terkait.

Hal itu untuk memastikan mereka yang melakukan perjalanan telah memenuhi ketentuan protokol kesehatan yang berlaku di masa libur Nataru.

Adapun pengetatan protokol kesehatan yang diatur yakni, masyarakat usia dewasa yang berpergian jarak jauh wajib sudah vaksin dua kali atau dosis lengkap dan menunjukkan hasil negatif tes antigen 1x24 jam.

Ia juga mengimbau kepada para pengelola kendaraan logistik, untuk melakukan aktivitas muatan logistik sebelum tanggal 20 Desember 2021.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan maupun lonjakan yang tinggi pada saat masa libur Nataru.

 Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menjaga kelancaran mobilitas di masa libur Nataru, baik pengaturan lalu lintas, penyiapan infrastruktur, sampai kepada mitigasi bencana.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh perwakilan Polda Jawa Tengah, di wilayah Jawa Tengah sendiri puncak arus mudik Libur Nataru 2021/2022 diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Desember 2021

Sementara itu,  puncak arus balik jatuh pada tanggal 2 Januari 2022.

Sejumlah upaya lain yang dilakukan dalam rangka pengendalian transportasi di masa libur Nataru di antaranya, melakukan ramp check terhadap kelaikan armada transportasi dan pengecekan kesehatan para awak transportasi.

Juga, membentuk Posko Bersama untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara komprehensif, serta menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan.

 Seperti diketahui, berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2021, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyekatan perjalanan. {embatasan dilakuka dengan lebih proporsional sesuai level PPKM di masing-masing daerah.

Pemerintah juga akan memperketat syarat perjalanan seperti kewajiban vaksinasi lengkap bagi pelaku perjalanan kereta api serta wajib PCR bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait