Kasus Covid Melonjak, Perkantoran Gubernur dan Wisata Bandung Ditutup

Perkantoran Gubernur dan wisata di Bandung ditutup sementara seiring melonjaknya kasus Covid-19. Satgas menetapkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat menjadi zona merah.
Muchamad Nafi
18 Juni 2021, 09:12
Kasus Covid Melonjak, Perkantoran Gubernur dan Wisata Bandung Ditutup
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Seorang wartawan melintas di halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021).

Jumlah pegawai yang terpapar Covid-19 dari klaster Gedung Sate Bandung terus bertambah. Hingga kemarin sore, Kamis (17/6) sebanyak 143 orang dinyatakan positif virus corona, termasuk Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja. Karena itu, Perkantoran Gubernur dan wisata di Bandung ditutup sementara.

“Jadi totalnya 116 plus 27. Dan yang 27 orang ini sudah sembuh, termasuk Pak Sekda,” kata Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Sumasna, seperti dikutip Antara.

Menurut Sumasna,  menuturkan berdasarkan hasil pelacakan dan pengetesan oleh Pemprov Jawa Barat, ke-143 pegawai tersebut terdiri dari ASN mencapai 82 orang dan 27 orang non-ASN. Lalu 26 keluarga ASN, tiga pekerja magang, dua orang dari keluarga pekerja magang, serta empat orang dari keluarga non-ASN.

Sebelumnya Kompleks Perkantoran Gubernur Jawa Barat Gedung Sate Bandung kembali ditutup terkait bertambahnya jumlah pegawai yang positif Covid-19. Pada 3 Juni 2021 lalu baru ada 31 pegawai positif corona, kini menjadi 79 orang. “Ditutup kembali sampai 25 Juni 2021. Sudah 79 orang dinyatakan positif, kami masih melakukan tracing,” kata Asisten Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat Abdurachim.

Advertisement

Menurut Dudi, pihaknya sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor 103/KS.01/UM Tentang Penerapan Work From Home di Lingkungan Sekretariat Daerah dan BPKAD Provinsi Jawa Barat. Seluruh pegawai yang terpapar Covid-19 diwajibkan bekerja dari rumah atau menerapkan work from home.

Pemprov Jawa Barat juga menutup sementara penggunaan fasilitas Gedung Sate, masjid, Museum, kantin, serta Kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Demikian pula dengan Kantor Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan, dan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Untuk itu, Pemprov mengoptimalkan fungsi Satgas Covid-19 yang telah dibentuk di setiap perangkat daerah. Seluruh pegawai wajib melaporkan akivitas kerja den kehadiran melalui TRK dan K-Mob, sebagai dasar perhitungan dan pamberian tamabahan penghasilan pegawai (TPP). Surat Edaran ini berlaku mulai tanggai 15 Juni sampai 25 Juni 2021.

Penutupan Gedung Sate kali ini lebih ketat daripada periode pembatasan sebelumnya. Jika pada 3-9 Juni masjid, museum, kantin, dan area publik Gedung Sate ditutup, kini jumlah ruang yang ditutupnya kian bertambah. Untuk kehadiran pegawai di kantor atau tempat bekerja pada setiap Unit Kerja maksimal 25 persen, kecuali para pejabat struktural harus tetap hadir.

Objek Wisata Zona Merah Covid-19 di Bandung Ditutup Sementara

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat juga memutuskan untuk menutup sementara waktu operasional objek wisata yang berada kawasan zona merah Covid-19. Wisatawan dilarang berkunjung ke objek wisata tersebut.

“Sesuai instruksi Pak Gubernur Jabar, bupati/wali kota agar menutup sementara obyek wisata dengan status zona merah dalam waktu satu minggu ke depan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, Kamis (17/6).

Menurut Dedi, pihaknya sudah menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait larangan wisatawan DKI Jakarta untuk tidak berkunjung ke Jawa Barar. Ini hasil rapat koordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata se Jawa Barat, PHRI, PUTRI, dan GIPI Jawa Barat.

Pembahasan dalam rapat tersebut berkenaan dengan hasil Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 yang menetapkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat menjadi zona merah status level kewaspadaan Covid-19. “Yang harus diperhatikan yaitu prioritas keselamatan kemanusiaan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Dedi. “Karenakan tren kenaikan BOR sejak 16 Mei 2021 sampai saat ini terus meningkat.”

Selain itu, tempat yang dapat menimbulkan kerumunan seperti hotel, restoran, rumah makan diminta secara ketat menerapkan protokol kesehatan serta membatasi jumlah pengunjung sesuai level kewaspadaan dan pembatasan jam operasional. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Jawa Barat, Herman Mochtar mengatakan, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia mendukung kebijakan pemerintah tersebut.

Hal ini juga perlu dalam pemulihan ekonomi daerah. Untuk itu mereka berharap pemerintah segera memfasilitasi pelaku pariwisata untuk mendapat vaksinasi. “Masukan kami telah ditanggapi oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat dan telah menjadi prioritas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Herman.

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait