KRI Bima Suci Show
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.
Image title
Oleh Arief Kamaludin
1 Desember 2019, 06:00

Foto: Misi Diplomasi Internasional Pelayaran KRI Bima Suci

Seruan dari pengeras suara di geladak kapal nyaring memanggil prajurit TNI Angkatan Laut untuk melaksanakan peran pelayaran mereka. Sekejap, prajurit dengan safety harnest dalam posisi siaga di tiga tiang kapal Tringginas, Tanggon, dan Tanggap KRI Bima Suci.

Peluit ditiupkan sebagai aba-aba bagi sejumlah prajurit untuk memeriksa kelengkapan keamanan sebelum merayap di atas tangga tali yang tingginya hampir 54 meter. Beberapa prajurit bergegas naik hingga di simpul-simpul tali layar yang kemudian dilepas dan dikembangkan untuk menambah kecepatan kapal.

Menurut Kadiv Layar KRI Bima Suci Letnan Satu Laut Husni H Saputra, kapal ini memiliki 26 layar. Pada tiap layar bertuliskan nama-nama tertentu guna memudahkan saat peran layar. Panjang kapal latih calon perwira TNI AL ini 111,20 meter dan lebar 13,65 meter. Kecepatannya 12 knot menggunakan mesin dan 15 knot saat menggunakan layar.

Selama perjalanan muhibah yang menempuh jarak 13.775 mil laut ini, prajurit TNI AL merawat berbagai macam sudut-sudut kapal hingga ornamen kapal yang berkarat karena terpapar air laut. Kapal pun terlihat bersih dan indah saat bersandar di negara yang dikunjungi.

KRI Bima Suci yang dipimpin Letkol Laut Waluyo membawa sekitar 200 prajurit dan taruna AL. Pelayaran ini membawa misi diplomasi Maritime Fulctrum Brotherhood untuk menunjukan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sebagai poros maritim dunia memiliki karakter dan keanekaragaman seni budaya.

Armada yang dibuat oleh galangan kapal Freire, Vigo, Spanyol pada 2017 itu telah mengunjungi berbagai negara, antara lain Spanyol, Italia, Mesir, Arab Saudi, Sri Lanka, dan Cina. Lalu bersandar juga di Korea Selatan, Rusia, Jepang, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Darwin Australia.