Bank Mandiri Dorong Transaksi Livin’ by Mandiri Lewat BI-Fast

Untuk dapat meningkatkan transaksi BI-Fast, Bank Mandiri memberikan promo transfer antarbank nol rupiah yang telah mulai sejak 2- 9 Maret 2022 khusus bagi pengguna Livin' by Mandiri berlogo kuning.
Padjar Iswara
Oleh Padjar Iswara - Tim Riset dan Publikasi
11 Maret 2022, 08:49
Livin' Bank Mandiri
Bank Mandiri

Bank Mandiri terus mengakselerasi digitalisasi untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah sekaligus mendorong inklusi keuangan di dalam negeri.

Hal ini diwujudkan perseroan melalui implementasi layanan Bank Indonesia Fast Payment atau BI-Fast dalam Super App Livin' by Mandiri berlogo kuning.

SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, selaras dengan inisiatif Bank Indonesia, Bank Mandiri berkomitmen untuk secara aktif menyediakan kemudahan dan kenyamanan transaksi bagi nasabah.

Untuk dapat meningkatkan transaksi BI-Fast, Bank Mandiri juga memberikan promo transfer antarbank nol rupiah yang telah mulai sejak 2- 9 Maret 2022 khusus bagi pengguna Livin' by Mandiri berlogo kuning.

Setelah periode promo berakhir, nasabah Bank Mandiri juga tetap dapat menikmati layanan transfer antarbank dengan biaya terjangkau hanya Rp2.500 per transaksi dengan limit hingga Rp250 juta secara real time.

"Kami berharap, layanan ini dapat terus meningkatkan minat nasabah untuk terus bertransaksi secara digital, dengan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan sebelumnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/3).

Lebih lanjut, Thomas menyebut BI-Fast juga turut mendorong pertumbuhan transaksi perbankan melalui Livin' by Mandiri. Tercatat, hingga akhir Desember 2021 total pengguna Livin' by Mandiri sudah menembus angka 10 juta.

Adapun jumlah transaksi mencapai lebih dari 1,5 miliar dengan total nilai transaksi lebih dari Rp1.690 triliun. Layanan transfer antar bank tersebut telah menjadi salah satu opsi favorit nasabah Bank Mandiri.

“ Itu tercermin dari jumlah transaksi harian BI-Fast di Bank Mandiri yang menembus 40 juta transaksi dengan nilai transaksi lebih dari Rp 61 triliun dan diproyeksi akan terus tumbuh," ujar Thomas.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait