UMKM Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi berdampak pada penurunan omset pelaku UMKM. Pemerintah berupaya bangkitkan kembali UMKM dengan bantuan modal dan pendampingan.
Image title
Oleh Fitria Nurhayati - Tim Publikasi Katadata
6 Oktober 2021, 10:27

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia mengakibatkan ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sulit beroperasi. Survei UNDP dan LPEM UI terhadap 1.180 UMKM yang dipublikasikan pada Januari 2021 menunjukkan pandemi berdampak signifikan terhadap mayoritas UMKM di Tanah Air.

Berdasarkan survei, lebih dari 48 persen responden mengaku sulit mendapatkan bahan baku. Permintaan produk pada 88 persen responden menurun dan mereka juga kesulitan mendistribusikan produknya. Sebanyak 97 persen responden pun mengalami penurunan nilai aset. Dampaknya, 77 persen responden mengalami penurunan pendapatan dan 56 persen responden harus mengurangi karyawan.

Pemerintah melakukan berbagai strategi untuk memulihkan ekonomi, khususnya UMKM. Salah satunya melakukan penyuluhan dan konsultasi agar UMKM mampu menyesuaikan diri dengan kondisi terkini. Pemerintah juga menggelontorkan bantuan dana seperti dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) UMKM sebesar Rp184,8 triliun dan Bantuan Pelaku Usaha Mikro bagi masing-masing pelaku usaha sebesar Rp1,2 juta. Tidak ketinggalan, subsidi tiga persen bunga Kredit Usaha Rakyat pun diperpanjang sampai Desember 2021.

Kalangan swasta pun ambil bagian. Danone AQUA melalui program AQUA Home Service telah menambah 3.733 mitranya sejak 2020 sampai Agustus 2021. Keutamaan bisnis ini menjadi daya pikat calon mitra karena bisa dilakukan dari rumah. Mitra pun mendapat pelatihan kewirausahaan secara daring dan mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.