Garap Specialty Store, Matahari Tutup Gerai di Mal Taman Anggrek

Gerai Matahari di Mal Taman Anggrek akan ditutup pada 3 Desember 2017 mendatang.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
22 November 2017, 09:31
Matahari
Katadata
Pengunjung berbelanja di Matahari Departemen Store, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (11/04).

PT Matahari Department Store Tbk kembali menutup dua gerai di Jakarta dan Lombok. Namun, perseroan juga membuka dua department store dan satu specialty store di lokasi lain.

Kali ini dua gerai yang ditutup berada di pusat perbelanjaan Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat pada 3 Desember 2017, dan di Lombok City Center, Nusa Tenggara Barat pada 31 Desember 2017.

Richard Gibson, CEO dan Vice President Director Matahari mengatakan, penutupan dua gerai tersebut disebabkan oleh tidak diperpanjangnya masa sewa yang telah habis.

"Dua gerai yang masa sewanya berakhir Mal Taman Anggrek Jakarta dan Lombok City Center tidak diperpanjang, kami akan memiliki total sejumlah 155 gerai di akhir tahun," ujar Richard melalui pernyataan resmi Selasa (21/11).

(Baca juga: Retail Pakaian Lesu, RIMO Rambah Bisnis Properti)

Penutupan ini menyusul beberapa gerai lain milik Matahari yang telah ditutup, seperti di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai. Keduanya ditutup pada pertengahan tahun ini karena tidak mencapai target penjualan.

Meski demikian, Matahari tetap membuka tiga gerai department store baru di Sumatera Selatan. Keduanya akan dibuka di Baturaja pada 23 November 2017 dan Lahat pada 30 November 2017.

"Dua gerai department store akan dibuka di kota-kota yang baru bagi kami, memberikan kesempatan kepada kami untuk memberikan berbagai pilihan produk merchandise kami di dua pasar yang baru," kata Richard.

Selain itu, Richard menyatakan, perseroan akan membuka gerai khusus atau specialty store bagi merek Nevada di Pakuwon Mal, Surabaya. "Gerai Nevada di Surabaya menindaklanjuti hasil tes kami yang sukses di pasar Jakarta, di mana kami memperagakan merek Nevada dengan situasi perbelanjaannya yang khas," ujarnya.

(Baca juga: Rambah Digital, Ramayana Jual Produk Lewat Tokopedia dan Lazada)

Richard mengatakan, strategi ini ditempuh perseroan guna menjaga kinerja perseroan. "Kami melihat penurunan pasar yang saat ini terjadi sebagai kesempatan bagi pemain yang kuat seperti kami untuk meningkatkan pangsa pasar, dan akan memiliki posisi yang kuat untuk pertumbuhan pada saat pasar meningkat," katanya.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait