Lebih dari 1.300 Bencana Terjadi Sepanjang 2020, Apa Saja?

Masyarakat diminta mewaspadai ancaman banjir saat pergantian musim.
Pingit Aria
1 Juni 2020, 07:22
Warga berjalan di depan rumahnya yang terendam banjir rob di Tiram Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (25/5/2020). Banjir rob akibat pasang air laut itu menggenangi kawasan tersebut sejak dua hari terakhir, mengakibatkan sejumlah ruma
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.
Warga berjalan di depan rumahnya yang terendam banjir rob di Tiram Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Senin (25/5/2020). Banjir rob akibat pasang air laut itu menggenangi kawasan tersebut sejak dua hari terakhir, mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam.

Berbagai bencana silih berganti terjadi di Tanah Air. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, lebih dari 1.300 bencana terjadi sepanjang Januari hingga Mei 2020 dengan korban meninggal dunia 188 jiwa.

Catatan BNPB, bencana banjir terjadi paling sering dibandingkan jenis bencana hari ini lainnya. Banjir biasanya dipicu oleh salah satunya intensitas hujan yang tinggi. Data BNPB, hingga 31 Mei 2020, bencana banjir terjadi sebanyak 532 kali.

“Banjir juga berdampak paling tinggi terhadap kerugian, baik korban jiwa dan kerusakan material,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melalui siaran pers, Minggu (31/).

Tercatat, total korban meninggal akibat banjir berjumlah 128 jiwa, luka-luka 119 dan hilang 7. Selain itu, lebih dari 2 juta warga mengungsi karena banjir.

Advertisement

(Baca: Sumatera Selatan hingga Sumba Terendam Banjir di Tengah Pandemi)

Total kerusakan rumah akibat banjir hingga akhir Mei ini mencapai ribuan. Kerusakan rumah dengan kategori rusak berat berjumlah 2.689 unit, rusak sedang 1.218 dan rusak ringan 4.094. Kerusakan pada sektor publik sebagai berikut, fasilitas pendidikan 295 unit, peribadatan 369, kesehatan 25 dan perkantoran 46, sedangkan kerusakan infrastruktur vital berupa jembatan sejumlah 163 unit.

Berikut ini data bencana lainnya berdasarkan jumlah kejadian: angin puting beliung 397 kali, tanah longsor 306, kebakaran hutan dan lahan 123, gelombang pasang/abrasi 15, gempa bumi 5, letusan gunung api 3 dan kekeringan 1. Data kejadian bencana yang total berjumlah 1.382 kejadian tersebut belum memperhitungkan data bencana nonalam, seperti pandemi Covid-19.

Sementara itu, korban meninggal akibat bencana tanah longsor berjumlah 51 jiwa, puting beliung 8 dan karhutla 1. Total kerusakan rumah akibat bencana hingga Mei 2020 dengan kategori rusak berat berjumlah 4.051 unit, rusak sedang 2.596 dan rusak ringan 11.516.

Hingga akhir Mei ini masih terjadi kejadian yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menginformasikan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB kejadian tanah longsor di Nagari Baringin, Kecamatan Palalembayan, Agam, Sumatera Barat. Kejadian yang tidak menimbulkan korban jiwa ini terjadi pada Sabtu (30/5), pukul 17.20 waktu setempat.

(Baca: Memahami Penyebab Banjir yang Selalu Melanda Jakarta)

Longsor sempat menutup akses jalan sepanjang 25 meter. Ketinggian longsor 25 hingga 100 centimeter berhasil dibersihkan sehingga kendaraan dapat melewatinya.

Menyikapi kondisi di wilayah nusantara, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Meskipun jelang pergantian musim, pada pekan terakhir Mei masih ditemui beberapa kejadian banjir. Di sisi lain, potensi angin puting beliung juga perlu diwaspadai, yang biasanya terjadi pada saat pergantian musim.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait