1,5 Juta Orang Terobos Larangan Mudik, Pemerintah Cegah Arus Balik

Setelah mudik lebaran, gelombang arus balik diperkirakan akan terjadi pada 16-20 Mei 2021. Menteri Perhubungan mengimbau masyarakat tidak bepergian.
Pingit Aria
15 Mei 2021, 14:39
Pengendara motor melintas di Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/5/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh kepala daerah di kawasan aglomerasi seperti Jabodetabek untuk mewaspadai pergerakan mudik lokal yang diperkirakan
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Pengendara motor melintas di Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (14/5/2021). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada seluruh kepala daerah di kawasan aglomerasi seperti Jabodetabek untuk mewaspadai pergerakan mudik lokal yang diperkirakan akan mencapai masa puncak pada 15 dan 16 Mei 2021 besok.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat jumlah pemudik pada Lebaran 2021 sebanyak 1,5 juta orang. Mereka nekat mudik meski pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, jika mudik tak dilarang, sekitar 33% masyarakat akan pulang ke kampung halaman. Saat pertama kali pemerintah mengumumkan larangan mudik, sebanyak 11% masyarakat masih berniat plang kampung.

“Saat kampanye sudah dilakukan turun jadi 7% atau sekitar 18 juta orang. Setelah itu kami lakukan aksi-aksi yang dilakukan, termasuk Polri turun lagi, menurut catatan kami kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit," kata Budi Karya dalam 'Talkshow Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran', Sabtu (15/5).

Budi mengklaim larangan mudik Lebaran tahun ini cukup berhasil. Hal ini terbukti dari penurunan jumlah penumpang di bandara, pelabuhan, hingga stasiun-stasiun kereta api.

Advertisement

"Jadi, apa yang kami lakukan cukup efektif dan ini ditandai bahwa sektor udara, sektor laut, dan kereta api turun sampai 10%," katanya.

Karena masih cukup banyak pemudik yang lolos dari sejumlah penyekatan, pemerintah pun mulai mengantisipasi kepadatan saat arus balik. Budi Karya memprediksi gelombang arus balik akan mulai terjadi pada 16-20 Mei 2021.

Simak Databoks berikut: 

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian pada hari-hari tersebut untuk menghindari kerumunan. Protokol Kesehatan melalui Gerakan 3M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun harus tetap digalakkan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan, operasi penyekatan dalam rangka larangan mudik Lebaran telah berakhir pada Jumat (14/5) malam. Selanjutnya, kata Yusri, kepolisian bakal mempersiapkan pengamanan dalam rangka arus balik Lebaran.

Selain itu, kata Yusri, jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) arah Cikampek juga telah mulai dibuka. Sebelumnya, jalan layang tersebut ditutup sejak 6 Mei lalu dalam rangka pengendalian transportasi guna membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek.

"Flyover yang dari KM 10, tol layang MBZ itu mulai dibuka malam ini yang arah ke Cikampek," kata Yusri.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan operasi pemeriksaan untuk arus balik akan dimulai pada Minggu (16/5) mendatang. "Operasi mudik berakhir, pindah ke sebelah menyekat masuk mulai hari Minggu (16/5)," katanya.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait