Amerika Serikat Longgarkan Izin Perjalanan ke 61 Negara

Menurut pemerintah Amerika Serikat, negara-negara seperti Singapura, Israel, Korea Selatan, Islandia, Belize, dan Albania sudah aman untuk dikunjungi karena pandemi Covid-19 yang terkendali.
Image title
10 Juni 2021, 18:08
Gaelen Morse Sejumlah anak memakai masker sementara orang dewasa tidak memakainya di Real Ice Cream Johnson saat pembatasan akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19) dicabut di seluruh negara bagian, di Columbus, Ohio, Amerika Serikat, Kamis (3/6/202
ANTARA FOTO/REUTERS/Gaelen Morse/HP/dj
Gaelen Morse Sejumlah anak memakai masker sementara orang dewasa tidak memakainya di Real Ice Cream Johnson saat pembatasan akibat wabah penyakit virus corona (COVID-19) dicabut di seluruh negara bagian, di Columbus, Ohio, Amerika Serikat, Kamis (3/6/2021).

Tingginya angka vaksinasi Covid-19 di Amerika Serikat membuat Presiden Joe Biden cukup percaya diri untuk melonggarkan izin perjalanan internasional bagi warganya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melonggarkan rekomendasi perjalanan ke berbagai negara, termasuk Jepang yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade.

Dalam peringkat baru CDC pada hari Senin (7/6), peringkat rekomendasi perjalanan saat Covid-19 untuk 61 negara diturunkan dari ‘Level 4’, yakni level bahaya tertinggi. Pada level ini, tidak menyarankan semua perjalanan untuk individu yang sudah divaksinasi penuh.

Selain itu, “Ada tambahan 50 negara dan wilayah telah diturunkan ke ‘Level 2’ atau ‘Level 1’,” kata juru bicara CDC, dikutip dari Reuters pada Kamis (10/6).

Negara-negara dengan peringkat terendah untuk risiko Covid-19 saat ini termasuk Singapura, Israel, Korea Selatan, Islandia, Belize, dan Albania. Sementara itu, negara-negara yang terdaftar di ‘Level 3’, di antaranya Prancis, Ekuador, Filipina, Afrika Selatan, Kanada, Meksiko, Rusia, Spanyol, Swiss, Turki, Ukraina, Honduras, Hongaria, dan Italia.

Advertisement

Departemen Luar Negeri AS mengadopsi metodologi baru menjadi dasar pelonggaran status risiko. Suatu negara akan dilabeli status 'level 4' alias jangan bepergian jika ada 500 kasus per 100.000 orang.

Namun tidak semua negara mengalami revisi peringkat risiko perjalanan karena ketersediaan penerbangan komersial, pembatasan masuknya warga negara AS, dan hambatan untuk mendapatkan hasil tes Covid-19 dalam waktu tiga hari.

Simak Databoks berikut: 

Dilansir Reuters, Departemen Luar Negeri juga menurunkan peringkatnya terhadap 85 negara dan wilayah, termasuk Jepang. Sebelumnya, pada 24 Mei, Departemen Luar Negeri telah mendesak agar tidak melakukan perjalanan ke Jepang, dengan alasan gelombang baru kasus virus corona sebelum Olimpiade Tokyo.

CDC menjelaskan, perubahan itu dilakukan setelah merevisi kriteria pemberitahuan kesehatan perjalanan. CDC mengatakan juga merevisi peringkatnya untuk Amerika Serikat menjadi ‘Level 3’ dari ‘Level 4’.

Badan tersebut menambahkan bahwa banyak negara memiliki peringkat yang lebih rendah karena adanya perubahan kriteria atau karena wabah di negara mereka lebih terkontrol. 

Negara-negara lain yang diturunkan ke ‘Level 3’ termasuk Honduras, Indonesia, Yordania, Libya, Panama, Polandia, Denmark dan Malaysia.

Mengutip seorang pejabat Gedung Putih, Reuters melaporkan pada hari Selasa (8/6), bahwa pemerintah AS sedang membentuk kelompok kerja ahli dengan Kanada, Meksiko, Uni Eropa dan Inggris untuk menentukan cara terbaik dalam memulai kembali perjalanan dengan aman setelah 15 bulan pembatasan pandemi.

 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait