Kasus Covid-19 Melonjak, Kemenhub Bisa Perketat Transportasi Umum

Untuk memperketat transportasi umum, Kementerian Perhubungan menanti arahan Satgas Covid-19.
Image title
14 Juni 2021, 20:15
Petugas medis melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum diberangkatkan menggunakan bus sekolah untuk dirujuk ke sejumlah lokasi penanganan Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu, (12/6/2021).
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas medis melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum diberangkatkan menggunakan bus sekolah untuk dirujuk ke sejumlah lokasi penanganan Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu, (12/6/2021). Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, jumlah pasien di Jakarta per Kamis, (10/6/2021) alami angka kenaikan yang cukup drastis.

Kasus Covid-19 terus meningkat usai lebaran. Selain memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, pemerintah juga bisa memperketat syarat bepergian dengan transportasi umum untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, kebijakan yang terkait dengan penanganan Covid-19, termasuk di sektor transportasi, harus dibahas dengan Satgas Covid-19.

“Karena kami di kemenhub pada dasarnya hanya menyediakan transportasi umumnya, sedangkan mobilitas itu terkait dengan sektor lain, termasuk sektor perdagangan, tenaga kerja, pariwisata, dan lainnya,” kata Adita kepada Katadata, Senin (14/6).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa penularan virus corona di Ibu Kota memasuki fase kritis. Jumlah kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta pada Minggu (13/6) tercatat bertambah 2.769 kasus. Angka itu naik signifikan dibandingkan Sabtu dan Jumat lalu masing-masing 2.455 dan 2.293 kasus baru.

Advertisement

Anies mengatakan jika kasus terus melonjak, dirinya akan mengambil langkah seperti saat September 2020 dan Februari 2021 lalu. Saat itu ia menarik rem pembatasan kegiatan demi memutus penularan virus corona.

“Ibu kota dalam kondisi yang memerlukan perhatian ekstra. Bila tak terkendali, kita akan masuk fase genting,” kata Anies saat apel bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Lapangan Blok S, Minggu (13/6) malam dikutip dari Antara.

Selain itu, Pemprov DKI juga telah meningkatkan tes dalam sepekan dari empat kali standar WHO menjadi delapan kali lipat. Begitu pula tempat tidur isolasi yang saat ini telah terisi 75% akan ditambah.

"Kita berpotensi menghadapi kesulitan, karena fasilitas kesehatan mungkin akan menghadapi jumlah tak terkendali apabila pasien yang harus ditangani makin meningkat," kata Anies.

Oleh sebab itu, ia meminta penegak hukum perlu memastikan adanya penegakan disiplin protokol kesehatan. Masyarakat juga diimbau menjalankan Gerakan 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.

Hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 8.189 kasus. Sebelumnya, pada Minggu (13/6), jumlah kasus Covid-19 lebih tinggi, yakni mencapai 9.868 kasus positif. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak 19 Februari 2021. Saat itu, jumlah kasus Covid-19 mencapai 10.614 kasus.

Simak Databoks berikut: 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait