Vaksin Novavax Buatan AS Klaim 93% Efektif Cegah Covid-19

Cahya Puteri Abdi Rabbi
16 Juni 2021, 16:23
Sejumlah warga mengikuti vaksinasi massal di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/6/2021). Sebanyak 10.000 masyarakat umum, lansia, pralansia dan pelayan publik mengikuti vaksinasi massal sebagai upaya penanggulangan penyebaran CO
ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Sejumlah warga mengikuti vaksinasi massal di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/6/2021). Sebanyak 10.000 masyarakat umum, lansia, pralansia dan pelayan publik mengikuti vaksinasi massal sebagai upaya penanggulangan penyebaran COVID-19.

Perusahaan bioteknologi Novavax Inc mengklaim vaksin buatannya 93% efektif menangkal penularan virus corona. Klaim tersebut disampaikan pada Senin (14/6) setelah melakukan uji klinis besar-besaran di Amerika Serikat dan Meksiko.

Uji klinis yang melibatkan 30 ribu relawan tersebut mendorong Novavax  untuk mengajukan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat dan di beberapa negara lain pada kuartal ketiga 2021 nanti.

Dilansir Reuters, Vaksin dari Novavax ini merupakan tipe vaksin berbasis protein. Pengembangan vaksin ini menggunakan pendekatan konvensional dengan virus yang dilemahkan untuk memacu respons kekebalan tubuh.

Novavax menuturkan, vaksinnya yang berbasis protein itu efektif melawan varian virus corona asal Wuhan, juga varian baru seperti Alpha yang pertama kali terdeteksi di Inggris, juga varian lainnya yang teridentifikasi di Brasil, Afrika Selatan, dan India.

Simak Databoks berikut: 

Kepala Peneliti Novavax, Dr Gregory Glenn mengatakan, vaksinnya 91% efektif di antara sukarelawan yang berisiko tinggi terkena infeksi parah dan 100% efektif dalam mencegah kasus Covid-19 sedang dan berat. Selain itu, ia mengatakan, bahwa vaksin ini 70% efektif melawan varian virus yang tidak dapat diidentifikasi oleh Novavax.

“Secara praktis, sangat penting bahwa vaksin dapat melindungi diri dari virus yang berkeliaran terutama varian baru," kata Glenn dikutip dari Reuters pada Rabu (16/6).

Novavax mengatakan, vaksin buatannya dapat diterima dengan baik oleh para relawan yang mengikuti uji coba. Sementara, efek samping dari vaksin ini yaitu, sakit kepala, kelelahan dan nyeri otot dan umumnya ringan. Namun, beberapa relawan mengalami efek samping yang lebih parah.

Seiring pengajuan izin, Novavax berupaya untuk memproduksi 100 juta dosis per bulan pada akhir kuartal ketiga 2021 dan 150 juta dosis per bulan pada kuartal keempat 2021.

Kepala eksekutif Novavax Stanley Erck menyebut, bahwa pasokan dosis vaksin perusahaan di AS ditargetkan untuk bisa masuk ke dalam program vaksinasi global, COVAX. Ia menambahkan, perusahaannya juga tengah mengajukan kemitraan dengan produsen vaksin besar, Institute of India (SII) untuk memperluas kapasitas produksi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Pingit Aria

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...