Lima Langkah Pemerintah Capai Target 1.000 Startup pada 2020

Revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) juga diklaim sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan startup lokal.
Desy Setyowati
3 Desember 2018, 18:03
GoStartupIndonesia Scale Con 2018
Katadata/Desy Setyowati
Suasana GoStartupIndonesia Scale Con 2018 yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Mandiri Capital di Jakarta, Senin (03/12).

Pemerintah menargetkan, 1.000 startup lahir di Indonesia pada 2020. Lima langkah disiapkan untuk mencapai target itu.

Pertama, mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam hal ini, pemerintah fokus pada pendidikan vokasional. Kedua, menjaga iklim usaha yang kondusif. Caranya, bisa dengan menjaga perekonomian tetap tumbuh. Ketiga, kebijakan fiskal yang mendukung. Keempat, tersedianya pendanaan. Kelima, memfasilitasi startup dengan regulasi yang mendukung.

"Dari sisi regulasi, kami merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI)," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani dalam konferensi tahunan GoStartupIndonesia Scale Con 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (3/12).

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rofyanto Kurniawan menyatakan bahwa instansinya sudah memberikan beberapa insentif untuk mendukung perkembangan startup.

Advertisement

Ia mencontohkan, pemerintah menurunkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar, dari 1% menjadi 0,5% per tahun. Pemerintah juga membebaskan pajak dividen bagi modal ventura yang mau membiayai startup dengan omset hingga Rp 50 miliar. 

(Baca juga: Bekraf Arahkan Lebih Banyak Startup Masuk Papan Akselerasi Khusus BEI)

Selain itu, pemerintah mendukung perkembangan startup melalui belanja Kementerian dan Lembaga (K/L). "Belanja lewat K/L, bisa melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) atau Kementerian Koperasi dan UMKM. Dari sisi pajak ada beberapa insentif yang disediakan," kata dia.

Bekraf misalnya, mengadakan beragam program untuk mempertemukan startup dengan calon investor. Misalnya, program akselerasi startup yang disebut BE-X. Adapula program kerja sama dengan Samsung dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Global Startup Acceleration Program (GSAP).

Lalu, Bekraf bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan platform GSI - GoStartupIndonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia. GSI akan mendorong perusahaan rintisan ekonomi kreatif untuk mendapat akses permodalan dengan go public.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait