Tips Melamar Kerja di Era Digital dari Bos LinkedIn dan Grab

Manfaatkan media sosial untuk menampilkan portofolio. Usahakan juga untuk berjejaring dengan profesional di bidang yang diminati.
Desy Setyowati
20 Maret 2018, 16:09
Kejuruan
ANTARA FOTO/Moch Asim
Sejumlah siswa mengerjakan soal pelajaran produktif teknik audio video (TAV) saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan di SMK Negeri 2 Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/4).

Mencari kerja di era digital kian mudah dengan adanya internet dan platform seperti LinkedIn, Glints, dan lain sebagainya. Kendati, butuh strategi khusus supaya perusahaan tertarik dengan kemampuan dan kepribadian si pencari kerja, terutama bagi lulusan baru atau fresh graduate.

Managing Director APAC LinkedIn Oliver Legrand menyatakan, setidaknya ada 4 hal yang mesti dilakukan para pencari kerja. Keempatnya yakni, membuat profil yang menarik dengan gaya bercerita (storytelling); membuat resume atau rangkuman keahlian, pengalaman, dan pendidikan yang jelas; mengikuti akun para profesional di bidang pekerjaan yang diinginkan; serta berbagi konten, supaya orang lain mengetahui passion si pencari kerja.

“Kalau saya lulusan baru, saya akan membuat profil yang menarik dan sangat menjelaskan diri saya. Buat profil (di akun platform pencari kerja) seperti membuat portofolio lamaran kerja,” kata dia saat peluncuran LinkedIn Dream Job di EV Hive D.Lab, Jakarta, Selasa (20/3). 

(Baca juga: Bos Go-Jek Hingga Bukalapak Jadi Sosok Paling Berpengaruh di LinkedIn)

Advertisement

Ia juga sangat menyarankan memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat atau passion. Sebab passion layaknya perencanaan, yang mana si pencari kerja akan menjalani minatnya sedari kecil, sekolah, hingga akhirnya mencari pekerjaan. “Passion akan membuat Anda tidak membatasi diri untuk tahu lebih banyak,” ujarnya.

Selain minat, ia pun mengimbau para pencari kerja mencari perusahaan yang memiliki budaya kerja yang baik. Hal itu bisa dicari tahu melalui sosial media, mesin pencari di internet, hingga dari mulut ke mulut. Lalu setelah mendapat pekerjaan, ia menyarankan agar mendalami bidang tersebut supaya semakin mahir. “Bila berhenti belajar, Anda akan berhenti untuk maju dan berkembang,” kata dia.

Tak jauh berbeda dengan Olivier, CEO of PT Home Credit Indonesia Jaroslav Gaisler pun menyarankan untuk mengikuti atau terkoneksi dengan para profesional di sosial media ataupun platform pencari kerja. Utamanya, memasarkan kemampuan diri yang paling spesifik di laman akun pencari kerja. “Fokus pada apa yang ingin Anda lakukan dengan pekerjaan tersebut,” ujar dia.

(Baca juga: Konsumen E-Commerce Paling Betah Buka Shopee dan MAPemall)

Sedangkan menurut Jaroslav, muda-mudi dewasa ini lebih sering membuang waktu bermain media sosial. Bila ingin maju, kata dia, harus memanfaatkan waktu dan segala saluran seperti media sosial untuk mengembangkan passion dan mendekatkan diri dengan para profesional.

Sementara Managing Director GrabPay Indonesia Ongki Kurniawan menyampaikan, bahwa lulusan baru harus mencari kerja sesuai minatnya dan menjalankan pekerjaan dengan keinginan untuk terus belajar. Bahkan, minat belajar itu tak boleh hanya di satu keahlian saja, melainkan di banyak bidang yang terintegrasi dengan pekerjaan. “Jangan pernah takut mengambil risiko,” tuturnya.

Di lain sisi, ia juga menyampaikan hambatan yang kerap dijumpai para pencari kerja di Indonesia, yakni bahasa. Ia menyarankan lulusan baru meningkatkan kemampuan bahasa Inggris-nya. Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa untuk bisa maju dan menjabat posisi tertentu tidak instan. “Anak zaman sekarang kan maunya instan. Untuk bisa menjabat di jajaran direksi itu perlu jatuh bangun,” kata dia.

(Baca juga: Axton, Penerus Kerajaan Bisnis Salim Gencar Beternak Startup)

Adapun LinkedIn hair ini meluncurkan program Dream Jobs ini merupakan kampanye rekutmen sembilan perusahaan yang mencari pekerja lulusan baru. Perusahaa tersebut di antaranya, Grab, Bank Danamon, Habit for Humanity, Home Crdit, Kalbe Pharmaceuticals, Ogilvy & Mather, Procter & Gamble and Reckitt Benckiser. Posisi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari management trainee, acquisition, account management, hingga employer branding. Kampanye akan dilakukan dalam bentuk edukasi ke beberapa universitas dan sosial media.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait