Chatib Basri: Bank Indonesia Harus Masuk Mata Uang Digital

Hanya, Chatib menolak berkomentar saat ditanya soal peluangnya menjadi Gubernur Bank Indonesia.
Desy Setyowati
5 Februari 2018, 19:46
Bank Indonesia
Arief Kamaludin | Katadata

Bank Indonesia telah menggulirkan wacana untuk menerbitkan rupiah digital. Menteri Keuangan periode 2013-2014 Muhammad Chatib Basri mengapresiasi langkah tersebut.

"Ke depan BI harus masuk ke sini (mata uang digital). Kalau enggak nanti repot dia (BI)," kata Chatib dalam seminar bertajuk 'Disrupsi Digital: Peluang atau Tantangan' di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (5/2).

Meski mewacanakan penerbitan mata uang digital sendiri, namun hingga saat ini Bank Indonesia masih ‘mengharamkan’ transaksi dengan cryptocurrency. Menurut Chatib, hal itu bisa dimengerti, sebab mata uang digital asing, terutama bitcoin tidak memiliki jaminan (underlying), sehingga pergerakan harganya berdasarkan spekulasi.

Hal itu, bila dibiarkan, bisa menimbulkan inflasi atau kenaikan harga yang tak terkontrol dan shadow banking dalam jangka panjang.

Advertisement

"Jadi yang bisa dilakukan (oleh Bank Indonesia) adalah menciptakan sesuatu yang bisa dimonitor. Saya enggak tahu, apakah nantinya elektronik money atau voucher, atau yang lainnya," ujar Chatib.

(Baca juga: Jokowi Sebut Mata Uang Digital Sedang Diperebutkan Banyak Orang)

Chatib menyatakan, perubahan teknologi adalah hal yang tak terhindarkan. Bank Indonesia dan instansi lain tidak lagi bisa membuat aturan yang mengekang. Misalnya, memaksa pembuatan rekening perbankan secara langsung (face to face). Sementara dengan teknologi terkini, konsumen bisa membuat rekening di mana saja.

Yang bisa diatur pemerintah, kata dia, adalah aturan untuk memastikan perlindungan konsumen dan kelayakan produk yang ditawarkan. "Pemerintah enggak bisa lagi mengatur secara mikro, karena regulasinya jadi tidak relevan lagi nanti," tutur Chatib. Ia menambahkan, "Yang dibutuhkan ke depan, adalah birokrasi yang fleksibel."

Hanya, setelah bicara mengenai kebijakan bank sentral, Chatib tetap menolak berkomentar saat ditanya peluangnya menggantikan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. “Tanya Pak Jokowi,” ujarnya singkat.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait