Kata-kata Penyemangat Hidup dari Buku Atomic Habits untuk Milenial

Kata-kata penyemangat hidup dari buku Atomic Habits dapat menjadi sumber inspirasi agar lebih baik di masa depan.
Image title
16 September 2021, 06:00
Ilustrasi Kata-kata penyemangat hidup dalam keseharian
https://freerangestock.com/
Ilustrasi Orang Berlari Mengejar Mimpi

Pernahkan Anda merasa malas dan seperti kehabisan energi untuk beraktivitas? Padahal, secara fisik semuanya nampak sehat dan tak ada kekurangan. Namun dalam psikis ada sesuatu yang di luar kendali dan sulit untuk dimengerti.

Mungkin Anda perlu asupan motivasi dan kata-kata penyemangat hidup agar semakin berenergi. Salah satu buku yang banyak memberikan motivasi adalah tulisan dari James Clear berjudul "Atomic Habits".

James menulis mengenai cara mengubah kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baru yang baik. Dirinya juga mengajarka mengenai prinsip bahwa perubahan itu dimulai dari sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa.

Bagi Anda yang merasa lemas dan tak berenergi karena kurang motivasi, Katadata.co.id merangkum sejumlah tulisan menarik dari "Atomic Habits". 

1. Dahsyatnya Perubahan Kecil yang Dapat Menghasilkan Pengaruh Besar

Seperti judulnya, "Atomic Habits", James Clear ingin menyampaikan bahwa segala hal besar selalu dimulai dari langkah pertama yang nampaknya sederhana. Konsep ini bisa diterapkan dalam pelbagai bidang, dari menurunkan berat badan, membangun bisnis, hingga kegiatan kreatif seperti menulis buku. Semuanya dimulai dari langkah pertama.

James menuturkan bahwa perbaikan secara step by step meski hanya satu persen namun dilakukan dengan konsisten akan berpengaruh besar dalam kehidupan. Anda mengulang-ulang kebiasaan kecil itu dan dalam jangka panjang akan bernilai besar.

Intinya setiap perubahan untuk menuju kebaikan hasilnya tidak bisa langsung terlihat. Karena sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari bukan hanya transformasi yang terjadi sekali dalam seumur hidup.

2. Lupakan Sasaran, Berfokuslah pada Sistem

Seperti banyak kutipan-kutipan bijak yang sering beredar di lingkungan kita, kunci untuk sukses adalah menetapkan sasaran. Namun untuk target jangka panjang, pola membidik sasaran tidak selamanya manjur. James menuliskan bahwa mengubah sistem dalam menjalani kehidupan lebih baik dari pada hanya sekedar fokus pada tujuan.

James juga menegaskan bahwa sasaran selalu bicara tentang hasil. Namun sistem bicara mengenai proses yang akan mengantar kepada hasil-hasil tersebut. Setidaknya, bila tidak tepat pada sasaran namun memperbaiki sistem hidup, akan ada banyak kebiasaan dalam diri yang ikut menyesuaikan dan menjadi lebih baik.

3. Membangun Identitas Baru yang Lebih Baik dengan Dua Langkah

Banyak orang mengira untuk memiliki bakat tertentu merupakan sebuah takdir bawaan yang ada sejak lahir. Seperti talenta penulis yang ada sejak lahir. Atau jiwa kepemimpinan yang dianggap berasal dari garis keturunan.

Namun semua hipotesa itu disanggah oleh James Clear yang mengungkapkan bahwa identitas bergantung pada cara manusia mewujudkan kebiasaan. Seperti orang yang rajin ke tempat ibadah selama bertahun-tahun, dia akan mendapat label sebagai sosok yang agamis. Atau rajin lari di setiap pagi akan mendapat label sebagai sosok olahragawan.

Maka mulai saat ini, untuk mengubah kebiasaan buruk dari diri Anda, ada dua tips sederhana yang harus dilakukan. Pertama,  putuskan tipe orang yang Anda cita-citakan, dan kedua, buktikan pada diri sendiri dengan kemenangan-kemenangan sederhana. 

Dalam keseharian dua konsep sederhana itu bisa dimulai seperti, saat anda berlatih bermain biola pikirkan bahwa anda adalah seorang pemusik. Atau saat anda sedang berolahraga pikirkan bahwa anda adalah seoranga atlet. Atau saat sedang memberi motivasi dan semangat kepada kawan maka bayangkan bahwa anda adalah seorang motivator handal. 

Maka dimulai dari perubahan-perubahan sederhana yang kita buat, maka akan terbentuk pula identitas mengenai sosok: siapakah diri kita? Tak perlu mendengarkan pernyataan orang lain mengenai sosok diri kita, bamun cukup bangun sosok terbaik versi diri sendiri. 

5. Membentuk Perilaku Baik dalam Empat Kaidah Sederhana

Kaidah pertama adalah membuat segala kebiasaan baru yang lebih baik untuk mudah terlihat dan dekat dengan jangkauan mata. Seperti contoh agar kita terbiasa olahraga setiap pagi, maka kita wajib meletakkan sepatu dengan jangkauan paling dekat. Sehingga saat kita bersemangat olahraga kita tidak terkendala dengan kehilangan sepatu atau permasalahan lain yang menggugurkan kebiasaan baik kita yang baru dibangun. 

Kaidah kedua adalah membentuk segala kebiasaan menjadi menarik. Semakin menarik suatu kebiasaan maka semakin besar hasrat kita untuk menjalankan. James menyebutkan bahwa kebiasaan adalah lingkaran umpan baluk yang digerakkan oleh dopamin. Oleh karenanya saat sadar dopamin meningkat juga begitu pula dengan motivasi untuk beraksi. 

Membuat menarik suatu kebiasaan juga harus dirancang dengan rasa seakan godaan. Strategi ini berjalan dengan cara memasangkan aksi yang kita inginkan dengan aksi yang kita butuhkan. Contohnya: Setelah bermain ponsel aku akan melakukan push up sebanyak 20 kali. Hal itu dilakukan di setiap kali baru selesai bermain ponsel maka hasilnya akan menjadi semacam godaan karena terikat dengan kebiasaan yang sering dilakukan yang bahkan sifatnya seperti candu. 

Kaidah ketiga,  menjadikannya mudah. Terkadang seseorang untuk membangun kebiasaan atau kemampuan baru sudah terhalang dengan rasa khawatir akan rasa tidak percaya diri. Seperti saat kita melihat seseorang juara dalam olimpiade matematika. Pasti terbersit dalam bayangan kita berapa lama dia bisa membangun pola pikir sehingga bisa menaklukkan mata pelajaran matematika yang bagi sebagian besar orang menakutkan dan menyulitkan. Namun bagi sang juara olimpiade pelajaran matematika sudah menarik meski sulit. Serta dirinya rela mengulangi berbagai macam kesalahan sehingga tanpa sadar bahwa dirinya sudah menaklukkan berbagai macam rumus dan juga persepsi masyarakat mengenai sulitnya pelajaran matematika. 

Selain itu untuk membuat sebuah kebiasaan baru agar mudah dalam penerapan. Maka diperlukan konsistensi dalam berlatih dan berkegiatan. Semisal ada seseorang yang berlari 10 menit setiap hari namun dilakukan dengan konsisten dan tak pernah putus akan lebih baik dibanding orang yang berlari selama satu jam namun hanya dalam kurun sebulan sekali. 

Agar merubah kebiasaan menjadi mudah, tips selanjutnya adalah dengan menghilangkan segala macam hambatan yang berpotensi menggangu upaya perubahan kebiasaan. Bila ingin diet taruhlah segala buah dan makanan rendah gula dan kalori di lokasi yang mudah diraih dan dijangkau dengan tangan. Semakin sedikit suatu hambatan, maka semakin mudah suatu kebiasaan terbentuk. 

Kaidah keempat, menjadikannya memuaskan. Dengan membentuk perilaku yang menyengkan atau memuaskan, membuka peluang di masa yang akan datang akan terulang kembali. Hal itulah yang akan menjadi kebiasaan dalam keseharian. Untuk mencapai kepuasan dalam suatu kebiasaan bisa dilakukan dengan memberi penghargaan terhadap diri sendiri atas suatu pencapaian meski hanya sederhana. Seperti berhasil lari secara konsisten selama satu minggu, maka dapat memberikan self reward untuk membeli makanan favorit atau hal lainnya. Kebiasaan yang memuaskan ini akan menstimulus otak untuk terus mengulang-ulang suatu tindakan  yang tanpa disadari sudah menjadi kebiasaan. 

Bila ini sudah rutin dilakukan, jangan sekali-kali membolos atau mangkir dari ritme yang telah ditetapkan. Karena bila sekali berhenti, kemudian dilanjutkan pada keesokan harinya. Tentu saja, untuk membangun kebiasaan baru akan terasa sulit sekali.  

6. Terus Berlatih Tanpa Berfikir Untuk Berhenti

Membangun kebiasaan adalah suatu proses yang berkelanjutan. Tanpa ada acuan garis finish. Tidak ada solusi yang permanen.  Maka bila 4 kaidah sebelumnya ditemukan kebuntuan cobalah terus dan jangan berhenti untuk bereksperimen. Dengan berulang-ulang melakukan praktek membangun kebiasaan tanpa disadari identitas akan melekat pada diri. 

Selain itu jangan sekalipun untuk berhenti melakukan perbaikan. Bisa dibayangkan betapa majunya suatu usaha bila selalu ada evaluasi. Setiap kebiasaan selalu diperbaiki, menerima masukkan dari sana-sini dan selalu dinamis mencari formula baru dalam berbisnis. Maka setiap perjalanan selalu dimulai dari langkah kecil namun konsisten. 

Terinspirasi Dari Kisah Nyata

Buku yang memiliki jumlah halaman sebanyak 340 halaman tersebut dilihami dari kisah James Clear yang sempat mengalami kecelakaan saat berlatih bisbol. James yang kala itu berusia belia harus dilarikan ke rumah sakit akibat dari ulah tangan temannya yang melakukan kesalahan bermain bisbol saat pemukul lepas dari tangan dan mengenai wajah James. Setelah sampai di rumah sakit James mendapatkan perawatan. Singkatnya James mengalami cedera sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan olahraga bisbol.

Sepulangnya dari rumah sakit, James mengalami kekecewaan luar biasa karena gagal kembali bergabung dengan klub bisbol tempat bernaungnya terdahulu.  Walaupun sudah berlatih maksimal agar bisa masuk ke dalam grup inti di SMA nya. Namun hasilnya nihil, James tidak bisa masuk ke dalam grup inti bisbol sampai lulus SMA nya.

James muda pantang menyerah, usaha dan latihan terus menerus dilakukan semaksimal mungkin sehingga menjadi kebiasaan. Hal itu terbukti dari kebiasaan yang baik terus menerus di asah mengantar James kepada kesuksesan di Universitasnya. Tidak sedikit prestasi yang mencatat nama James di Universitasnya sampai James lulus. Berkat kebiasaan yang lebih baik dan tak kenal putus asa, apa pun bisa menjadi mungkin. Kegagalan James sewaktu SMA tidak menciutkan Kesuksesan James saat berada di Universitas.

Kebiasaan dahsyat itu dia bagikan melalui laman blognya https://jamesclear.com/. Dari bolg itu James juga membagi banyak kisah insipratif lainnya berkenaan dengan motivasi kehidupan. 

Dalam membuat buku ini James tidak hanya mengandalkan sumber dari pengalamannya saja, namun juga ada puluhan referensi yang dia cantumkan di akhir halaman. Ada lebih dari 302 referensi yang dia gunakan sebagai pelengkap dari bukunya tersebut. 

Kini buku ini sudah terjual dalam jutaan eksemplar dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan salah satunya ke Indonesia. Selain dibaca, buku ini juga diulas oleh sejumlah tokoh berpengaruh salah satunya Fellexandro Ruby yang menyebut bahwa buku ini masuk dalam kategori rekomendasi motivasi.  

 

Editor: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait