Dari Menhub Hingga Menpan RB, Ini Kemungkinan Menteri Jatah PAN

Bergabungnya PAN ke koalisi meniupkan isu reshuffle kabinet ke permukaan. Peluang partai menduduki kursi menteri pun terbuka lebar.
Image title
6 September 2021, 19:29
Menteri, Partai amanat nasional, reshuffle, kabinet jokowi
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan melambaikan tangan ke arah wartawan sebelum pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu nasional termasuk pembahasan rencana koalisi pada Pilkada 2020.

Pengamat politik menyebut tiga kursi Menteri yang berpeluang diduduki Partai Amanat Nasional (PAN) setelah bergabung dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Sejauh ini masih berkoalisi tanpa syarat karena PAN tidak langsung dapat menteri. Saya yakin kalau ada reshuffle PAN dapat menteri," kata pengamat politik dari Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat dihubungi Katadata, Senin (6/9).

Adi menyebut koalisi resmi dengan pemerintah yang tanpa syarat ini merupakan langkah hebat, meskipun juga membuat peluang PAN masuk jajaran kabinet Jokowi semakin besar.

Menurutnya, terdapat tiga kemungkinan posisi Menteri yang bisa diisi oleh PAN dalam kabinet Jokowi, yakni Menteri Perhubungan, Menteri Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Indonesia, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Advertisement

"PAN lebih mungkin di Menhub dan PMK. Di luar itu mungkin saja PAN dapat menteri lain, karena Jokowi sukar ditebak. Suka bikin kejutan," kata Adi.

Mengulik soal jabatan Menteri, Adi menyebut kemungkinan calon Menteri ini cenderung diambil dari kalangan Ketua Umum atau Sekretaris Jenderal partai politik. Ia memprediksi PAN juga akan mengajukan sosok serupa untuk menduduki kursi menteri. PAN saat ini dipimpin oleh Zulkifli Hasan dengan Soetrisno Bachir sebagai Ketua Dewan Kehormatan.

Adi menyampaikan masuknya PAN dalam jajaran koalisi Jokowi tidak memiliki pengaruh apapun secara elektoral. Apalagi jika ditilik dari kacamata masyarakat, Adi menyebut hal ini sudah jadi perkara biasa.

"Jangankan hanya nyebrang ke pemerintah, partai yg kadernya ditangkap KPK saja elektabilitasnya masih kuat. Publik melihat perpindahan PAN ini bukan dosa politik," pungkas Adi.

Petinggi PAN masih bungkam soal kemungkinan mendapatkan jatah menteri. Wakil Ketua UMUM PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan dan hak prerogatif presiden.

“Sikap politik PAN selama ini jelas, kritis tetapi solutif. PAN selalu hadir dengan gagasan dan kerja nyata untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan seluruh rakyat Indonesia lalu kita menggaungkan politik gagasan. PAN bekerja semaksimal mungkin untuk rakyat kita,” kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi.

Penyumbang Bahan: Mela Syaharani

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait