Kementerian ESDM Revisi Target Investasi Migas Akibat Pandemi

Pemerintah awalnya menargetkan investasi migas sebesar US$ 17,59 miliar tetapi akhirnya direvisi dengan mempertimbangkan pandemi Covid-19.
Image title
25 Oktober 2021, 19:16
Pekerja menyelesaikan pembuatan tangki LPG milik Pertamina EP di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan produksi gas nasional bertambah sebesar 520 ju
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Pekerja menyelesaikan pembuatan tangki LPG milik Pertamina EP di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memproyeksikan produksi gas nasional bertambah sebesar 520 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dari proyek hulu migas yang rampung tahun ini.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi target investasi migas 2021 dari awalnya US$ 17,59 miliar menjadi US$ 16,81 miliar. 

Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM, Dwi Anggoro Ismu kurniato mengatakan target awal US$ 17,59 miliar pertama kali muncul pada November 2020. Namun, seiring berjalannya waktu, Kementerian ESDM merasa target tersebut kurang realistis. Pemerintah pun akhirnya mematok target investasi migas yang lebih rendah. 

"Dalam perjalanannya setelah awal tahun 2021 mengalami perubahan target baik dari hulu dan hilir migas dengan mempertimbangkan Pandemi Covid-19," katanya kepada Katadata.co.id, Senin (25/10).

Ismu menegaskan perubahan tersebut juga telah tercantum dalam Buku Saku Migas yang menjadi pegangan Kementerian ESDM. Melalui Buku ini pihaknya juga terus melakukan data pembaharuan realisasi investasi migas.

Target investasi tahun ini direvisi menjadi US$ 16,81 miliar. Terdiri dari target investasi hulu sebesar US$ 12,38 miliar dan target investasi hilir menjadi US$ 4,43 miliar.

Hingga kuartal III 2021, Kementerian ESDM mencatat realisasi investasi sektor migas mencapai US$ 9,07 miliar atau 54% dari target yang ditetapkan. Realisasi ini terdiri dari investasi hulu sebesar US$ 7,65 miliar dan hilir US$ 1,42 miliar.
 

Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Alimuddin Baso menjelaskan rendahnya realisasi investasi sektor migas tahun ini disebabkan adanya beberapa hambatan. Antara lain seperti perubahan investasi di sisi hilir utamanya pada investasi kilang.

Meski demikian, pihaknya bakal menggenjot agar target investasi di tahun ini dapat tercapai. "Ada hambatan antara lain perubahan investasi hilir pada kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR). Ditjen Migas terus mendorong agar target investasi dapat terpenuhi," ujarnya.

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait