Ini 17 Jenderal Bintang Tiga Calon Pengganti Andika Perkasa

Salah satu syarat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat adalah jenderal aktif bintang tiga. Saat ini sebanyak 17 orang perwira TNI AD memenuhi syarat menggantikan posisi Andika Perkasa.
Image title
9 November 2021, 12:31
Guru Militer memberikan pengetahuan kepada siswa Pendidikan Kejuruan Bintara (Dikjurba) Korps Peralatan TNI AD sebelum praktik bongkar pasang rantai tank AMX-13 APC di Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal) Kodiklat TNI Angkatan Darat, Kota Cimahi, Jawa B
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.
Guru Militer memberikan pengetahuan kepada siswa Pendidikan Kejuruan Bintara (Dikjurba) Korps Peralatan TNI AD sebelum praktik bongkar pasang rantai tank AMX-13 APC di Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal) Kodiklat TNI Angkatan Darat, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Pengangkatan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI menyisakan teka-teki soal penggantinya di matra Angkatan Darat. Sebanyak 17 jenderal bintang tiga punya peluang sama besar untuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru.  

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Tatang Subarna mengatakan penentuan KSAD ada di tangan presiden sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Merujuk pada Pasal 14 Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI disebutkan bahwa Kepala Staf Angkatan diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Panglima TNI.

"Kita tunggu dengar juga," ujar Tatang kepada Katadata pada Selasa (9/11).

Tatang melanjutkan seluruh pejabat TNI berbintang tiga memenuhi syarat sebagai kandidat KSAD. Saat ini terdapat 17 perwira TNI berbintang tiga atau berpangkat Letnan Jenderal di matra AD. 

Dari 17 perwira tersebut, salah satu nama yang digadang-gadang akan naik pangkat adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal Dudung Abdurachman.

Analis intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta mengatakan Dudung merupakan kandidat paling menonjol sebab posisinya sebagai Pangkostrad sangat strategis dalam tubuh TNI.

Menurutnya posisi tersebut merupakan suatu prestasi yang sudah diputuskan melalui banyak pertimbangan. Selain itu, jabatan Dudung sebagau Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jayakarta pada periode 2020—2021 juga memperkuat peluangnya.

"Yang jelas ketika menjadi Pangdam Jaya Letjen Dudung mampu mengamankan Ibukota dengan baik, kerjasama dengan Polri dan Pemprov juga dilakukan sangat baik," ujar Stanislaus kepada Katadata pada Rabu (3/11).

Nama lain yang juga cukup menonjol adalah Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Eko Margiyono.  Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi  mengatakan Eko memiliki keunggulan tersendiri karena masa pensiunnya satu tahun lebih lama dari Dudung, yaitu tahun 2023. Sedangkan Dudung akan memasuki masa pensiun pada tahun 2022.

Berikut ini nama-nama jenderal bintang tiga calon pengganti Andika Perkasa:

  1. Wakil KSAD Bhakti Agus Fajri
  2. Pangkostrad Dudung Abdurrachman
  3. Kasum TNI Eko Margiyono
  4. Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra
  5. Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertahanan Ida Bagus Purwalaksana
  6. Sekretaris Menko Polhukam Tri Soewandono.
  7. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito
  8. Kepala Rumah Sakit AD Gatot Subroto, Albertus Budi Sulistya
  9. Inspektur Jenderal Angkatan Darat (Irjenad) Benny Susianto
  10. Koordinator Staf Ahli KSAD R. Wisnoe Prasetja Boedi
  11. Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklat AD) Anto Mukti Putranto
  12. Komandan Polisi Militer TNI AD Chandra Warsenanto Sukotjo
  13. Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Arif Rahman
  14. Komandan Pusat Teritorial AD Arief Indratmoko
  15. Komandan Kodiklat Madsuni,
  16. Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Joni Supriyanto
  17. Panglima Kogabwilhan III Jefry Apoly Rahawarin.

Saat ini, Jenderal Andika masih menunggu pelantikan dari Presiden sebagai Panglima TNI yang baru menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Saya enggak mau mendahului nanti disangka GR (gede rasa)," ujar Andika kepada wartawan pada Senin (8/11).

Jokowi akan melantik Andika Perkasa setelah mendapatkan surat persetujuan dari DPR. Namun, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini mengatakan pemerintah masih menunggu surat dari DPR.

Lebih lanjut, Faldo mengatakan meski Marsekal Hadi Tjahjanto sudah memasuki usia pensiun, pemerintah masih memiliki waktu sebulan ke depan untuk melantik Panglima baru. 

"Semuanya cukup waktu untuk melakukan upacara serah terima jabatan, sebagaimana tradisi di tubuh TNI," ujar Faldo dalam keterangannya, Senin (8/11).

 

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait