Pengertian Diskriminasi Berserta Contohnya di Lingkungan Sosial

Diskriminasi adalah perlakuan kelompok mayoritas yang menyudutkan kelompok minoritas karena perbedaan suku, ras, agama, jenis kelamin, dan status sosial. Berikut pengertian dan contoh diskriminasi.
Dwi Latifatul Fajri
29 Desember 2021, 14:41
Diskriminasi
Muhammad Zaenuddin|Katadata

Diskriminasi sering dijumpai di dalam lingkungan masyarakat, karena kecenderungan untuk membeda-bedakan. Diskriminasi masih sering terjadi di berbagai negara, disebabkan oleh budaya, kebangsaan, warna kulit, golongan, suku, jenis kelamin, dan agama.

Umumnya, diskriminasi terjadi karena kelompok mayoritas yang menyudutkan kelompok minoritas. Suatu kelompok yang memiliki kuasa ini dapat bertindak semena-mena pada kelompok minoritas yang berbeda.

Mengutip dari setkab.go.id, UUD Nomor 40 tahun 2008, mengatur pasal tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Dalam peraturan tersebut menjelaskan kedudukan seluruh warga negara sama di depan hukum. Serta warga negara berhak mendapatkan perlindungan dari diskriminasi ras dan etnis.

Advertisement

Pengertian Diskriminasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diskriminasi adalah perlakuan terhadap sesama warga negara, berdasarkan golongan, suku, warna kulit, ekonomi, agama, dan jenis kelamin.

Istilah diskriminasi berasal dari bahasa Inggris, discrimination yang digunakan pertama kali pada abad ke-17. Akar kata diskriminasi berasal dari bahasa latin yaitu discriminant.

Serapan kata ini menjelaskan tentang pelaku yang menyudutkan korban minoritas, dengan perlakuan yang berbeda.

Menurut Theodorson dan Thedorsan, diskriminasi adalah perlakuan yang tidak seimbang terhadap perorangan atau kelompok, sifatnya kategorik berdasarkan ras, suku bangsa, agama, atau anggota kelas sosial.

Diskriminasi menurut Theodorson terjadi karena kelompok mayoritas lebih dominan hubungannya, dengan minoritas. Sehingga perilaku bersifat tidak bermoral dan demokratis.

Pendapat dan Brigham, diskriminasi menjelaskan perlakuan yang membedakan kelompok minoritas, seperti suku bangsa, bahasa, adat istiadat, agama, dan kebangsaan.

Mengutip dari mitrahukum.org, diskriminasi awalnya terjadi dari prasangka. Adanya prasangka ini membuat perbedaan antara individu dan kelompok. Pembedaan ini terjadi karena sebagai makhluk sosial, orang berkumpul dengan kelompok yang memiliki kemiripan.

Suatu kelompok yang memiliki kemiripan ini seringkali berprasangka dan memiliki ketakutan jika ada yang berbeda. Sehingga terjadi ketidakpahaman dan generalisasi kelompok lain yang berbeda.

Jenis Diskriminasi

Berdasarkan jenis, ada 4 diskriminasi yang kasusnya ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasan tentang jenis diskriminasi:

  • Jenis kelamin

Terdapat perbedaan sikap yang membedakan sesama manusia, berdasarkan perbedaan jenis kelamin. Misal perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam bidang pekerjaan.

  • Ras

Beberapa negara dan daerah, terdapat diskriminasi ras atau rasisme. Diskriminasi ras terjadi karena suatu ras tertentu merasa lebih unggul, superior, dan lebih hebat sampai mengatur ras lainnya.

  • Rasial

Diskriminasi rasial terjadi pada kelompok masyarakat tertentu, karena adanya perbedaan warna kulit.

  • Diskriminasi Sosial

Terjadi perlakuan berbeda terhadap sesama manusia berdasarkan kedudukan sosial.

Contoh Diskriminasi

Tanpa disadari, diskriminasi sering terjadi di lingkungan sosial. Beberapa orang menganggap kelompok minoritas tak lebih baik dari mereka. Selain itu, diskriminasi ini terjadi karena individu terlihat berbeda dari yang lain. Berikut contoh diskriminasi yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Diskriminasi Agama

Jika kalian melihat berita, terjadi kekerasan pada kelompok minoritas yang menganut agama berbeda. Contoh kasus yaitu suku Rohingya, kerusakan tempat ibadah agama tertentu, dan orang yang menjelekkan agama lain.

Diskriminasi bisa terjadi di organisasi dan perusahaan, seperti seseorang yang tidak mendapatkan promosi dan naik pangkat karena menganut agama berbeda.

Contoh Diskriminasi Ras

Di Indonesia terjadi diskriminasi antara kelompok ras suku tertentu, sehingga menimbulkan konflik. Contohnya konflik di Kalimantan Barat antara suku Dayak, Melayu, dan suku Madura.

Contoh lainnya yaitu kekerasan dan penjarahan terhadap etnis Tionghoa tahun 1998.

Contoh Diskriminasi Sosial

Diskriminasi ini terjadi karena status sosial yang dimiliki individu. Contohnya saja perbedaan antara si kaya dan miskin. Di India, ada sistem kasta yang membuat masyarakat melakukan diskriminasi. Kasta paling rendah kesulitan untuk mendapatkan akses pendidikan, ekonomi, dan lainnya karena dianggap rendah.

Contoh Diskriminasi Jenis Kelamin

Di lingkungan sosial tertentu, anak laki-laki mendapatkan akses pendidikan yang lebih tinggi dibanding perempuan. Perempuan dianggap sebagai hak milik oleh suami setelah menikah. 

Contoh lainnya yaitu laki-laki lebih mudah mendapat pekerjaan, jabatan lebih tinggi, dan promosi dibanding perempuan.

Mengutip dari kemenpppa.go.id, masyarakat memberikan stereotype gender laki-laki dan perempuan. Stereotype berdasarkan anggapan dan label untuk membenarkan tindak kelompok satu dengan yang lain.

Contoh stereotype ini perempuan dianggap cengeng, tidak rasional, mudah emosional, dan tidak bisa mengambil keputusan penting. Anggapan tersebut dibenarkan oleh kelompok sehingga memicu diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Contoh Diskriminasi Terhadap Disabilitas

Contoh penyandang disabilitas kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kekurangan yang mereka miliki. Contoh lain yaitu penyandang cacat tubuh dianggap tak normal oleh teman-temannya.

Contoh Diskriminasi Penderita HIV/Aids

Masyarakat mengucilkan penderita HIV/Aids karena dianggap menyebarkan penyakit. Hal ini terjadi karena kurangnya edukasi dan pengetahuan pada masyarakat tentang penyakit HIV/ Aids.

Contoh Diskriminasi di Sekolah

Kasus pembulian, ancaman, dan cacian terhadap seseorang sering terjadi di sekolah. Contohnya suatu organisasi yang mengharuskan senior dan alumni mengatur junior. Senior bisa semena-mena pada junior sampai menimbulkan kekerasan fisik dan ancaman. 

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait