Teks Eksposisi: Ciri-Ciri, Struktur, Cara Menulis, dan Contohnya

Teks eksposisi adalah teks yang memaparkan informasi secara tepat dan akurat sehingga teks eksposisi harus bersifat objektif atau memaparkan informasi sesuai dengan hal yang terjadi dan faktual.
Image title
12 Januari 2022, 11:45
Ilustrasi teks eksposisi
Pexels/Ann H
Ilustrasi teks eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang mengandung sejumlah pengetahuan dan informasi secara singkat, padat, akurat, dan mudah untuk dipahami. Dalam teks eksposisi, sebuah isu diuraikan melalui rangkaian argumen dari penulis. Argumen digunakan sebagai bahan pendukung topik yang dibahas. 

Dalam teks eksposisi, penulis menjelaskan suatu informasi dengan jelas, objektif, dan terperinci. Teks ini memaparkan informasi sejelas-jelasnya tentang suatu hal. Teks eksposisi biasanya menguraikan suatu objek, langkah, cara, atau proses kerja. Contoh teks eksposisi adalah teks atau tulisan dalam koran, majalah, atau artikel ilmiah.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Menurut modul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.

  • Penyampaian teksnya secara lugas.
  • Menggunakan bahasa yang baku.
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.
  • Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.
  • Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.
  • Penjelasannya disertai data yang akurat.
  • Fakta digunakan sebagai alat untuk memperjelas dan kontribusi.
  • Gaya informasi yang mengajak.

Struktur Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki struktur yang membangun. Struktur teks eksposisi dijelaskan sebagai berikut.

Advertisement
  1. Tesis. Pada bagian ini dijelaskan sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Penulis dapat mengungkapkan pernyataan atau teori yang akan diperkuat dengan argumen.
  2. Argumentasi. Penulis menjelaskan bukti atau alasan yang digunakan untuk memperkuat pendapat dalam sebuah tesis. Argumentasi bisa berupa pernyataan umum atau generalisasi.
  3. Penegasan ulang (simpulan). Bagian ini mengandung pernyataan yang menegaskan tesis dan terbukti melalui argumentasi.

Cara Menulis Teks Eksposisi

Mengutip buku Identifikasi Teks Eksposisi Bahasa Indonesia Kelas X oleh Ria Yusnita, M.Pd., berikut cara menulis teks eksposisi.

1. Menentukan Topik/Masalah

Langkah pertama untuk membuat teks eksposisi adalah menentukan topik. Cobalah memilih topik yang dikuasai dan menarik. Sebuah topik dikatakan menarik apabila berkaitan dengan kepentingan pembaca, menyangkut orang-orang penting atau terkenal, peristiwa besar, dan hal-hal yang langka atau unik. Banyak membaca dari berbagai sumber referensi juga membantu dalam memilih topik.

2. Menyusun Kerangka Tulisan

Setelah memilih topik, susun kerangka tulisan. Penyusunan ini berfungsi untuk membantu dalam penulisan teks eksposisi yang sistematis dan mudah dipahami.

3. Mengumpulkan Bahan Tulisan

Teks eksposisi menguraikan isu secara faktual. Dengan demikian, mengumpulkan bahan atau referensi yang akurat perlu dilakukan. Pastikan bahan atau referensi yang diambil berasal dari sumber yang terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

4. Mengembangkan Kerangka

Setelah kerangka tulisan dan bahan terkumpul, mulai kembangkan kerangka tulisan. Penulisan teks eksposisi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gunakan kata baku sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Uraikan sesuai struktur, yaitu tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.

Contoh Teks Eksposisi Singkat Beserta Strukturnya

Simak contoh teks eksposisi singkat bersumber dari buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan HOTS.

Budaya Tradisional Semakin Tergerus

Tesis: Banyak aspek yang telah dicapai bangsa Indonesia pada 70 tahun usia kemerdekaan yang perayaannya telah berlangsung. Namun kenyataannya, pencapaian ini hanya sebatas keberhasilan secara fisik. Kemampuan bangsa Indonesia untuk bersaing di bidang seni budaya, khususnya seni dan budaya tradisional, masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain.

Argumentasi: Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman seni budaya tradisional. Tentunya Indonesia dapat bersaing dalam bidang seni budaya dengan negara lain. Generasi muda sebagai pewaris budaya tradisional harus dimotivasi untuk melestarikannya. Semangat pengembangan budaya harus ditanamkan sejak dini. Generasi muda dapat mengembangkan budaya tradisional tidak hanya di negeri sendiri, tetapi juga di kancah internasional.

Argumentasi: Pengembangan seni budaya Indonesia pada era globalisasi mengalami kendala besar. Saat ini masyarakat sudah terimbas dari efek globalisasi. Banyak cerita atau budaya tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia terlupakan. Budaya tradisional semakin tergerus dengan modernisasi budaya dari luar negeri.

Penegasan ulang: Kondisi seni budaya tradisional perlu menjadi perhatian semua pihak. Kondisi tersebut harus menjadi pemicu berbagai pihak untuk melestarikan seni budaya tradisional. Dengan demikian, budaya Nusantara dapat dibangun di negeri sendiri. Budaya nusantara mampu sejajar dengan budaya negara lain. Jadi, tidak ada yang akan memandang budaya Nusantara dengan sebelah mata lagi.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait