3 Contoh Teks Eksposisi Singkat Beserta Struktur dan Cara Menulisnya

Image title
14 Desember 2021, 10:06
Ilustrasi teks eksposisi. Contoh teks eksposisi singkat dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk memahami strukturnya yang terdiri dari tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.
Unsplash/Aaron Burden
Ilustrasi teks eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang mengandung sejumlah pengetahuan dan informasi secara singkat, padat, akurat, dan mudah untuk dipahami. Dalam teks eksposisi, sebuah isu diuraikan melalui rangkaian argumen dari penulis. Argumen digunakan sebagai bahan pendukung topik yang dibahas.

Contoh teks eksposisi adalah artikel berita yang dimuat dalam media. Menurut modul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.

  • Penyampaian teksnya secara lugas.
  • Menggunakan bahasa yang baku.
  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.
  • Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.
  • Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.
  • Penjelasannya disertai data yang akurat.
  • Fakta digunakan sebagai alat untuk memperjelas dan kontribusi.
  • Gaya informasi yang mengajak.

Struktur teks eksposisi terdiri atas tesis, rangkaian argumen atau argumentasi, dan penegasan ulang atau simpulan.

Contoh Teks Eksposisi Singkat Beserta Strukturnya

Simak contoh teks eksposisi singkat berikut ini.

Budaya Tradisional Semakin Tergerus

Tesis: Banyak aspek yang telah dicapai bangsa Indonesia pada 70 tahun usia kemerdekaan yang perayaannya telah berlangsung. Namun kenyataannya, pencapaian ini hanya sebatas keberhasilan secara fisik. Kemampuan bangsa Indonesia untuk bersaing di bidang seni budaya, khususnya seni dan budaya tradisional, masih tertinggal jauh dibandingkan negara lain.

Argumentasi: Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman seni budaya tradisional. Tentunya Indonesia dapat bersaing dalam bidang seni budaya dengan negara lain. Generasi muda sebagai pewaris budaya tradisional harus dimotivasi untuk melestarikannya. Semangat pengembangan budaya harus ditanamkan sejak dini. Generasi muda dapat mengembangkan budaya tradisional tidak hanya di negeri sendiri, tetapi juga di kancah internasional.

Argumentasi: Pengembangan seni budaya Indonesia pada era globalisasi mengalami kendala besar. Saat ini masyarakat sudah terimbas dari efek globalisasi. Banyak cerita atau budaya tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia terlupakan. Budaya tradisional semakin tergerus dengan modernisasi budaya dari luar negeri.

Penegasan ulang: Kondisi seni budaya tradisional perlu menjadi perhatian semua pihak. Kondisi tersebut harus menjadi pemicu berbagai pihak untuk melestarikan seni budaya tradisional. Dengan demikian, budaya Nusantara dapat dibangun di negeri sendiri. Budaya nusantara mampu sejajar dengan budaya negara lain. Jadi, tidak ada yang akan memandang budaya Nusantara dengan sebelah mata lagi.

Sumber: Buku CMS Cara Menguasai Soal Bahasa Indonesia SMA dan MA Latihan Soal dan Pembahasan HOTS.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Kesehatan Beserta Strukturnya

Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan

Tesis: Saat ini udara di beberapa kota besar di Indonesia tercemar dengan kabut asap hasil dari pembakaran hutan dan lahan akibat ulah manusia. Kabut asap tersebut kini memenuhi udara dan telah melewati ambang batas normal yang bisa dihirup oleh manusia. Kabut asap yang melayang-layang di udara ini 100 kali lebih berbahaya daripada asap yang dikeluarkan oleh rokok karena mengandung ratusan kali zat karsinogenik yang sangat berbahaya di dalamnya bagi kesehatan tubuh kita.

Argumentasi: Kabut asap yang mencemari udara ini menimbulkan berbagai kerugian dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi kesehatan mereka sehingga masyarakat yang menghirup kabut asap memiliki berbagai macam risiko penyakit yang berbahaya. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, anak-anak, lansia, dan orang-orang penderita penyakit jantung dan paru-paru memiliki risiko yang sangat besar terkena dampak kabut asap.

Argumentasi: Ada beberapa penyakit berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh kabut asap ini, di antaranya iritasi pada bagian mata dan kulit. Hal ini disebabkan oleh partikel- partikel halus yang melayang-layang di udara mengenai mata dan kulit mereka sehingga mata dan kulit menjadi perih dan memerah. Apabila hal ini terus menerus terjadi, kerusakan pada mata dan kulit akan semakin meradang.

Argumentasi: Bahaya kabut asap selanjutnya adalah memperparah para penderita asma dan penyakit paru-paru kronis, seperti bronkitis, dan PPOK. Penyakit -penyakit tersebut akan bertambah buruk jika kabut asap terhirup ke dalam paru. Selain itu, bagi para penderita penyakit kronis lainnya seperti jantung, hati, dan ginjal, kabut asap ini menjadi faktor yang bisa memperburuk keadaan mereka. Hal ini terjadi karena kabut asap yang terhirup itu menurunkan daya tahan tubuh sehingga tubuh kehilangan sistem imunitasnya.

Argumentasi: Bahaya kabut asap lainnya adalah bencana ini dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru dan saluran pernafasan. Kabut asap yang terhirup tersebut akan mengakibatkan selaput lendir di mulut, hidung, dan tenggorokan terinfeksi sehingga menyebabkan alergi dan peradangan pada saluran pernapasan atau disebut juga dengan ISPA. Bahkan ,yang paling parah kabut asap ini bisa menyebabkan penyakit Pneumonia.

Argumentasi: Penyakit Pneumonia akan mengakibatkan paru-paru menjadi hitam dan rusak. Akibatnya, paru-paru akan kehilangan kemampuannya untuk melakukan tugas utamanya, yaitu bernafas sehingga para penderita penyakit ini sulit untuk sembuh, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Argumentasi: Selain membahayakan secara langsung, kabut asap juga mengakibatkan terganggunya sistem pencernaan manusia. Partikel-partikel kabut asap yang mengandung zat karsinogenik berbahaya tersebut terbawa angin dan menempel pada permukaan tumbuhan, dan buah-buahan. Selain itu, partikel kabut asap itu juga mencemari sumber-sumber air, seperti sungai, sumur, dan danau. Buah, tumbuhan, dan air yang tercemar tersebut akan dikonsumsi oleh manusia. Akibatnya, masyarakat yang mengonsumsinya menderita berbagai masalah pencernaan, seperti diare, dan penyakit pencernaan lainnya.

Argumentasi: Dampak tidak langsung lainnya adalah kabut asap bisa menimbulkan stres. Masyarakat yang terpapar kabut asap tidak bisa beraktivitas seperti biasanya sehingga mau tidak mau mereka harus berdiam diri di dalam rumah. Hal inilah yang menimbulkan stress di dalam diri mereka. Akibatnya, daya tahan tubuh menjadi menurun dan mereka menjadi mudah terserang penyakit.

Argumentasi: Dari risiko-risiko penyakit di atas, baik secara langsung maupun tidak langsung, anak-anak kecil dan para lanjut usia lah yang sangat beresiko terkena dampaknya. Hal ini dikarenakan anak kecil dan lansia memiliki daya tahan tubuh yang lemah dibandingkan dengan orang-orang dewasa.

Penegasan ulang: Berdasarkan penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kabut asap yang menyelimuti udara bisa menyebabkan penyakit terhadap masyarakat yang menghirupnya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sumber: Modul Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Contoh Teks Eksposisi Tentang Covid-19

Pentingnya Menggunakan Masker saat Pandemi

Menggunakan masker pada saat pandemi COVID-19 merupakan hal yang wajib dipakai terutama ketika bepergian keluar rumah. Masker menjadi hal yang esensial karena mampu menangkal virus ataupun bakteri yang akan masuk ke mulut ataupun hidung seseorang.

Dokter Budi mengingatkan bahwa menggunakan masker penting karena merupakan penghalang atau barrier agar ludah atau cipratan terhalangi ketika sedang mengobrol, batuk, atau bersin. Serta sebagai cara untuk melindungi diri sendiri dan orang lain terutama kelompok rentan agar tidak tertular COVID-19. 

“Jadi, misalkan kalau kita tidak pakai masker semuanya bisa menyembur. Kalau kita pakai masker semuanya terhalangi. Walaupun anak muda tidak ada gejala yang muncul tapi tetap kita harus melindungi orang lain dan lingkungan kita, apalagi kelompok rentan. Jadi, salah satu pencegahannya penularan itu tetap harus menggunakan masker, walaupun kita tidak ada gejala,” jelasnya. 

Secara garis besar terdapat tiga jenis masker yaitu masker kain, masker medis atau masker bedah, dan masker N95 atau KN95. Masker kain merupakan masker yang dapat digunakan untuk masyarakat terutama yang sehat dan saat berada di tempat kerumunan. Umumnya masker kain dapat ditemui dimana saja karena harganya yang murah dan dapat dipakai berulang kali.

Sedangkan masker medis atau masker bedah adalah masker yang digunakan oleh tenaga kesehatan atau orang yang sakit dan hanya dapat digunakan satu kali pemakaian. Dan yang ketiga adalah masker N95 dimana efektivitasnya itu mencapai 95% untuk menyaring partikel virus yang berukuran kurang lebih 0,3 - 10,1 mikron. Umumnya, masker N95 digunakan untuk tenaga medis yang melakukan tindakan yang dapat menimbulkan aerosol seperti pada tindakan operasi.

Dokter Budi juga menjelaskan bahwa ketika menggunakan masker harus memperhatikan kebersihan dan kelayakan pada masker seperti sebelum memakai masker kondisi tangan harus bersih, memastikan bahwa masker dalam kondisi yang bersih dan tidak rusak, serta memastikan tidak ada celah ketika memakai masker. Apabila ingin makan atau minum sebaiknya masker dilepas dan disimpan pada tempat atau plastik yang bersih. 

“Kemudian kita juga harus pastikan bahwa memang mulut, hidung, dan dagu semuanya tertutupi. Jadi misalnya kalau mulutnya saja tertutupi, kalau misalnya kita bersin dari hidung, dari hidung masih keluar,” kata dokter Budi.

Selain itu, dokter Shela turut menjelaskan mengenai cara melepas masker yang benar agar  tidak terkontaminasi virus atau bakteri yang menempel di masker.

“Pertama pastikan tangan sudah steril dan pegang bagian dari talinya, kemudian pegang bagian dari talinya dan jangan menyentuh bagian depan maskernya, serta buka secara perlahan agar tidak ada risiko penularan,” jelas dokter Shela.

Dokter Shela juga mengingatkan setelah melepas masker kain disarankan untuk dicuci menggunakan air dan sabun agar virus dan bakteri yang menempel luruh atau mati, serta menjemurnya di bawah sinar matahari. Sedangkan apabila menggunakan masker medis, dianjurkan untuk membungkus dengan plastik atau diletakkan pada tempat sampah khusus infeksius agar tidak terjadi kontaminasi.

Sumber: Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Covid19.go.id).

Cara Membuat Teks Eksposisi

Mengutip buku Identifikasi Teks Eksposisi Bahasa Indonesia Kelas X oleh Ria Yusnita, M.Pd., berikut cara membuat teks eksposisi.

1. Menentukan Topik/Masalah

Langkah pertama untuk membuat teks eksposisi adalah menentukan topik. Cobalah memilih topik yang dikuasai dan menarik. Sebuah topik dikatakan menarik apabila berkaitan dengan kepentingan pembaca, menyangkut orang-orang penting atau terkenal, peristiwa besar, dan hal-hal yang langka atau unik. Banyak membaca dari berbagai sumber referensi juga membantu dalam memilih topik.

2. Menyusun Kerangka Tulisan

Setelah memilih topik, susun kerangka tulisan. Penyusunan ini berfungsi untuk membantu dalam penulisan teks eksposisi yang sistematis dan mudah dipahami.

3. Mengumpulkan Bahan Tulisan

Teks eksposisi menguraikan isu secara faktual. Dengan demikian, mengumpulkan bahan atau referensi yang akurat perlu dilakukan. Pastikan bahan atau referensi yang diambil berasal dari sumber yang terpercaya sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

4. Mengembangkan Kerangka

Setelah kerangka tulisan dan bahan terkumpul, mulai kembangkan kerangka tulisan. Penulisan teks eksposisi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gunakan kata baku sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Uraikan sesuai struktur, yaitu tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.

Itulah pembahasan tentang contoh teks eksposisi dan cara membuatnya.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait