Luhut Minta Maaf Pelaksanaan PPKM Darurat Kurang Optimal

"Sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Luhut.
Safrezi Fitra
17 Juli 2021, 19:27
ppkm darurat, luhut binsar pandjaitan, luhut minta maaf, pemerintah minta maaf, ppkm darurat kurang optimal, ppkm, ppkm darurat, covid, covid-19
Menko Marves
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Permintaan maaf ini terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang dinilai kurang optimal.

"Sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali, dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Luhut dalam konferensi pers virtual Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7).

Ke depan, dia memastikan bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan penyebaran varian delta Covid-19 bisa diturunkan. Bantuan sosial kepada masyarakat akan ditambah dan dipercepat.

PPKM darurat yang berlaku di pulau Jawa dan Bali telah berlangsung selama 15 hari sejak tanggal 3 Juli lalu. Luhut mengatakan kebijakan bertujuan menurunkan aktivitas dan mobilitas masyarakat guna mengendalikan penularan dari varian Delta yang saat ini melanda Indonesia.

Advertisement

"Hasil monitoring kami, terhadap indikator Google traffic Facebook mobility dan indeks cahaya malam telah terjadi penurunan yang cukup signifikan terhadap penurunan mobilitas dan aktivitas masyarakat. Ini memberikan harapan kepada kita semua," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian dari berbagai institusi, dibutuhkan waktu kurang lebih 14 sampai 21 hari untuk penambahan kasus ini bisa mulai menurun. Hal ini dapat terjadi jika semua pihak konsisten terhadap pelaksanaan PPKM darurat.

Luhut mengakui pelaksanaan PPKM ini memberi dampak cukup besar akibat penurunan mobilitas dan aktivitas masyarakat. Pusat perbelanjaan harus tutup, aktivitas kerja karyawan pabrik pun harus dikurangi untuk memastikan protokol kesehatan bisa berjalan, restoran dan tempat makan pun hanya bisa menerima makan di rumah atau take away.

Hal ini tentu berpengaruh terhadap usaha atau pendapatan harian, terutama para pedagang kecil. Sebagai upaya meringankan beban masyarakat kecil, pemerintah akan memberikan tambahan anggaran bantuan sosial tambahan sebesar Rp 39,9 triliun untuk masyarakat.

Penyumbang bahan: Mela Syaharani

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait