Monumen Kapal Selam Surabaya, Saksi Kemenangan Operasi Trikora

Kapal selam KRI Pasopati 410 saat ini digunakan sebagai Monumen Kapal Selam untuk mengenang kemenangan Indonesia dalam Operasi Trikora.
Image title
23 Agustus 2021, 15:23
Monumen Kapal Selam yang terletak di Jalan Pemuda No. 39, Kota Surabaya, monkasel surabaya, Monumen Kapal Selam
bappeko.surabaya.go.id
Monumen Kapal Selam yang terletak di Jalan Pemuda No. 39, Kota Surabaya.

Monumen Kapal Selam atau disingkat Monkasel merupakan sebuah monumen yang dibangun menggunakan kapal selam asli. Monumen ini terletak di Jalan Pemuda No. 39, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Data Dinas Pariwisata Jawa Timur mencatat Monumen Kapal Selam dibuat dari kapal selam KRI Pasopati 410. Salah satu kapal selam milik armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952.

Kapal selam ini pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Semenjak digunakan sebagai museum, pengunjung dapat menikmati interior kapal serta menonton film tentang proses peperangan yang terjadi di Laut Aru.

Saat ini, Monumen Kapal Selam merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang ramai dikunjungi karena unik, edukatif, dan menarik.

Sejarah KRI Pasopati 410

KRI Pasopati dengan nomor lambung 410 termasuk jenis SS tipe Whiskey Class yang dibuat di Vladi Wostok, Rusia pada tahun 1952 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian, dan melakukan silent raids.

Selama pengabdiannya, KRI Pasopati 410 banyak berperan aktif menegakkan kedaulatan negara dan hukum laut, misalnya dalam Operasi Trikora KRI Pasopati terlibat langsung di garis depan.

Berdasarkan buku berjudul Cuplikan Sejarah Perjuangan TNI-Angkatan Darat yang ditulis oleh Dinas Sejarah Militer dan Fa Mahjuma, Operasi Trikora bermula saat Belanda melakukan pelanggaran pada tahun 1961 di Irian Barat.

Setelah melalui beberapa perundingan dan diskusi bersama PBB, pihak Belanda dan Indonesia tidak mencapai mufakat sehingga diputuskan untuk menempuh jalur militer. Pemerintah Indonesia melalui Presiden Soekarno menyerukan operasi militer pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan sebutan Operasi Trikora, yaitu operasi militer terbesar dalam sejarah Republik Indonesia untuk merebut Irian Barat dari kekuasaan Belanda.

KRI Pasopati 410 dinonaktifkan dari jajaran TNI Angkatan Laut pada 26 Januari 1990. Kemudian diubah menjadi Monumen Kapal Selam untuk mengenang perjuangan Operasi Trikora serta mengabadikan kapal selam tersebut.

Pembangunan Monkasel dimulai pada tanggal 1 Juli 1995 ditandai dengan peletakan batu pondasi pertama oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Sudirman, bersama Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Gofar Soewarno dan baru dibuka pada tanggal 15 Juli 1998.

Monumen Kapal Selam kemudian diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Arief Kushariadi, pada 27 Juni 1998. Pembangunan Monumen Kapal Selam dimulai dengan memotong bagian KRI Pasopati 410 menjadi 16 bagian, kemudian disatukan kembali di PT PAL Indonesia yang kemudian dibawa ke lokasi untuk dirakit ulang hingga menjadi wujud utuh KRI Pasopati.

Kepemilikan museum berada di bawah tanggung jawab TNI Al dan dikelola oleh Pusat Koperasi Angkatan laut. Jenis koleksi yang ditampilkan adalah mesin dan peralatan kapal selam dan kapal selam ini yang menjadi koleksi unggulannya.

Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410
Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 (Wikipedia)

 

Data Kapal KRI Pasopati 410

Kapal selam KRI Pasopati 410 merupakan bagian utama dari Monumen Kapal Selam. Dari Digital Library Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Digilib ITS) dapat ditemukan data kapal selam sebagai berikut.

  • Panjang: 76,6 meter
  • Lebar: 6,30 meter
  • Kecepatan kapal di atas air: 18,3 knots
  • Kecepatan kapal di bawah air: 13,5 knots
  • Berat penuh: 1.300 ton
  • Berat kosong: 1 050 ton
  • Jarak jelajah: 8.500 mil laut
  • Bahan bakar: Solar
  • Baterai: 224 buah
  • Persenjataan: torpedo steam gas 12 buah
  • Panjang torpedo : 7 meter
  • Peluncur torpedo : 6 buah
  • Awak kapal : 63 orang termasuk perwira

Ruangan Dalam KRI Pasopati 410

Dalam KRI Pasopati 410, pengunjung dapat berkeliling dan melihat beragam fitur kapal selam. Ada 7 ruangan dalam KRI Pasopati 410, yaitu:

  1. Ruang 1. Ruangan ini adalah tempat peluncuran torpedo. Pintu masuk kapal berada dalam ruangan ini.
  2. Ruangan 2. Ruangan ini merupakan ruang serbaguna untuk Perwira karena segala aktivitas sebagian besar dilakukan disini. Seperti aktivitas istirahat, kerja, makan, dan sebagainya. Selain itu, dalam ruangan ini ada radio pemancar yang digunakan untuk mengirim berita dan informasi.
  3. Ruang 3. Ruangan ini digunakan sebagai Pusat Informasi Tempur (PIT) untuk aktivitas pengendalian dan informasi tempur. Komandan kapal menggunakan ruangan ini untuk mengatur seluruh kegiatan saat kapal beroperasi, berlayar, atau saat melaksanakan serangan torpedo.
  4. Ruang 4. Ruangan ini merupakan tempat tidur ABK (Anak Buah Kapal), ruang makan, dapur, serta tempat untuk menyimpan bahan makanan.
  5. Ruangan 5. Ruangan ini digunakan sebagai ruang diesel. Terdapat 2 buah diesel motor pendorong pokok (mpk-37D) yang berfungsi sebagai penggerak baling-baling kapal dan generator untuk pengisian baterai.
  6. Ruangan 6. Fungsi ruangan ini adalah ruang listrik yang memiliki 2 buah motor listrik atau generator poko untuk menggerakkan baling-baling dan mengisi baterai.
  7. Ruang 7. Ruangan ini merupakan ruangan torpedo buritan dan terdapat 2 buah peluncur torpedo. Di bagian atas ruangan ini terdapat pintu masuk ABK dari arah geladak buritan ke dalam kapal selam.

Fasilitas Monumen Kapal Selam

Selain menjelajahi kapal selam, Monumen Kapal Selam dilengkapi dengan sarana hiburan seperti menonton film dokumenter, live music dan wisata air Kalimas. Daerah sekitar Monumen Kapal Selam juga dilengkapi aneka restoran, tempat penjualan souvenir dan sarana parkir yang luas.

Monumen Kapal Selam masuk dalam taman Swarga Puspitaloka dimana dalam taman ini terdapat beragam pepohonan yang tertata rapi. Pengunjung juga dapat berolahraga menggunakan track jogging.

Sekitar taman terdapat beberapa koridor, tempat duduk, lampu-lampu hias dan bangunan yang serasi yang dapat digunakan untuk bersantai dan menikmati pemandangan. Pada dinding pembatas sebelah barat terdapat karya seni lukis berisi sejarah kekuatan angkatan laut.

Pada pelataran sebelah timur, terdapat panggung hiburan. Panggung tersebut merupakan sarana untuk berbagai acara. Monumen Kapal Selam juga menyediakan fasilitas hiburan wisata air di Kalimas antara lain perahu karet, perahu motor, sepeda air, perahu naga dan jet ski setiap hari Sabtu dan Minggu.

Tiket Masuk Monumen Kapal Selam

Semenjak 31 Desember 2004, tarif biaya masuk Monumen Kapal Selam termasuk biaya untuk arena, kapal selam, dan menonton film dokumenter. Sebelumnya, setiap fasilitas dikenakan biaya sendiri. Namun, untuk mempermudah manajemen keuangan Pihak Monumen Kapal Selam, tiket masuk per orang dikenakan biaya Rp 5.000 sementara untuk rombongan minimal 30 orang dikenakan biaya Rp 3.000.

Monumen Kapal Selam merupakan wisata sejarah yang edukatif dan menarik. Kemegahan monumen ini merupakan saksi dari Operasi Trikora yang historis. Jangan lewatkan berkunjung ke monumen ini saat Anda berada di kota Surabaya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait