Profil Faye, Anak Maruli Simanjuntak yang Jadi Aktivis Kemanusiaan

Safrezi Fitra
30 November 2023, 13:45
profil faye, faye simanjuntak, profil faye simanjuntak, maruli simanjuntak, luhut binsar pandjaitan, anak maruli simanjuntak, cucu luhut pandjaitan, cucu luhut binsar pandjaitan
Youtube/ @TEDx
Faye Simanjuntak

Faye Simanjuntak adalah anak dari Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru dilantik Presiden Jokowi pada 29 November 2023. Faye juga merupakan cucu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Faye merupakan cucu tertua yang menjadi kebanggan Luhut. Faye pernah terpilih sebagai salah satu anak muda paling berpengaruh dalam Forbes Indonesia kategori "30 Under 30" 2020. Saat itu Luhut mengungkapkan kebanggaan atas prestasi yang dicapai cucunya.

"Suatu kebanggaan tersendiri untuk saya sebagai kakek dari seorang perempuan belia bernama Faye, yang mendedikasikan cita-cita hidupnya untuk membuat sebuah 'Rumah' perlindungan bagi anak-anak dari bahaya kejahatan perdagangan manusia dan kekerasan seksual," tulis Luhut di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, pada Februari 2020.

Sejak usia 11 tahun, Faye Simanjuntak memang aktif bersuara tentang pentingnya anak-anak tahu dan sadar akan hak-hak mereka. Seperti dikutip Harian Kompas Oktober 2018, Faye menceritakan pengalaman pertama kali mengenal isu prostitusi anak berkat tugas sekolah.

Ketika duduk di bangku kelas VI, guru memberi tugas membuat makalah terkait permasalahan sosial. Faye memilih topik perdagangan anak (child trafficking). Dari tugas itu Faye baru menyadari betapa banyak anak-anak menjadi korban perdagangan manusia.

Perhatiannya terhadap kasus perdagangan anak makin besar setelah membaca data yang dirilis End Child Prostitution, bahwa 43 persen anak-anak yang diperdagangkan berusia di bawah 14 tahun. Anak-anak diperdagangkan dengan berbagai tujuan, mulai dari pekerja di bawah umur hingga diambil organ tubuhnya. Adapun alasan terbanyak ialah dimasukkan ke dalam lingkaran pelacuran.

Tak hanya anak, Faye juga aktif membela hak perempuan. Faye sempat ikut dalam kampanye menentang "tes keperawanan" dalam seleksi penerimaan tentara wanita di TNI. Menurutnya, selain ketidakakuratan dari sisi medis, kelayakan prajurit perempuan untuk bertugas tidak boleh dinilai dalam kaitannya dengan kehidupan seks mereka. Pada Agustus 2021, TNI mengumumkan menghapus tes tersebut.

Profil Faye Simanjuntak

Nama: Faye Hasian Simanjuntak
Nama Panggilan: Faye
Lahir: 10 April 2002
Sekolah: Jakarta Intercultural School
Kuliah: Georgetown University, Amerika Serikat
Nama Ayah: Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
Nama Ibu: Paulina Pandjaitan
Nama Kakek: Luhut BInsar Pandjaitan


Prestasi Faye Simanjuntak

Bersama para staf dan relawan Rumah Faye, yang memberikan perlindungan dan pemulihan untuk para korban anak akibat perdagangan dan eksploitasi seksual. Di Rumah Faye mereka mendapatkan pelatihan keterampilan untuk anak-anak antara lain melukis, merajut, menjahit dan tembikar.

Dukungan keluarganya dan teman-teman mengantarkan Faye Simanjuntak memperoleh banyak prestasi. Pada 2017, Faye masuk nominasi tiga finalis teratas untuk penghargaan tahunan dari Belanda, 'International Children's Peace Prize' yang di selenggarakan oleh Kids Rights.

Pada 2018, Faye Simanjuntak masuk dalam daftar "50 Asians to watch" untuk kategori sosial versi The Straits Times Singapura. Dia masuk dalam daftar tersebut, bersama Joey Alexander dan Brian Imanuel yang mewakili Indonesia.

Tahun berikutnya, pada 2019, anak Maruli Simanjuntak ini mendapat kesempatan berkampanye stop perdagangan anak dari MTV Asia lewat program Generation Change. Dia juga mendapatkan dua penghargaan lainnya, yakni sebagai anak muda berpengaruh versi Forbes Indonesia 30 Under 30 untuk kategori Social Entrepreneur & Philantrophy.

Pada 2020, Faye terpilih menjadi salah satu anak muda yang memimpin versi Gen.T List 2020, untuk kategori Philantrophy & Charity.

Rumah Faye

Faye punya impian untuk memutus rantai perdagangan, kekerasan, dan eksploitasi terhadap anak. Bersama ibunya, Paulina Pandjaitan, Faye terlibat dalam pembangunan Rumah Faye, sebuah yayasan nonprofit dan nonpemerintah yang memiliki tujuan mulia untuk membantu anak-anak yang menjadi korban perdagangan manusia Rumah Faye adalah wujud nyata dari tekad Faye Simanjuntak untuk melawan perdagangan anak.

Visi Rumah Faye adalah memastikan setiap anak memiliki hak untuk hidup, dilindungi, tumbuh, dan berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan. Rumah Faye menjalankan tiga program inti: pencegahan, penyelamatan, dan rehabilitasi.

Rumah Faye didirikan pada tanggal 16 Oktober 2013 di Jakarta, Rumah Faye aktif memberikan edukasi kepada korban prostitusi, perdagangan, dan kekerasan seksual terhadap anak. Beberapa perusahaan dan donatur ikut membantu.

Pada 2016, ada donatur yang meminta Faye mengelola sebuah rumah aman untuk anak-anak korban prostitusi di Provinsi Kepulauan Riau. Rumah aman itu sudah dibangun dan diberi nama Rumah Faye. Pada 2018 ini ada 30 anak yang ditampung dan menjalani masa pemulihan.

Rumah Faye adalah salah satu Unit Kerja dari Yayasan Del yang bergerak dalam usaha pencegahan perdagangan anak untuk tujuan prostitusi. Adapun Yayasan Del didirikan oleh kakek dan nenek Faye, yakni Luhut Binsar Pandjaitan dan Devi Pandjaitan.

Organisasi nirlaba Yayasan Del ini bertujuan menghadirkan akses pendidikan berkualitas di daerah terpencil. Yayasan Del memulai kegiatannya pada tahun 2001 dengan membangun sebuah institusi pendidikan berkualitas global di desa terpencil, Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatra Utara.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...