Erick Thohir: Komponen Biodiesel Pertamina Group Diminati Eropa

Komponen biodiesel dari Indonesia dipasok ke benua biru.
Image title
Oleh Hadi S
3 Oktober 2022, 10:04
Komponen biodiesel dari Indonesia dipasok ke benua biru.
Dok. Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi ekspansi yang dilakukan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Marketing & Distribution Pte Ltd (PIMD), serta Pertamina International Shipping (PIS).

Ketiga perusahaan yang tergabung dalam Pertamina Group itu telah berhasil memasuki pangsa pasar Eropa untuk komponen biodiesel (green diesel component/GDC). Erick menyampaikan, energi baru terbarukan (EBT) ini ramah lingkungan dan kualitasnya lebih baik dari biodiesel konvensional.

“Bahan baku biodiesel ini umumnya dari virgin vegetable oil, namun dapat juga menggunakan used cooking oil (UCO) dan waste residue dari animal fat,” ujar Erick saat menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Pertamina Group dengan Trafigura di London, Inggris, Jumat (30/9).

Ia mengatakan, permintaan GDC di Uni Eropa terbagi dalam dua kategori. Yakni, GDC berbahan dasar crude palm oil (CPO) dengan jumlah permintaan sekitar 150.000 metrik ton per tahun, serta yang berbahan dasar UCO dengan permintaan sekitar 300.000-500.000 metrik ton per tahun.

Advertisement

Menurut Erick, Trafigura telah menyampaikan ketertarikan dalam membeli GDC Pertamina Group. “Trafigura bahkan telah lebih dulu melakukan pembelian ke Pertamina Group. Perjanjian ini dilakukan agar penjualan GDC bisa berjalan secara long term,” ucap Erick.

Erick menyebut, potensi konsumsi fatty acid methyl ester (FAME) dan bahan baku biodiesel Eropa akan terus meningkat. Hal ini seiring target Renewable Energy Directive (RED II) untuk penggunaan energi terbarukan sebesar 14 persen untuk sektor transportasi di seluruh Eropa pada 2030. Jumlah itu naik dari target RED I yang sebelumnya sebesar 10 persen.

Erick mengungkapkan, bahan baku UCO lebih disukai karena mekanisme penghitungan ganda di Eropa. “Sedangkan palm oil tertekan karena beberapa negara Eropa melarang penggunaan bahan baku palm oil dalam jangka panjang. Di mana, salah satu target RED II adalah pelarangan penggunaan GDC berbasis palm oil di Eropa,” ucapnya.

Erick pun meminta Pertamina Group untuk terus membuka peluang peningkatan pangsa pasar GDC di kancah internasional. “Dengan besarnya potensi yang ada di Eropa, bahkan Asia, ini menjadi kesempatan besar bagi Pertamina Group untuk terus memperluas jangkauan produk GDC,” tandasnya.

(Tim Riset Katadata)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait