Jeff Bezos Lelang 1 Kursi Wisata ke Luar Angkasa, Tertarik Ikut?

Jeff Bezos menyebut wisata luar angkasa adalah bagian dari mimpinya. Lelang satu kursi perjalanan ini berlangsung secara daring dan akan ditutup pada 12 Juni 2021.
Image title
10 Juni 2021, 11:58
jeff bezos, wisata luar angkasa, blue origin, new spehard<iframe style="height:700px; width:100%; border: none;" src="https://databoks.katadata.co.id/datapublishembed/119767/jeff-bezos-masih-jadi-orang-terkaya-dunia-pada-2021"></iframe>
Instagram/JeffBezos
Jeff Bezos, pendiri perusahaan teknologi dan e-commerce Amazon.

Jeff Bezos, salah satu orang terkaya di dunia siap membawa manusia berekreasi ke luar angkasa bersama perusahaan antariksanya, Blue Origin. Perusahaan yang didirikannya pada tahun 2000 ini berencana meluncurkan roket bernama New Shepard pada 20 Juli 2021.

Pada unggahan akun Instagram pribadi miliknya, bos perusahaan teknologi dan e-commerce Amazon itu menyebut wisata luar angkasa adalah bagian dari mimpinya. Ia juga akan terbang ke luar angkasa bersama saudaranya, Mark. 

“Sejak saya berusia lima tahun, saya bermimpi bepergian ke luar angkasa. Pada 20 Juli, saya akan melakukan perjalanan itu dengan saudara laki-laki saya. Petualangan terbesar, dengan sahabat saya,” tulis Bezos pada akun @jeffbezos, Senin (7/6).

Para astronot yang akan ikut serta dalam penerbangan manusia ke luar angkasa ini kemungkinan termasuk personel perusahaan Blue Origin. Namun, ada satu kursi lagi tersedia yang akan dilelang.

Lelang Satu Kursi Wisata Luar Angkasa

Laman resmi milik Blue Origin mengadakan lelang satu kursi untuk orang yang berminat ikut serta dalam wisata luar angkasa pertama oleh Blue Origin. Lelang yang berlangsung secara daring ini akan ditutup pada 12 Juni 2021.

Blue Origin mengatakan telah menerima hampir 6 ribu peserta penawar dari 143 negara. Hingga lima hari sebelum lelang ditutup, tawaran tertinggi mencapai US$ 2,8 juta atau hampir Rp 40 miliar. 

Berdasarkan pernyataan di laman Blue Origin, jumlah tawaran yang menang akan disumbangkan ke Yayasan Blue Origin. Dana tersebut nantinya digunakan untuk mempromosikan pendidikan sains dan teknologi serta membantu menciptakan masa depan kehidupan di luar angkasa.

Direktur Penjualan Orbital dan Astronot Blue Origin Ariane Cornell mengatakan, hingga saat ini Blue Origin belum membahas lebih lanjut terkait opsi penetapan harga untuk satu kursi penumpang tersebut. Secara jangka panjang, biaya yang dirogoh turis antariksa untuk melakukan wisata luar angkasa ini disebut tidak akan sebesar tawaran lelang. 

Pada 2018, Blue Origin memprediksi biaya penumpang untuk wisata luar angkasa ini setidaknya US$ 200 ribu per orang atau sekitar Rp 2,8 miliar.

Gedung Amazon
Amazon, perusahaan e-commerce yang didirkan Jeff Bezos.  (Ken Wolter|123RF.com)

Misi Blue Origin Bersama New Shepard

Dilansir dari BBC.com, nama New Shepard ini diambil dari Alan Shepard. Ia adalah warga negara AS pertama dan orang kedua di dunia yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Bersama New Shepard, Blue Origin berharap wisata luar angkasa akan mengundang daya tarik pasar yang besar.

Menurut laman resmi Blue Origin, perusahaan perjalanan luar angkasa milik Bezos ini berencana meluncurkan roketnya lebih dari 100 kilometer (62 mil) di atas permukaan bumi.

New Shepard dirancang untuk membawa penumpang dalam perjalanan lurus naik-turun secara singkat pada ketinggian tersebut. Hal ini memungkinkan penumpang akan mengalami gaya berat mikro. 

Penumpang juga akan merasakan tubuhnya melayang sekitar tiga menit tanpa bobot di puncak pendakian. Mereka akan melihat kegelapan ruang dan cakrawala melengkung bumi. “Saya pribadi berpikir orang akan melihat betapa kerennya pengalaman ini dan ingin melakukannya sendiri,” kata Cornell.

Bangkitnya Pariwisata Luar Angkasa

Pengumuman Blue Origin terkait dibukanya wisata luar angkasa merupakan kebangkitan pariwisata luar angkasa. Kabar ini diumumkan oleh Blue Origin bertepatan dengan peringatan 60 tahun penerbangan luar angkasa pertama yang dilakukan oleh astronot AS, Alan Shepard.

Alan Shepard melakukan perjalanan luar angkasa dalam kapsul Project Mercury Freedom 7 pada 5 Mei 1961 silam. Wisata luar angkasa jelas bukan hal yang baru. Sekitar 20 tahun lalu, pada 28 April 2001, seorang pengusaha asal AS, Dennis Tito, merogoh US$ 20 juta dollar AS demi melakukan wisata luar angkasa pertama menggunakan roket Rusia.

Dilansir dari KompasTV, selain Blue Origin, perusahaan lain seperti SpaceX milik Elon Musk akan meluncurkan wisata luar angkasa pada September 2021 dan Januari 2022.

Tak mau kalah, Virgin Galactic milik miliarder Inggris, Richard Branson, juga tengah bersiap melakukan uji coba peluncuran roket. Perusahaan ini juga berencana membuka wisata luar angkasa pada 2022 mendatang. 

Penyumbang bahan: Alfida Febrianna (magang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait