Kasus Positif Covid Bertambah 2.548 Orang, DKI Jakarta Paling Tinggi

Syahrizal Sidik
4 Desember 2022, 19:52
Kasus Positif Covid Bertambah 2.548 Orang, DKI Jakarta Paling Tinggi
ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj.
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga saat peringatan Hari Kesehatan Nasional di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, pada Minggu (4/12), terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 2.548 orang. Sehingga, per hari ini, secara nasional jumlah kasus virus Corona mencapai 6.680.203 kasus.

Secara rinci, provinsi DKI Jakarta masih menyumbang penyebaran kasus Covid tertinggi harian secara nasional, yakni sebanyak 1.056 kasus. Kemudian, Jawa Barat menyumbang sebanyak 499 kasus. Banten sebanyak 278 kasus.

Provinsi lainnya yang menyumbang kasus virus Corona adalah Jawa Timur sebanyak 274 kasus, Jawa Tengah 134 kasus dan DI Yogyakarta sebanyak 40 kasus.

Jumlah pasien yang berhasil sembuh tercatat sebanyak 5.772 orang menjadi sebanyak 6.469.238 orang. Adapun, pasien yang meninggal hari ini sebanyak 25 kasus menjadi 159.978 orang.

Pada hari ini, suspek yang sudah diperiksa sebanyak 2.545 orang dengan jumlah spesimen sebanyak 39.809 orang dan kasus aktif sebanyak 50.987 kasus.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat menghadapi peningkatan Covid-19 dalam waktu dekat. Budi memperkirakan puncak penularan akan terjadi paling lama dua pekan mendatang. Saat ini pemerintah masih terus memantau tren penularan virus Corona. 

"Feeling saya, kita akan mencapai puncaknya dalam satu atau dua pekan ke depan," kata Budi di Jakarta, Jumat (25/11) dikutip dari Antara.

Kasus Covid-19 di Indonesia belakangan sempat berada di level sekitar 8.000 kasus per hari. Budi juga memperkirakan angka penularan bisa mencapai 10 ribu hingga 15 ribu per harinya.


News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait