Harga BBM Naik, Tarif Taksi Blue Bird Bakal Lebih Mahal

Blue Bird saat ini sedang menyesuaikan harga tarif yang baru seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Patricia Yashinta Desy Abigail
5 September 2022, 15:26
Harga BBM Naik, Bagaimana Nasib Tarif Taksi Blue Bird?
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Penumpang menaiki taksi blue bird di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Emiten pengelola taksi, PT Blue Bird Tbk saat ini sedang merampungkan skenario perhitungan tarif taksi yang baru. Pihaknya mengatakan akan mengumumkan kebijakan tarif baru dalam beberapa waktu dekat. 

Hal ini sebagai respons manajemen emiten bersandi BIRD tersebut terkait kenaikan harga bahan bakar (BBM) subsidi yang mulai berlaku sejak 3 September 2022. 

"Kami memastikan kebijakan yang diambil oleh perseroan akan memperhatikan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan daya beli konsumen," tulis perseroan dalam keterangan resmi, dikutip Senin (5/9). 

Direktur Utama Blue Bird Sigit Djokosoetono, menyampaikan bahwa perseroan optimis terhadap pertumbuhan sektor transportasi darat tetap positif hingga akhir  tahun. Walaupun di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu bahkan kenaikan BBM di dalam negeri. 

Advertisement

"Hal ini sejalan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah sehingga kondisi pasar segera membaik, stabilitas ekonomi tetap terjaga dan Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan nasional yang dicanangkan," katanya. 

Sebelumnya, Kementerian Keuangan memperkirakan, kebutuhan anggaran subsidi tetap akan membengkak dari alokasi Rp 502 triliun menjadi Rp 649 triliun pada tahun ini. Kenaikan harga BBM membuat pemerintah menghemat subsidi Rp 49 triliun dari proyeksi Rp 698 triliun jika pemerintah tak menaikkan harga. 

"Dengan kenaikan harga, APBN pada akhir tahun akan membayar Rp 650 triliun," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam interview dengan CNBC Indonesia TV, Senin (5/9).

Sekalipun harga dinaikkan, APBN tetap jebol. Pagu anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun ini disiapkan Rp 502,4 triliun. Pemerintah sebelumnya memperkirakan butuh tambahan anggaran mencapai Rp 195,6 triliun jika harga BBM tak naik, sehingga total subsidi dapat membengkak menjadi Rp 698 triliun. 

Meski harga Pertalite, Solar, dan Pertamax naik akhir pekan lalu, harga ketiga jenis BBM tersebut masih berada di bawah keekonomiannya.

 

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait