Wijaya Cahaya Timber Melantai Perdana di Bursa, Harga Saham Sentuh ARA

Patricia Yashinta Desy Abigail
1 Februari 2023, 10:22
Wijaya Cahaya Timber Resmi Melantai di Bursa, Harga Saham Sentuh ARA
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.
Wijaya Cahaya Timber (FWCT) melantai di bursa.

Perusahaan yang bergerak di bisnis indusri kayu lapis, PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) melakukan pencatatan perdana saham atau listing di Bursa Efek Indonesia atau BEI pada Rabu (1/2) ini.

Saat debut perdana melantai di pasar modal, harga saham emiten berkode FWCT tersebut langsung menyentuh auto reject atas atau ARA dengan kenaikan 34,75% atau 41 poin ke level Rp 159 dari level penawaran umum perdana Rp 118.

Hingga 09.20 WIB, harga saham FWCT masih menempati posisi tertingginya. Berdasarkan data BEI, volume saham FWCT yang diperdagangkan tercatat 9,66 juta dengan nilai transaksi Rp 1,54 miliar. Sementara itu, frekuensi perdagangannya tercatat sebanyak 3.760 kali, dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 298,13 miliar. Harga saham yang diperdagangkan berkisar Rp 150 hingga Rp 159.

Menurut prospektusnya, perseroan melepas 375 juta saham biasa atas nama atau sebanyak 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan nilai nominal Rp 100, serta dengan harga pelaksanaanya Rp 118 per saham. Dari hasil penawaran tersebut, perusahaan akan meraup dana segar Rp 44,25 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian mesin-mesin produksi utama, seperti Rotary Barker, Spindle-less, dan Continous Dryer. Selain itu Press Dryer, Glue Spreader, Coldpress, Hotpress, Panel Saw, Sander Calibrating dan Sander Finishing.

Sekitar 16% digunakan untuk belanja modal berupa pembelian mesin-mesin produksi pendukung seperti Boiler, Forklift dan Knife Grinder. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung operasional perseroan untuk pembayaran pembelian bahan baku kepada pemasok.

Per 31 Juli 2022, perseroan telah membukukan penjualan Rp 508,29 miliar dengan laba bersih Rp 25,18 miliar. Hal tersebut menjadi salah satu faktor membawa perseroan yakin dan optimis dalam proses IPO.

Perseroan berdiri pada bulan Maret tahun 2017. Saat ini memiliki empat pabrik yang terletak di dua lokasi berbeda, yakni tiga pabrik terletak di Malang dan satu pabrik terletak di Jember dengan kapasitas produksi 193.000 m3. Produk perusahaan dipasarkan untuk domestik dan luar negeri seperti Amerika Serikat, Korea Selatan dan Malaysia.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Advertisement

Artikel Terkait