Sektor Transportasi Tumbuh 21%, Menhub Minta Semua Pihak Jaga Momentum

Badan Pusat Statistik mendata transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada semester I-2022.
Andi M. Arief
8 Agustus 2022, 18:36
Budi Karya Sumadi
Humas Kemenhub
Budi Karya Sumadi

Badan Pusat Statistik atau BPS mendata transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada semester I-2022. Selama Januari-Juni 2022, lapangan usaha transportasi dan pergudangan tercatat tumbuh 18,56% secara tahunan. 

Secara kuartalan, pertumbuhan transportasi dan pergudangan pada April-Juni 2022 naik 21,27% dibandingkan capaian Januari-Maret 2022. Capaian ini berakselerasi lantaran pertumbuhan pada kuartal I-2022 sebesar 15,79% dibandingkan realisasi tiga bulan sebelumnya. 

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan pendorong pertumbuhan pada paruh pertama 2022 secara umum adalah pengoptimalan pendanaan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), optimalisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), mendorong partisipasi swasta, dan transformasi struktural. 

“Hasil ini bisa menjadi indikator bahwa pemulihan di sektor transportasi yang telah kita bersama upayakan sudah terjadi. Momentum ini harus kita jaga agar pada triwulan ketiga dan keempat di tahun 2022 trennya terus meningkat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Senin (8/8). 

Advertisement

Budi mengatakan akselerasi pertumbuhan pada kuartal II-2022 didorong oleh pelonggaran larangan mudik tahun ini. Sebagai informasi, pemerintah telah melarang masyarakat untuk melakukan mudik selama Bulan Ramadhan pada 2020-2021. 

Budi berencana untuk meningkatkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan kuartal II-2022 hingga akhir tahun ini. Menurutnya, kolaborasi dapat mengatasi beberapa tantangan transportasi pada paruh kedua 2022. 

Tantangan yang dimaksud Budi adalah keterbatasan fiskal, peningkatan kebutuhan pendanaan infrastruktur, pengintegrasian layanan transportasi, rendahnya kesadaran keselamatan transportasi, dan transportasi ramah lingkungan. 

“Pada triwulan tiga dan empat, kami akan memanfaatkan momentum hari kemerdekaan yang memiliki semangat bersama untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” kata Budi. 

Pada kuartal II-2022, mayoritas provinsi mencatatkan nominal Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan 2010 lebih tinggi dibandingkan nominal PDB harga konstan kuartal II 2019. PDB nilai konstan secara nasional juga lebih tinggi, yakni dari Rp 2.735,2 triliun menjadi Rp 2.923,7 triliun.

 Beberapa provinsi yang paling cepat pulih dari pandemi tersebut berada di kawasan timur Indonesia. Hal ini tidak mengherankan, pasalnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Maluku dan Papua sebesar 13,01% secara tahunan pada kuartal II, tertinggi dibandingkan kawasan lainnya.

 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait