Enam Menteri di Kabinet Kerja Jokowi Daftar Caleg DPR

Partai Golkar, Hanura dan Nasdem memilih tak mencalonkan para menteri mereka.
Dimas Jarot Bayu
18 Juli 2018, 07:12
Kabinet
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Presiden Joko Widodo memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, 4 Januari 2017.

Sebanyak enam menteri yang bergabung dalam Kabinet Kerja bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendaftarkan diri sebagai calon legislatif dalam Pemilu 2019. Selain dua menteri dari PDIP, empat menteri lainnya berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, ada tiga menteri dari partainya yang akan maju sebagai caleg. Mereka yakni Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Hanif akan mencalonkan diri dari dapil Jawa Barat VI. Imam akan menjadi caleg dari dapil DKI Jakarta I. Sementara, Eko akan mencalonkan diri dari dapil Bengkulu.

"Ada tiga menteri yang akan mencalonkan diri dan dicalonkan oleh partai," kata Karding di Kantor KPU, Jakarta, Selasa malam (17/7).

Advertisement

(Baca juga: Menteri Puan dan Yasonna Laoly Kembali Daftar Caleg DPR Lewat PDIP)

Ada pun, PAN mengusung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur sebagai caleg. Rencananya, Asman bakal mencalonkan diri dari dapil Kepulauan Riau.

Dapil tersebut yang meloloskan Asman ke parlemen tiga periode berturut-turut sejak 2004 hingga 2014. "Bang Asman adalah salah satu kader terbaik kami," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto.

Sebelumnya, PDIP mencalonkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly sebagai anggota legislatif pada Pileg 2019. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Puan dan Yasonna masing-masing bakal dicalonkan dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Menurut Hasto, Puan dan Yasonna tak akan mundur dari jabatannya meski akan bertanding dalam Pileg 2019. Puan dan Yasonna pun dipastikan akan mengajukan cuti ketika kampanye Pileg 2019.

(Baca juga: Johan Budi Masuk Daftar Caleg DPR dari PDIP untuk Dapil Jawa Timur)

Selain enam menteri ini, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP juga masuk dalam daftar caleg PDIP. Johan ditempatkan di Dapil VII Jawa Timur.

Johan menyatakan pencalonannya setelah evaluasi pekerjaan dan perenungan selama enam bulan dan diskusi dengan keluarga. "Saya memutuskan untuk beralih dalam ladang pengabdian yang berbeda yaitu melalui jalur politik," kata Johan.

Menteri dari Golkar, Hanura dan Nasdem tak daftar caleg

Partai Golkar memilih tak mencalonkan para menteri yang berada di kabinet kerja. Setidaknya terdapat tiga menteri yang berasal dari Golkar, yakni Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Sosial Idrus Marham, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

"Menperin, Mensos, dan Menko Kemaritiman tidak mencalonkan, jadi fokus bantu Presiden selesaikan pemerintahan," kata Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Freidrich Paulus.

Selain Golkar, Hanura dan Nasdem tak mencalonkan kader mereka yang saat ini menjadi menteri di pemerintahan. Wakil Ketua Umum Hanura I Gede Pasek Suardika mengatakan, akan membiarkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto untuk tetap fokus membantu Jokowi.

(Baca juga: Lebih dari Separuh Caleg PSI dari Kalangan Muda Profesional)

Sekretaris Jenderal Nasdem Johnny G Plate mengatakan partainya berkomitmen melarang para menteri serta pejabat tinggi yang ada di pemerintahan untuk mendaftarkan diri sebagai caleg. Mereka juga akan difokuskan membantu Jokowi untuk menyelesaikan masa jabatannya setahun ke depan.

Saat ini, menteri dan pejabat tinggi yang berasal dari Nasdem, yakni Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Jaksa Agung M Prasetyo. 

 

Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait