Jepang Diramal Meleset Capai Kekebalan Kelompok terhadap Covid-19

Terhambatnya distribusi vaksin yang dialami negara lain menimbulkan keraguan bahwa Jepang akan mendapatkan pasokan vaksin tepat waktu.
Yuliawati
25 Januari 2021, 17:56
vaksin virus corona, pandemi corona, Jepang
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoo/HP/dj
Warga memakai masker pelindung, ditengah mewabahnya virus corona (COVID-19) di depan cincin Olimpiade raksasa di Tokyo, Jepang, Jumat (22/1/2021).

Ilmuwan memperkirakan Jepang akan mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap Covid-19 pada Oktober tahun ini. Negeri Sakura yang merupakan pembeli vaksin virus corona terbesar di Asia menargetkan kekebalan kelompok sebelum Olimpiade Dunia.

Jepang membeli 314 juta dosis vaksin virus corona dari Pfizer, Moderna Inc dan AstraZeneca Plc. Dengan jumlah populasi 126 juta, perhitungan matematis tersebut cukup untuk mencapai kekebalan kelompok.

Namun, terhambatnya distribusi vaksin yang dialami negara lain menimbulkan keraguan bahwa Jepang akan mendapatkan pasokan vaksin tepat waktu. "Jepang kelihatannya agak terlambat," kata Rasmus Bech Hansen, pendiri perusahaan penelitian Inggris, Airfinity dikutip dari Reuters, Senin (25/1).

Potensi terganjalnya pasokan vaksin ini menjadi pukulan bagi Perdana Menteri Yoshihide Suga. Dia telah berjanji kepada penduduknya untuk menyediakan vaksin dalam jumlah cukup pada pertengahan 2021 dan memperkirakan tercapainya herd immunity sebelum Olimpiade.

Hingga saat ini, Komite Olimpiade Jepang (JOC) masih merencanakan Olimpiade Tokyo akan berlangsung pada Juli 2021 mendatang.

Taro Kono, kepala program vaksin Jepang, pekan lalu mengatakan negaranya akan memulai suntikan pertama pada Februari, dimulai dengan memberikan kepada 10 ribu pekerja medis. Namun, ia memundurkan perkiraan pengamanan pasokan vaksin yang cukup menjadi Juni.

Pasokan vaksin untuk Jepang sangat rentan karena rencana inokulasi bergantung pada dosis Pfizer, yang berisiko diambil kembali oleh otoritas AS untuk melawan pandemi di negara tersebut.

Hansen menyebut Pfizer tak akan cukup menyediakan vaksin untuk semua negara yang membuat kontrak. "Amerika membutuhkan 100 juta lebih vaksin dari Pfizer untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan banyak dari 100 juta itu akan diambil dari jatah Jepang."

Pfizer menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya meningkatkan kapasitas untuk memenuhi permintaan global. Perusahaan farmasi itu bertujuan memproduksi sekitar dua miliar dosis vaksin pada 2021.

Pada pekan lalu, dua perusahaan produksi vaksin yakni Pfizer dan AstraZeneca mengumumkan kesulitan dalam mengirimkan vaksin sesuai kontrak ke Uni Eropa. Pfizer menjelaskan keterlambatan karena perubahan pada proses manufaktur demi mendorong produksi. Adapun AstraZeneca menyebut memangkas pasokan vaksin hingga 60 % ke Uni Eropa akibat permasalahan produksi.

Adapun Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan kekebalan kelompok terhadap virus corona tidak akan tercapai tahun ini. Kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan membutuhkan waktu untuk memenuhi produksi vaksin untuk kebutuhan umat di seluruh dunia.

Swaminathan mengatakan jika kekebalan kelompok terjadi di beberapa negara, tidak akan melindungi orang di seluruh dunia. Kekebalan kelompok ini membutuhkan lebih dari 70 % populasi menerima vaksinasi.

Dia menekankan pentingnya terus menerapkan protokol kesehatan masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.

Infografik_Varian baru covid-19 memicu lockdown
Infografik_Varian baru covid-19 memicu lockdown (Katadata)

 

Advertisement

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait