Kiat Susi Pudjiastuti Jalani Masa Pensiun yang Membebaskan

Susi Pudjiastuti menjalani segudang kegiatan di masa pensiunnya.
Image title
17 September 2021, 16:45
Susi Pudjiastuti, pensiun,
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 Susi Pudjiastuti saat di lokasi upacara pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma\'ruf Amin di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merasakan masa pensiun memberikan kebebasan tanpa tekanan. Di masa pensiunnya Susi dapat menjalani berbagai aktivitas yang dia sukai.

Susi memandang pentingnya seseorang tetap aktif berkegiatan saat menjalani masa pensiun. "Jangan berhenti beraktivitas yang Anda sukai," kata Susi dalam acara Wealth Wisdom 2021 - Bank Permata, Jumat (17/9).

Susi menilai seseorang yang berhenti beraktivitas menjadi tidak produktif yang akan mempengaruhi penurunan kesehatan. Biasanya mereka yang tak memiliki kegiatan menjadi lebih banyak mengonsumsi layar televisi atau ponsel pintar.

Aktivitas yang berkurang memang akan membuat pikiran relaks, tapi bila berhenti bergerak tidak baik buat tubuh dan kesehatan. "Kalau tubuh kurang bergerak, pikiran menurun. Tetap jaga pikiran dan tubuh bergerak selalu," ujar Susi dalam sesi diskusi yang dipandu
Co-Founder dan Managing Director Katadata Ade Wahyudi.

Sebaliknya, Susi mengatakan seseorang harus mengejar impiannya saat masa pensiun. Masa pensiun menurut dia bukan berarti menghalangi seseorang untuk beraktivitas.

Bagi Susi, orang yang pensiun menjadi tidak memiliki batasan apapun. Sebaliknya, masa pensiun membuatnya menikmati masa kebebasan karena tanpa ada tuntutan apapun. "Tapi bukan berarti saya berhenti tidak melakukan sesuatu," ujar dia.

Susi menyebut dirinya sebagai seseorang yang tidak bisa diam. Bahkan, pandemi Covid-19 juga tidak menghalangi dirinya untuk beraktivitas.
Untuk itu, ia saat ini tengah sibuk mengurus proyek berkebun, proyek membangun gubuk untuk anak-anak, hingga menjadi presenter.

Selain itu, Susi juga tengah menjabat sebagai asisten pada maskapai miliknya, yaitu Susi Air. "Saya hanya mendengar kalau ada problem di Susi Air atau membantu jika memerlukan kontak pejabat tinggi," katanya.

Meski tak terlibat lagi dalam pemerintahan, Susi masih berkeinginan untuk mengabdi pada masyarakat. Pengabdian pun dapat dilakukan meski tidak berada dalam lingkar pemerintah.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan aktif pada media sosial. Cara ini dianggap bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan pengalaman kepada masyarakat. "Ini sangat penting dan itu yang membuat saya aktif di media sosial," ujar Susi.

Perempuan kelahiran 1965 ini dikenal luas setelah terpilih sebagai menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2014-2019. Sebelumnya ia dikenal sebagai pengusaha hasil laut yang memulai bisnisnya sejak usia 18 tahun.

Ia sempat diterima bersekolah di salah satu SMA favorit di Yogyakarta. Namun, ia memutuskan menghentikan sekolahnya dan kembali ke Pangandaran untuk mulai berbisnis.

Susi memulai kariernya dengan menjadi pengepul ikan di kampung halamannya dengan modal uang yang didapatkan dari hasil menjual perhiasannya. Bisnisnya berkembang pesat, ia mulai memasok hasil laut lainnya seperti udang hingga ke pasar internasional. Saat bisnisnya tumbuh subur, terlintas ide untuk membeli pesawat khusus guna mendistribusikan produknya.

Pada 2004, ia mulai membeli pesawat pertama jenis Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar. Inilah cikal-bakal dari perusahaan penerbangan yang di kemudian hari dikenal sebagai Susi Air. Susi lantas mendirikan perusahaan penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air) pada penghujung 2004.

Susi Air hingga saat ini melayani penerbangan domestik perintis di beberapa daerah. Kebanyakan mengangkut penerbangan di bandara-bandara kecil, seperti di wilayah Papua, ada juga di Pulau Jawa dengan rute Bandara Pangandaran, Cilacap, serta beberapa bandara domestik lainnya.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait