BPOM AS Bakal Terbitkan Izin Obat Covid-19 Buatan Pfizer dan Merck

Sebelum pengumuman FDA, AS telah memiliki kontrak pembelian obat buatan Pfizer dan Merck.
Image title
22 Desember 2021, 17:58
pfizer, obat, merck
ANTARA FOTO/REUTERS/Matthew Childs/WSJ/cf
Logo Pfizer terlihat di lokasi pemasok global di Havant, Britain, Senin (1/2/2021).

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) bakal mengumumkan izin penggunaan obat oral antiviral Covid-19 buatan Pfizer Inc dan Merck pada pekan ini. Kedua obat tersebut dianggap cukup efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian akibat Covid-19.

Pfizer meluncurkan obat antiviral dengan merek Paxlovid yang dikonsumsi secara oral. Dari penelitiannya, Pfizer mengklaim Paxlovid menunjukkan kemanjuran mendekati 90% dalam mencegah rawat inap dan kematian pada pasien berisiko tinggi.

Adapun Merck meluncurkan Molnupiravir yang dikembangkan bersama dengan Ridgeback Biotherapeutics. Merck mengklaim obat ini dapat mengurangi rawat inap dan kematian sekitar 30% dalam uji klinis pada individu berisiko tinggi di tahap awal penyakit.

Reuters pada Rabu (22/12) menyebutkan, hingga kini FDA belum memberikan komentar atas kemungkinan pengumuman izin terhadap dua obat tersebut.

Inggris merupakan negara pertama di dunia yang menyetujui obat antivirus Merck pada November. Obat itu digunakan pada orang dengan Covid-19 gejala ringan hingga sedang serta untuk mereka yang berisiko sakit parah.

Adapun AS memiliki kontrak untuk membeli 5 juta paket obat Merck dan 10 juta paket perawatan Pfizer.

Kementerian Kesehatan RI telah mendekati beberapa perusahaan farmasi untuk mendapatkan obat untuk pasien Covid-19. Salah satu yang dijajaki adalah raksasa farmasi Amerika Serikat yakni Merck untuk mendapatkan Molnupiravir.

Tidak hanya Merck, Kemenkes juga sudah berupaya menghubungi perusahaan global lainnya seperti Eli Lilly hingga produsen obat Korea Selatan, Celltrion Inc. "Jadi obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan beberapa telah merencanakan untuk mulai uji coba," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin (4/10).

Kemenkes juga berupaya aktif mendekati berbagai produsen obat Covid-19, baik yang bersifat monoklonal antibodi maupun antivirus. Selain itu mereka juga menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta rumah sakit untuk mengkaji dan melakukan uji klinis dari seluruh obat-obatan baru Covid-19.

 

Advertisement
Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait