Skor Indeks Persepsi Korupsi RI 38, di Bawah Angka Rata-rata Global

Indeks Persepsi Korupsi pada 2021 naik satu skor menjadi 38. Kenaikan skor membuat Indonesia berada di peringkat 96 dari 180 negara.
Image title
25 Januari 2022, 15:26
Indeks Persepsi Korupsi
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Sejumlah aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama gerakan #BersihkanIndonesia melakukan aksi unjuk rasa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Transparency International Indonesia (TII) merilis Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau corruption perception index (CPI) Indonesia pada 2021 naik satu skor menjadi 38.  Kenaikan skor membuat Indonesia berada di peringkat 96 dari 180 negara.

Skor Indonesia pada 2021 naik satu poin dari skor tahun 2020 yakni 37 poin. Adapun posisinya naik enam peringkat dari tahun sebelumnya yang berada di 102.

Manajer Riset TII Wawan Suyatmiko mengatakan skor IPK tersebut pada skala 0-100, dengan skor 0  menandakan sangat korup dan skor 100 sangat bersih.

"Beberapa negara yang punya skor sama dan ranking yang sama dengan Indonesia di skor 38 dan ranking 96 adalah Indonesia, Argentina, Brazil, Turki, Serbia dan Lesotho," ujar Wawan dalam diskusi virtual pada Selasa (25/1).

Advertisement

Skor IPK Indonesia ini di bawah angka rata-rata global yakni 43. Wawan menyebut angka rataa-rata global tersebut cukup memprihatinkan lantaran selama enam tahun terakhir angka tersebut tidak bergerak.

Hampir 95% negara yang ada di Asia Tenggara mendapatkan skor di bawah 50. Hanya Singapura dan Malaysia yang mendapat skor di atas skor rata-rata IPK di tingkat global. Singapura memiliki skor 85 dan Malaysia 48. Adapun Timor Leste (41) dan Vietnam (39).

Secara global negara yang menempati tiga besar adalah Denmark, Finlandia dan Selandia Baru yang mendapat skor 88. Diperingkat keempat adalah Norwegia, Singapura dan Swedia yang mendapat skor 85. Peringkat ketujuh dihuni oleh Swiss dan peringkat kedelapan dihuni oleh Belanda.

Adapun dua peringkat terakhir dalam kategori 10 besar dihuni oleh Luxembourg yang duduk diperingkat sembilan dengan skor 81. Peringkat sepuluh dihuni oleh Jerman dengan skor 80.

Wawan mengatakan dari sembilan sumber data yang digunakan untuk mengukur IPK tahun 2021. Terdapat tiga yang mengalami kenaikan, tiga mengalami stagnasi dan tiga yang mengalami penurunan.

Sumber data yang mengalami kenaikan secara drastis adalah World Economic Forum EOS dari 46 menjadi 53, Global Insight Country Risk Ratings dari 35 menjadi 47 dan terakhir IMD World Competitiveness Yearbook yang naik dari 43 menjadi 44.

Indeks yang skornya stagnan adalah Economist Intelligence Unit Coutry Ratings dengan angka 37, PERC Asia Risk Guide dengan angka 32 dan World Justice Project-Rule of Law Index dengan angka 23.

Sedangkan tiga sumber data yang mengalami penurunan adalah PRS International Country Risk Guide dengan angka 48, Bartelsmann Foundation Transform Index dari 37 menjadi 33 dan Varieties of Democracy dari 26 menjadi 22.

Berikut grafik Databoks Indeks Persepsi Korupsi pada 2020:

Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait