Timnas AMIN Curiga Media Center Buat Kepentingan Prabowo - Gibran
Tim Pemenangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar curiga Media Center Indonesia Maju yang diresmikan kemarin (4/12), mengarah ke pasangan calon lainnya. Juru bicara Timnas AMIN, Billy David Netrotumilena, menyoroti pilihan nama media center yang sama dengan nama koalisi Prabowo-Gibran.
“Jadi membuat kebingungan di masyarakat, kenapa namanya harus merujuk pada salah satu koalisi yang ada?” kata Billy saat ditemui wartawan di Rumah Pemenangan AMIN, Selasa (5/12).
Billy juga mengatakan lokasi media center yang dekat dengan rumah pemenangan Prabowo–Gibran. Dia mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bertanggungjawab meluruskan informasi salah yang beredar di masyarakat.
Dia mendapat informasi, Kominfo tidak terlibat dalam pembangunan media center tersebut. “Mungkin pertama dalam sepanjang sejarah republik dibentuk media center selain yang ada di Kominfo?” kata Billy.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia meresmikan Media Center Indonesia Maju pada Senin (4/12). Bahlil bilang, bangunan yang terletak di Jalan Diponegoro 15A, Menteng, Jakarta Pusat, ini tidak berhubungan dengan Pemilu 2024.
“Media center ini bukan media center capres-cawapresan dan ini tidak untuk capres-capres. Tapi ini untuk pelurusan informasi data pemerintah sehingga masyarakat bisa mendapat informasi yang valid,” kata Bahlil Lahadalia, Senin (4/12).
Menurutnya saat ini pemerintah membutuhkan klarifikasi hal tersebut. Ia mencontohkan pemindahan IKN yang dipertanyakan oleh pasangan AMIN. Bahlil bakal menghadirkan Kementerian PU dan Bappenas untuk meluruskan hal tersebut.
Di sisi lain, ia juga menyatakan dana pembangunan Media Center Indonesia Maju halal dan tidak melanggar aturan. Meski demikian Bahlil tidak merinci asal dana yang dimaksud.
“Nanti saya diperiksa inspektur saja. Itu urusan saya, ada mekanismenya. Jangan lapor ke saya, lapor ke inspektur. Yang jelas dana halal dan tidak melanggar aturan,” katanya.
Terkait nama yang serupa dengan koalisi Prabowo-Gibran, Bahlil menjelaskan ini sesuai dengan nama kabinet Jokowi, yakni Kabinet Indonesia Maju.
