Jepang Siap Gunakan 6G, Menteri Kominfo: RI Masih Fokus Matangkan 5G

Menteri Kominfo Johnny G Plate menyatakan perlu tiga faktor dalam implementasi 5G.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
28 Januari 2020, 21:22
frekwensi 5G,
ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee
Tanda 5G terpasang di World 5G Exhibition di Beijing, China, Jumat (22/11/2019).

Pemerintah Jepang sedang menyusun strategi untuk menyambut penggunaan teknologi 6G, sementara Indonesia hingga kini belum menerapkan teknologi 5G. Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan, Indonesia tidak akan terburu-buru dalam mematangkan penggunaan 5G.

Johnny menyebut implementasi 5G membutuhkan tiga faktor. Pertama, menentukan teknologi yang dinilai kompetitif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kedua, faktor ekonomi negara untuk menyiapkan biaya investasi.

Ketiga, memperhatikan letak dan posisi geostrategis, salah satunya terkait frekuensi jaringan 5G. Saat ini, pemerintah pun masih mengkaji frekuensi mana yang dinilai cocok untuk pengembangan jaringan tersebut.

(Baca: Kominfo akan Manfaatkan Frekuensi dari Migrasi ke TV Digital Untuk 5G)

Sehingga, menurut dia, Indonesia tidak perlu khawatir tertinggal dengan kemajuan negara lain seperti Jepang. "Jangan terburu-buru lalu salah (mengimplementasikan teknologinya), intinya 5G ini harus matang terlebih dahulu," ujar Johnny saat ditemui di kantornya, Selasa (28/1).

Johnny mengatakan, ekosistem 5G harus siap mulai dari sisi pemerintah, penyelenggara teknologi, hingga perusahaan telekomunikasi. Pemerintah pun masih dalam proses uji coba jaringan 5G bersama berbagai mitra perusahaan teknologi maupun telekomunikasi.

Ia mencontohkan, pekan lalu kementerian baru bertemu dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Qualcomm. Perusahaan, kata dia, juga tengah melakukan uji coba teknologi chipset 5G di beberapa daerah di Indonesia.

"Kami akan bekerja sama dengan konsorsiumnya (Qualcomm). Ini menunjukkan komitmen dan ketertarikan perusahaan untuk mengimplementasikan 5G di Indonesia," kata Johnny.

(Baca: Bertemu Menkominfo, Qualcomm Nyatakan Minat Kembangkan 5G di Indonesia)

Tak hanya Qualcomm, Huawei atau ZTE juga telah menunjukkan minatnya yang besar untuk berinvestasi teknologi 5G di Indonesia. Apalagi, Johnny mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan itu juga sudah lama beroperasi di Indonesia dan telah berhasil melakukan uji coba teknologi tersebut.

Lalu, perusahaan teknologi seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, 3, dan Smartfren pun telah melakukan uji coba jaringan 5G di Indonesia. Hanya, Johnny enggan menargetkan kapan  implementasi 5G dilakukan. "Kami masih menyiapkan roadmap (peta jalan) implementasi 5G," ujar Johnny.

Dibandingkan dengan jaringan 5G, jaringan 6G akan memiliki kecepatan transmisi data yang lebih cepat, kemampuan untuk terhubung ke beberapa perangkat secara bersamaan dalam skala yang lebih besar dan diharapkan dapat menampilkan langkah-langkah keamanan yang luas dan mengurangi konsumsi daya.

(Baca: Radiasinya Dianggap Berbahaya, Jepang hingga Eropa Tetap Adopsi 5G)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait