Lippo Dikabarkan Jual Ovo kepada Emtek, Akan Dimerger dengan DANA?

Lippo menyatakan senantiasa membuka peluang bagi mitra untuk mendukung OVO agar dapat tumbuh dan berkembang.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
28 November 2019, 19:17
Lippo, OVO, DANA, merger
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi.

Pendiri sekaligus pemilik Lippo Group Mochtar Riady mengatakan, perusahaannya menjual dua pertiga saham OVO. Dari informasi yang beredar, OVO akan menjual saham kepada PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang juga pemilik saham dompet digital DANA.

Bahkan setelah dibeli Emtek, kabarnya OVO akan dimerger dengan DANA. Bagaimana tanggapan OVO dan DANA?

Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra mengatakan bahwa pembicaraan dengan berbagai perusahan lain terus dilakukan. Namun, ia enggan berkomentar lebih lanjut mengenai kabar merger tersebut.

"Itu masih rumor. Saya kira sampai sekarang belum ada kepastian mengenai rumor tersebut. Itu betul-betul hanya rumor," kata Karaniya di sela-sela acara Indonesia Digital Conference 2019, di Jakarta, Kamis (28/11).

(Baca: Tak Kuat ‘Bakar Uang’, Bos Lippo Akui Jual Dua Pertiga Saham OVO)

Karaniya mengatakan, pada dasarnya semua perusahaan teknologi secara berkala melakukan pendanaan (fundraising) seperti yang dilakukan oleh Gopay, Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan perusahaan lain.

"Jadi tidak hanya kami saja, pendanaan itu hal yang wajar dari bisnis model perusahaan teknologi," kata Karaniya yang sebelumnya menjabat Presiden Direktur Liputan6, perusahaan media bagian jaringan Emtek.

Dia menjelaskan bila Lippo menjual saham maka tak berdampak dengan penurunan presentase saham (dilusi). "Jadi tentu, kalau ada founder perusahaan yang memilih untuk menambah modal tentu sahamnya tidak terdilusi, jadi (kami) bukan melepas saham," ujarnya.

Chief Communications Officer DANA Chrisma Albandjar pun merespons hal yang sama terkait kabar tersebut. "Kami tidak mengomentari rumor," ujar Chrisma kepada Katadata.

(Baca: Bos Grup Lippo: Indonesia Bisa Jadi Besar dengan Revolusi Industri 4.0)

Chrisma mengatakan bahwa yang pasti perusahaan akan terus mengembangkan teknologi serta fitur-fitur pada dompet digitalnya supaya bisa menjawab kebutuhan dan memberikan pengalaman bertransaksi digital nontunai yang terbaik bagi pengguna. Mengutip DealStreetAsia, OVO dan DANA dikabarkan bakal merger pada kuartal pertama tahun 2020.

Sebelumnya, pendiri sekaligus pemilik Lippo Group Mochtar Riady mengatakan, perusahaannya menjual dua pertiga saham OVO karena perusahaannya tidak kuat jika harus memasok dana untuk strategi ‘bakar uang’.

Ia mengatakan, Lippo Group sebagai pemegang saham utama OVO menjual dua pertiga kepemilikan saham karena tidak kuat memasok dana untuk ‘bakar uang’. Misalnya, dalam bentuk potongan harga atau diskon hingga uang kembali (cashback). "Alasannya, terus bakar uang bagaimana kami kuat," kata Mochtar.

Sementara itu Presiden Direktur Multipolar/Direktur Lippo Group, Adrian Suherman, menyatakan Lippo senantiasa membuka peluang bagi mitra untuk mendukung OVO agar dapat tumbuh dan berkembang. Lippo Group menilai dengan membawa mitra baru, adalah agar OVO terus dapat meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat.

(Baca: Riset: Fitur Paylater OVO Paling Banyak Digunakan Tahun Ini)

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait