Terimbas Covid-19, Target Serapan FAME Turun Jadi 8,3 Juta kiloliter

Realisasi penyerapan FAME dari beberapa bulan terakhir mengalami penurunan.
Image title
28 Juli 2020, 14:38
biodiesel, bioenergi, FAME
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kanan), Menteri ESDM Arifin Tasrif (ketiga kiri) dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kedua kiri) menyaksikan pengisian bahan bakar Solar pada sebuah mobil saat peresmian implementasi program Biodiesel 30 persen (B30) di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat konsumsi energi di dalam negeri turun drastis. Akibatnya berpengaruh terhadap target penyerapan Fatty Acid Methyl Ester atau FAME untuk mendukung program mandatori biodiesel 30% (B30).

Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, FX Sujiastoto menjelaskan pemerintah awalnya menargetkan volume penyerapan dari FAME tahun ini dapat mencapai 9,6 juta kiloliter (kl). Setelah pandemi corona, target serapan dikurangi menjadi 8,3 juta kl.

FAME merupakan molekul utama dalam biodiesel yang diperoleh dari minyak nabati melalui proses transterifikasi. Realisasi penyerapan FAME dari beberapa bulan terakhir mengalami penurunan. Pada Februari-Maret serapan mencapai 95%, kemudian pada April menjadi 94%, Mei turun menjadi 92%, dan Juni 94%.

"Bila ekonomi kembali berjalan dan transportasi berkembang, ini yang mendorong penggunaan B30," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (28/7).

 

Toto menyebut jika dibandingkan dengan Malaysia, Indonesia masih lebih baik dalam menjalankan program B30. Negeri jiran tersebut memilih menunda program B20 di tengah pandemi.

Maka itu, program B30 menurut dia sangat penting untuk tetap dilanjutkan. Apalagi Pertamina sebagai perusahaan pelat merah yang mengambil peran sebagai perusahaan penyedia energi di dalam negeri telah berhasil merampungkan fasilitas co-processing di kilangnya. "Kami mendorong bisa mencapai B100 baik co-processing atau investasi yang didorong investor,' kata dia.

Program B30 juga dinilai dapat mendukung geliat industri sawit. Selain itu mendorong pemerintah untuk mengejar target bauran energi 23% pada 2025.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait