Hanung Bramantyo Jawab Polemik Bintang Gatotkaca Mirip Captain Marvel

Image title
24 Februari 2022, 12:25
Captain Marvel dan Gatotkaca
Instagram/@hanungbramantyo
Captain Marvel dan Gatotkaca

ZIGI – Film Satria Dewa: Gatotkaca baru saja merilis teaser pedananya pada Selasa, 22 Februari 2022. Dengan visual effect yang memukau, teaser berdurasai 31 detik tersebut langsung menyita perhatian publik.

Tidak hanya pujian yang datang, teaser tersebut juga diiringi pro kontra dari warganet yang menyoroti lambang di dada Gatotkaca. Menurut sebagian pihak, lambang bintang Gatotkaca dinilai mirip dengan yang digunakan superhero Captain Marvel.

Buntut dari perdebatan tersebut, sutradara Hanung Bramantyo akhirnya angkat bicara. Dalam keterangannya, ia meluruskan perdebatan warganet tersebut dan menilai kalau hal itu tidak perlu dipersoalkan. Seperti apa penjelasannya? Yuk, simak sampai habis artikel ini.

Baca Juga: Pro-Kontra Logo Satria Dewa: Gatotkaca Disebut Mirip Captain Marvel

Hanung Bramantyo: Lambang Bintang Bisa Milik Siapa Saja

Hanung Bramantyo dan Satria Dewa Gatotkaca
Photo : Instagram/@hanungbramantyo
Hanung Bramantyo dan Satria Dewa Gatotkaca

Hanung Bramantyo memaklumi perdebatan warganet soal kemiripan simbol Gatotkaca dengan Captain Marvel. Hanya saja menurutnya, simbol bintang termasuk universal yang bisa dimiliki siapa saja.

"Apalagi pada saat saya membuat film Gatotkaca, bintang itu sudah menjadi simbolnya Gatotkaca. Umurnya sudah lama sekali," ucap Hanung Bramantyo dikutip Zigi.id dari Antara, Kamis, 24 Februari 2022.

Hanung menambahkan, terdapat tiga ciri khas Gatotkaca yang tidak akan pernah hilang meski karakter ini sudah diproduksi berkali-kali dalam berbagai versi. Tiga ciri khas tersebut adalah sayap, kumis dan lambang bintang.

"Kami memutuskan untuk menggunakan bintang segi delapan. Tapi bahwa bintang itu mengambil dari Captain Marvel atau dari apa, tidak. Kami memang menggunakan simbolnya Gatotkaca. Takutnya kalau kamu menghilangkan itu, Identitas Gatotkaca hilang dan saya diprotes sama fans-nya wayang Gatotkaca," tambah Hanung.

Suami Zaskia Adya Mecca ini menganalogikan bahwa dalam dunia hiburan, sesuatu yang mirip adalah hal yang biasa. Akan tetapi, biasanya mereka yang mempunyai fans lebih banyak akan memenangkan perseteruan soal mirip atau tidaknya sebuah karya.

"Dunia hiburan itu sama seperti politik bahwa siapa saja yang punya follower banyak, itu yang menang. Marvel kan follower-nya sudah banyak. (Di dunia) hiburan siapapun yang punya follower banyak, dia yang berkuasa," ujar Hanung Bramantyo.

Pandangan Hanung Soal Wayang

Satria Dewa Gatotkaca
Photo : YouTube/Satria Dewa Studio
Satria Dewa Gatotkaca

Di samping meluruskan perdebatan lambang Gatotkaca dan Captain Marvel, Hanung Bramantyo turut menyampaikan pendapatnya soal dunia perwayangan. Hanung mengatakan, nilai-nilai kehidupan manusia yang tercermin dalam seni wayang adalah hal yang paling penting ditonjolkan.

"Wayang itu lahir karena nilainya bagus banget, nilai-nilai falsafah yang sangat berpengaruh pada hidup manusia," imbuhnya.

Hanung berharap, film Satria Dewa: Gatotkaca bisa menjadi kebanggan bagi masyarakat Indonesia. Dirinya ingin, ketika fans menonton film Marvel bisa mendukung karya-karya Indonesia agar bisa membuat film yang bisa bersaing secara internasional.

Sementara itu pegiat sejarah Mazzini Gsp melalui akun Twitternya @mazzini_gsp mengunggah perbandingan antara Captain Marvel dan Gatotkaca. Menurutnya, Captain Marvel pertama muncul tahun 1967 sedangkan Gatotkaca yang sudah menggunakan lambang bintang sudah lebih dulu ada. Menurut arsip Leiden University, foto wayang orang Gatotkaca pada tahun 1928 sudah menggunakan simbol bintang.

Baca Juga: Satria Dewa: Gatotkaca Rilis Teaser Perdana Penuh CGI

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...